free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Kesehatan

Optimis Zero Pasung 2025, Dinsos dan Dinkes Lakukan Pendampingan 5 Kasus di Situbondo

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Nurlayla Ratri

12 - Mar - 2025, 16:00

Loading Placeholder
Ilustrasi ODGJ terpasung, Meta AI

JATIMTIMES - Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen menghapus praktik pasung demi mengembalikan hak asasi ODGJ. Selama satu dekade hingga 2024, sebanyak 1.611 orang telah dibebaskan, dengan rehabilitasi medis, sosial, dan pendampingan keluarga untuk memastikan mereka tidak kembali dipasung.

Capaian Pemprov Jatim pada tahun 2024, sebanyak 33 ODGJ di 3 daerah berhasil dibebaskan dari pasung, yakni di Kabupaten Blitar 8 orang, Tulungagung 19 orang dan Kota Kediri 9 orang. Langkah nyata ini menjadi bukti komitmen Jawa Timur dalam penanganan kesehatan jiwa.

Baca Juga : Komisi C DPRD Kota Malang Tinjau Lokasi Longsor di Sukun, Segera Koordinasi dengan PUPR dan BBWS

Namun, berdasarkan data Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, melalui data rekapitulasi keseluruhan pada website e-pasung.jsc.web.id masih ada 252 korban pasung per Februari 2025. 

Untuk Kabupaten Situbondo, per tanggal 12 Maret 2025 data rekapitulasinya terdapat total kasus pasung sebanyak 39 kasus. Terdata 10 di antaranya meninggal dunia, 2 perawatan, 22 Bebas Pasung dan masih ada korban pasung sebanyak 5 orang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto menjelaskan bahwa berdasarkan data TKSK yang mendampingi ODGJ yang masuk ke Dinas Sosial, kasus pasung di Kabupaten Situbondo sebanyak 2 kasus.

"Menurut data pendamping eks psikotik dinsos hanya ada 2 kasus. Sedangkan yang 3 kasus mungkin operator dinkes yang tau. ODGJ terpasung ada 2 yang masuk database Dinsos Provinsi Jawa Timur, yakni di Kecamatan Jangkar dan di Kecamatan Arjasa," ungkap Timbul saa dihubungi melalui chat WhatsApp, Rabu (12/03/2025).

Selain itu, Timbul menyampaikan jika terdapat kasus ODGJ yang terpasung lagi, kemungkinan masuk data baru. "Belum tercover di database kemungkinan. Kadang data itu dari Puskesmas atau PKM yang dirujuk ke RSJ. Justru kita dinsos tahun ini rencana mau zero pasung," tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, dr Sandi Hendrayono membenarkan bahwa dari 5 data kasus pasung di Situbondo 3 kasus masuk database Dinas Kesehatan.

Baca Juga : Konten Kreator Horor Temukan Kerangka Manusia di Goa Pletes, Kini Dalam Penanganan Polisi

"Benar mas di database Dinkes berdasarkan laporan pukesmas ada 3 kasus, yakni dari Pukesmas Arjasa, Pukesmas Situbondo, dan dan Pukesmas Wonorejo. Ketiganya dalam pendampingan dan perawatan intensif petugas pendamping kami di lapangan ," ungkap Kadinkes Situbondo itu.

Tidak hanya itu, dr Sandi juga optimis bahwa Kabupaten Situbondo bisa Zero Pasung di tahun 2025. "Sesuai program Jawa Timur harus Zero Pasung,  Kabupaten Situbondo optimis bisa Zero Pasung di tahun 2025 ini," pungkasnya.
 
Dikutip dari akun Instagram @Jatimpemprov, masih adanya praktik pasung di Jawa Timur dikarenakan beberapa faktor. Di antaranya stigma masyarakat masih menganggap bahwa ODGJ berbahaya. Selian itu minimnya pengetahuan keluarga tentang kesehatan jiwa juga menjadi faktor masih terjadi pemasungan, dan faktor yang  keterbatasan ekonomi akhirnya membuat keluarga tidak mampu membayar biaya perawatan.

Untuk mempercepat pencapaian Zero Pasung, berbagai langkah terus dilakukan Pemprov Jatim, termasuk peningkatan fasilitas kesehatan jiwa, pemberdayaan komunitas, serta edukasi berkelanjutan.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Nurlayla Ratri

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan

--- Iklan Sponsor ---