free web hit counter
Promo Tokopedia
Jatim Times Network
Beranda
Pendidikan

Dari Bulu Ayam Menjadi Penyerap Limbah, Inovasi Dosen FSTeM UB Dorong Pengelolaan Ramah Lingkungan

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

06 - Aug - 2026, 18:25

Loading Placeholder
Departemen Kimia FSTeM UB menggelar edukasi mengenai teknologi pengolahan limbah berbasis adsorben di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri 1 Malang, Jalan Untung Sudiro Nomor 27, Kelurahan Cemorokandang, Kota Malang (ist)

JATIMTIMES - Persoalan pengelolaan limbah masih menjadi tantangan di berbagai daerah, terutama karena tidak semua masyarakat memiliki akses terhadap teknologi pengolahan yang mudah, murah, dan ramah lingkungan. Di tengah kondisi tersebut, pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dinilai menjadi salah satu jalan keluar agar solusi pengelolaan limbah dapat diterapkan hingga tingkat komunitas.

Berangkat dari persoalan tersebut, dosen Departemen Kimia Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) memberikan edukasi mengenai teknologi pengolahan limbah berbasis adsorben di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri 1 Malang, Jalan Untung Sudiro Nomor 27, Kelurahan Cemorokandang, Kota Malang, pada awal Juli 2026. Kegiatan itu juga melibatkan mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN PkM).

1

Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi adsorpsi sebagai alternatif pengolahan limbah yang sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan. Edukasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat literasi sains masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi yang mudah diterapkan dalam menjaga kualitas lingkungan.

Baca Juga : Tabrakan Terios vs NMax di Jalan Ir Soekarno Kota Batu, Mahasiswa Asal Banyuwangi Dilarikan ke Rumah Sakit

Dosen Departemen Kimia FSTeM UB, Dra. Sri Wardhani, M.Si., menjelaskan bahwa adsorpsi merupakan salah satu metode yang dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi kandungan pencemar dalam limbah.

"Teknologi adsorpsi memiliki prinsip kerja yang relatif sederhana sehingga mudah dipahami masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, peserta dikenalkan pada konsep dasar adsorpsi, perbedaannya dengan absorpsi, berbagai jenis adsorben alami, hingga faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas proses tersebut, seperti luas permukaan material, suhu, dan tingkat keasaman (pH) larutan.

2

"Contoh penerapannya juga kami kaitkan dengan pengolahan limbah rumah tangga maupun limbah industri. Harapannya, masyarakat memahami bahwa ilmu kimia memiliki manfaat nyata dalam menjawab persoalan lingkungan," tambah Sri Wardhani.

Pada sesi berikutnya, Dr. Darjito, S.Si., M.Si., memperkenalkan hasil inovasi pemanfaatan limbah bulu ayam sebagai bahan baku adsorben melalui pengolahan keratin.

Menurutnya, limbah organik sebenarnya memiliki potensi untuk diolah menjadi material yang bernilai ekonomi sekaligus bermanfaat bagi lingkungan.

"Limbah bulu ayam tidak harus berakhir menjadi sampah. Dengan pendekatan sains, material tersebut dapat dimanfaatkan sebagai adsorben untuk membantu proses pengolahan limbah," kata Darjito.

Ia menambahkan, inovasi tersebut menjadi salah satu contoh penerapan konsep ekonomi sirkular, yakni mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna baru.

Sebagai bagian dari pembelajaran, tim dosen bersama mahasiswi KKN PkM juga memperagakan proses adsorpsi menggunakan larutan metilen biru sebagai simulasi limbah pewarna sintetis. Empat jenis adsorben digunakan dalam demonstrasi tersebut, yaitu karbon aktif, zeolit, pasir besi, dan kapur.

Melalui praktik tersebut, peserta dapat melihat secara langsung perbedaan kemampuan masing-masing material dalam menyerap zat warna. Demonstrasi itu sekaligus menunjukkan bahwa teknologi pengolahan limbah tidak selalu membutuhkan peralatan yang rumit.

Baca Juga : Di Tengah Tren AI, Mahasiswa UIN Malang Dorong Transformasi Pembelajaran Matematika

Sebagai tindak lanjut, tim Universitas Brawijaya menyerahkan satu paket kit teknologi adsorpsi kepada Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri 1 Malang. Paket tersebut berisi alat, bahan, dan panduan sederhana yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran maupun praktik mandiri.

Ketua pelaksana kegiatan mengatakan pengenalan teknologi sederhana menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi ilmiah yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

"Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penyampaian materi saja," ujarnya.

"Yang lebih penting adalah tumbuhnya kepedulian terhadap pengelolaan limbah serta kemampuan masyarakat untuk menerapkan teknologi sederhana dalam menjaga lingkungan," lanjutnya.

Dari pihak pesantren, Ustadzah Dini menilai materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan masyarakat karena menawarkan solusi yang dapat dipraktikkan secara langsung.

"Teknologi adsorpsi memiliki potensi untuk diterapkan di lingkungan pondok pesantren. Selain sederhana, konsepnya juga mudah dipahami," ungkapnya.

Sementara itu, Ustadzah Radiyah berharap edukasi serupa dapat terus dilakukan agar semakin banyak masyarakat memperoleh pengetahuan mengenai teknologi pengolahan limbah yang ramah lingkungan.

"Semoga kegiatan seperti ini dapat berlanjut. Pengetahuan mengenai pengelolaan limbah sangat dibutuhkan agar masyarakat semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan," pungkasnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---