JATIMTIMES - Kementerian Perhubungan memprediksikan jumlah pemudik tahun 2025 mencapai 146,48 juta orang. Di mana, wilayah Malang Raya termasuk Kabupaten Malang menjadi salah satu daerah yang bakal dikunjungi jutaan pemudik maupun wisatawan saat lebaran Idul Fitri 1.446 hijriah.
"Jadi untuk antisipasi terkait dengan kepadatan ini (arus mudik) ada di tanggal 27 sampai dengan tanggal 30 Maret (2025). Sedangkan kembalinya (arus balik) mulai tanggal 5 sampai 7 April (2025)," ujar Kasatlantas Polres Malang AKP Widyagana Putra Dhirotsaha.
Baca Juga : Putra Bungsu Khofifah, Ali Mannagalli Ingin Jadi Pimpinan di Banser
Terkait arus mudik maupun arus balik mudik lebaran, sejumlah titik di Kabupaten Malang diperkirakan bakal mengalami kemacetan atau kepadatan lalulintas. Terutama di area exit tol hingga akses menuju wisata.
"Untuk titik kemacetan memang kita antisipasi lebih di area tol di Singosari, hingga jalan arteri Lawang perbatasan dengan Pandaan," bebernya.
Perwira Polri yang karib disapa Gana ini menambahkan, selain kawasan exit tol, akses jalan menuju Kabupaten Blitar diperkirakan juga bakal mengalami kepadatan pada momen lebaran.
"Kemudian ada Slorok yang mengarah ke Blitar dan dari wilayah utara merupakan jalur masyarakat yang melaksanakan wisata," ujarnya.
Kawasan Malang Utara tersebut diperkirakan mengalami kepadatan lantaran wisatawan yang hendak berwisata ke Kota Malang maupun Kota Batu. Kondisi kepadatan juga diperkirakan terjadi di potensi wisata Malang Selatan
"Jalur yang selatan ini juga jalur untuk masyarakat yang melaksanakan silaturahmi ke keluarganya, baik itu masyarakat dari arah Malang ke Blitar maupun lanjut ke arah Tulungagung," tuturnya.
Baca Juga : Ratusan Pelajar Antusias Ikuti Lomba di Festival Ramadan Kota Batu 2025
Nantinya, disampaikan Gana, Polres Malang juga akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait dalam pengamanan arus lalulintas saat momen lebaran. Termasuk berkoordinasi dengan Jasa Marga.
"Kami akan koordinasi terkait dengan traffic accounting dari Jasa Marga," imbuhnya.
Gana berharap, dengan keterlibatan semua pihak termasuk instansi terkait dapat mengurai kepadatan lalu lintas bilamana terjadi kemacetan.
"Di jam-jam tertentu mulai dari 10.00 WIB, jam 14.00 WIB diperkirakan merupakan puncak (kepadatan kendaraan, red) di exit tol yang nantinya kami antisipasi terkait lonjakan (kendaraan)," pungkas Gana.