JATIMTIMES – Lailatul Qadar adalah malam istimewa yang keutamaannya disebutkan dalam Al-Qur’an. Prof. Muhammad Quraish Shihab, pendiri Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), mengungkapkan bahwa Lailatul Qadar memiliki tiga makna utama.
Makna pertama, malam yang mulia. Menurut Prof. Quraish, kemuliaan malam ini salah satunya karena Al-Qur’an diturunkan pada saat itu. "Mulia, ya karena dia memang mulia, Al-Qur’an turun di situ," jelasnya dikutip YouTube Najwa Shihab, Sabtu (22/3/2025).
Makna kedua, malam yang sempit. Ia menjelaskan bahwa saat Lailatul Qadar, bumi terasa sempit karena turunnya banyak malaikat. "Kenapa sempit? Karena waktu Lailatul Qadar itu banyak sekali malaikat turun ke bumi, menjadi sempit karena banyaknya malaikat," ungkapnya.
Makna ketiga, malam ketetapan. Dalam malam ini, Allah menetapkan berbagai hal, baik untuk seluruh umat manusia maupun individu tertentu. "Tapi bisa jadi untuk orang per orang, siapa yang bertemu dengan Lailatul Qadar hidupnya akan berubah. Jadi itu malam ketetapan," paparnya.
Lailatul Qadar disebut dalam Surat Al-Qadar sebagai malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Namun, Prof. Quraish menegaskan bahwa angka tersebut tidak berarti secara matematis harus setara dengan 83 tahun.
"Satu hal yang perlu kita garis bawahi, 1000 itu apa artinya? Banyak. Bukan arti 83 tahun. Kalau saya berkata dia bawa alasan seribu satu alasan, bukan berarti angka yang di atas 1000 dan di bawah 1002. Tapi karena banyak tidak terjangkau banyaknya. Begitu juga di ayat itu," jelasnya.
Karena itulah, menurutnya, seseorang yang mendapatkan Lailatul Qadar akan merasakan kebaikan yang luar biasa di dunia dan akhirat.
Prof. Quraish juga menjelaskan tanda seseorang yang mendapatkan Lailatul Qadar dengan menafsirkan ayat ke-4 Surat Al-Qadar. Salah satu tandanya adalah turunnya malaikat kepada orang tersebut. "Mau tahu tandanya orang yang dapat Lailatul Qadar? Malaikat turun kepadanya," katanya.
Malaikat selalu membawa dorongan untuk berbuat baik, sehingga orang yang bertemu dengan Lailatul Qadar akan selalu terdorong melakukan kebaikan. "Kalau ada orang berkata saya ketemu dengan Lailatul Qadar tapi kalau jalan hidupnya gini-gini (kurang baik), bohong itu. (Justru harusnya) dia selalu tertarik untuk kebaikan karena malaikat itu selalu mendorong terhadap kebaikan," ujarnya.
Tanda lainnya adalah hati yang dipenuhi kedamaian, tanpa dendam dan rasa dengki. "Semuanya selalu dilihatnya dengan penuh kedamaian. Paling tidak, kedamaian pasif. Damai itu ada damai aktif, ada damai pasif. Kalau saya memuji, itu damai aktif. Tapi kalau saya tidak mencela, itu damai pasif. Saya tidak mengambil hak orang, itu juga damai pasif," jelasnya.
Lailatul Qadar hanya terjadi di bulan Ramadan, tetapi tanggal pastinya dirahasiakan Allah. Hikmahnya, agar umat Islam terus berbuat baik sepanjang waktu tanpa hanya menunggu satu malam tertentu. "Tanggalnya nggak tahu kapan. Itu sebabnya dirahasiakan. Setiap saat kita siap untuk itu. Bukannya tujuan ayat ini (Al-Qadar) mendorong untuk beramal saleh?" pungkas Prof. Quraish.
Itulah makna dan tanda-tanda seseorang mendapatkan Lailatul Qadar menurut Prof. Quraish. Semoga informasi ini bermanfaat.