free web hit counter
Promo Tokopedia
Jatim Times Network
Beranda
Internasional

Raja Norwegia Harald V Meninggal Dunia, Sempat Dirawat karena Anemia Hemolitik

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

28 - Aug - 2026, 18:32

Loading Placeholder
Raja Norwegia Harald V. (Foto Wikipedia)

JATIMTIMES - Raja Norwegia Harald V meninggal dunia pada Jumat (28/8/2026) dalam usia 89 tahun. Raja Harald mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di rumah sakit akibat anemia hemolitik, salah satu gangguan pada darah yang menyebabkan sel darah merah hancur lebih cepat dari kondisi normal.

Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh Kerajaan Norwegia. Dalam pernyataannya, Istana Kerajaan menyebut Harald V meninggal secara damai di Oslo University Hospital Rikshospitalet pada Jumat pagi pukul 06.35 waktu setempat.

Baca Juga : Harga BBM September 2026 Naik atau Turun? Ini Bocorannya

"Dengan penuh rasa duka cita kami mengumumkan bahwa Yang Mulia Raja Harald telah meninggal dunia hari ini," demikian pernyataan Istana Kerajaan Norwegia seperti dikutip dari AFP

AFP menyebut Harald V merupakan raja yang sedang berkuasa dengan usia paling tua di Eropa sebelum wafat.

Kondisi kesehatan Raja Harald V memburuk dalam beberapa hari terakhir. Ia telah menjalani perawatan di Oslo sejak 17 Agustus 2026 karena komplikasi yang berkaitan dengan anemia hemolitik.

Sehari sebelum kematiannya, Kamis (27/8), Istana Kerajaan Norwegia mengumumkan bahwa kondisi sang raja sangat serius. Keluarga kerajaan kemudian berkumpul di rumah sakit untuk mendampingi Harald.

Anemia hemolitik merupakan kondisi ketika sel darah merah mengalami penghancuran lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk menggantinya. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan dan sesak napas.

AFP melaporkan, Harald sebelumnya memang mengalami sejumlah masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, ia tetap menjalankan tugas sebagai raja dan tidak memilih untuk turun takhta.

Profil Raja Harald V

Harald V lahir di Skaugum, Norwegia, pada 21 Februari 1937. Ia merupakan putra dari Putra Mahkota Olav dan Putri Mahkota Märtha, sekaligus cucu Raja Haakon VII.

Kelahiran Harald memiliki arti penting bagi garis suksesi Kerajaan Norwegia. Pada saat itu, aturan konstitusi Norwegia masih memberikan posisi pewaris takhta kepada laki-laki.

Harald tumbuh bersama dua kakak perempuannya, Putri Ragnhild dan Putri Astrid. Masa kecilnya kemudian berubah setelah Jerman menginvasi Norwegia pada 9 April 1940.

Keluarga kerajaan dan pemerintah Norwegia meninggalkan Oslo untuk menghindari pasukan Jerman. Harald bersama ibunya dan kedua saudara perempuannya kemudian pergi ke Amerika Serikat, sebelum akhirnya kembali ke Norwegia setelah Perang Dunia II berakhir.

Menurut situs resmi Kerajaan Norwegia, Harald menjalani pendidikan di sekolah umum dan kemudian menyelesaikan pendidikan menengahnya di Oslo Cathedral School.

Ia selanjutnya menempuh pendidikan militer di Norwegian Cavalry Officers' Training School dan Norwegian Military Academy. Harald kemudian melanjutkan pendidikan di Balliol College, Oxford, Inggris, pada 1960 hingga 1962. Di sana ia mempelajari ilmu sosial, sejarah, dan ekonomi.

Baca Juga : 10 Negara dengan Karhutla Terparah di Dunia 2026, Indonesia Masuk Urutan Berapa?

Pernikahan Raja Harald V dengan Ratu Sonja

Kehidupan pribadi Harald juga menjadi perhatian karena pernikahannya dengan Sonja Haraldsen.

Harald menikahi Sonja pada 29 Agustus 1968 di Oslo. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua anak, yakni Putri Märtha Louise yang lahir pada 22 September 1971 dan Putra Mahkota Haakon yang lahir pada 20 Juli 1973.

Putra Mahkota Haakon kemudian menjadi penerus Harald setelah sang raja meninggal dunia. AFP melaporkan Haakon otomatis menggantikan ayahnya sebagai raja setelah kematian Harald.

Dari Putra Mahkota Menjadi Raja Norwegia

Harald menjadi putra mahkota setelah kakeknya, Raja Haakon VII, meninggal dunia pada 21 September 1957. Ayahnya, Olav V, kemudian naik takhta.

Sebagai putra mahkota, Harald mulai menjalankan berbagai tugas kenegaraan. Ia juga beberapa kali menjadi wali raja ketika ayahnya berhalangan menjalankan tugas.

Ketika Raja Olav V meninggal pada 17 Januari 1991, Harald naik takhta sebagai Raja Norwegia.

Harald kemudian menjalani pengukuhan sebagai raja pada Juni 1991. Ia mempertahankan semboyan kerajaan yang digunakan ayah dan kakeknya, yakni "Alt for Norge" yang berarti "Segalanya untuk Norwegia".

Selama lebih dari tiga dekade memimpin Norwegia, Harald dikenal sebagai figur pemersatu dan simbol stabilitas di negara tersebut. AFP menyebut sang raja tetap menjadi sosok yang berpengaruh dalam menjaga persatuan masyarakat Norwegia hingga akhir hayatnya.

Kini, setelah Raja Harald V meninggal dunia pada usia 89 tahun, Kerajaan Norwegia memasuki babak baru dengan Putra Mahkota Haakon sebagai penerus takhta.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana

Internasional

Artikel terkait di Internasional

--- Iklan Sponsor ---