JATIMTIMES - Pusat Telaah dan Informasi Regional atau Pattiro Malang didukung oleh Yappika Action Aid menggelar diskusi publik serial kampanye publik kesehatan ibu dan anak yang melibatkan berbagai stakeholder terkait.
Beberapa pihak yang hadir dalam diskusi tersebut di antaranya, perwakilan Tim Percepatan Penurunan Stunting atau Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malang, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Kader Dess Sananrejo, Kader Desa Gedogwetan, Kader Desa Kidangbang, Kader Desa Sukolilo, Fatayat NU Kabupaten Malang, Koppatara, Lakpesdam NU Kabupaten Malang, Forum Remaja Peduli Kesehatan Ibu dan Anak, serta Insan Generasi Berencana Kabupaten Malang.
Baca Juga : Arus Industri Kian Besar, Gresik Diminta Jaga Identitas sebagai Kota Santri
Program Manager Pattiro Malang Asiswanto menyampaikan, kegiatan diskusi publik kampanye kesehatan ibu dan anak ini merupakan wujud implementasi dari Program Desa Sehat. Pria yang akrab disapa Asis ini menuturkan, semua perwakilan dari beberapa stakeholder diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya terkait pentingnya kesehatan ibu dan anak.
"Di sini kami membicarakan bagaimana agar semua pihak ini bisa berkontribusi dalam rangka mengkampanyekan pentingnya kesehatan ibu dan anak sesuai dengan kapasitas lembaga masing-masing," ungkap Asis kepada JatimTIMES.com, Rabu (29/7/2026).
Selanjutnya, dari kampanye masing-masing lembaga, ke depan juga akan disusun kerangka singeritas lintas lembaga dalam memberikan edukasi pentingnya kesehatan ibu dan anak kepada seluruh elemen masyarakat.
"Sinergitas antar lembaga diperlukan agar daya dorong dan pengaruhnya lebih optimal ke masyarakat," kata Asis.
Pihaknya juga telah merangkum usulan-usulan dari masing-masing lembaga terkait model kampanye yang efektif dalam memberikan edukasi pentingnya kesehatan ibu dan anak. Di mana salah satu tujuannya menekan angka stunting di tengah-tengah masyarakat.
Baca Juga : Profil Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri: Berpengalaman di Reserse, Peraih Rekor MURI
"Sehingga kemudian bagaimana nanti agar kampanye pentingnya kesehatan ibu dan anak terutama kasus stunting dan pencegahan perkawinan anak itu bisa tereliminasi melalui kampanye yang masif dilakukan oleh lintas lembaga," jelas Asis.
Lebih lanjut, pihaknya berharap, nantinya kampanye pentingnya kesehatan ibu dan anak serta pencegahan stunting sejak sebelum memasuki usia pernikahan dapat dicegah dan ditekan semaksimal mungkin.
"Jadi kami berharap seluruh lembaga dan unsur dapat bergerak bersama untuk membuat kampanye agar masyarakat sadar pentingnya kesehatan ibu dan anak, serta bahaya stunting bagi tumbuh kembang anak," pungkas Asis.