JATIMTIMES – Benda cagar budaya berupa kereta peninggalan Bupati Kediri tahun 1990 Djojohadiningrat menjadi sasaran vandalisme. Kereta yang dikenal dengan julukan "Mbah Gleyor" itu dicoret-coret menggunakan cat berwarna hijau dan cokelat di lokasi penyimpanannya di Jalan Glinding, Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri.
Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK3) Imam Mubarok mengecam keras aksi perusakan tersebut dan menyebutnya sebagai pukulan telak bagi upaya pelestarian cagar budaya di wilayah Kediri.
Baca Juga : Cara Daftar Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Merdeka, Panduan Lengkap War Tiket dan Syaratnya
"Ini menjadi sebuah tamparan bagi kita bahwa banyak peninggalan benda purbakala atau cagar budaya yang ada di Kediri itu tidak dilengkapi dengan CCTV, sehingga kita tidak bisa mengetahui apa yang terjadi," tandas ketua DK3 dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).
Juru Pelihara Tidak di Tempat, Pelaku Diduga ODGJ
Lemahnya pengawasan di lokasi menjadi sorotan utama. Berdasarkan konfirmasi awal, juru pelihara situs, Tarto, tidak mengetahui insiden tersebut karena sedang berada di luar jangkauan saat kejadian berlangsung.
"Ada dugaan ini dilakukan oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), namun perlu didalami kembali," jelas Gus Barok, sapaan akrab Imam Mubarok.
Sebagai langkah cepat, DK3 telah melaporkan insiden ini kepada bupati Kediri dan pihak kepolisian melalui kapolsek Kandat untuk segera ditindaklanjuti.
Pelestarian Cagar Budaya Tanggung Jawab Bersama
Baca Juga : Bangunan di Atas Irigasi Kadalpang Tak Kunjung Dibongkar, Kesepakatan Pemkot Malang Mandek
Gus Barok mengimbau masyarakat akan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga warisan leluhur, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
"Ini menjadi peringatan keras bagi kita bahwa pelestarian pemeliharaan itu menjadi tanggung jawab bersama sesuai undang-undang. Mudah-mudahan kasus ini segera terungkap dan segera ada upaya untuk membersihkan kembali sisa vandalisme yang ada di kereta peninggalan bupati Kediri ini," pungkasnya.