free web hit counter
Promo Tokopedia
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Arus Industri Kian Besar, Gresik Diminta Jaga Identitas sebagai Kota Santri

Penulis : Syaifuddin Anam - Editor : Dede Nana

29 - Jul - 2026, 20:00

Loading Placeholder
Diskusi Kopi Gresik Episode 3 bertajuk "Red Zone Gresik: Industrialisasi Menggeser Kota Santri" di D'Jiwana Caffe, Kecamatan Dukun, Selasa (28/7/2026) malam

JATIMTIMES – Pesatnya pertumbuhan kawasan industri di Kabupaten Gresik dinilai membawa tantangan besar terhadap kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat. Kondisi tersebut menuntut masyarakat lokal mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitas Gresik sebagai Kota Santri.

Isu itu mengemuka dalam Diskusi Kopi Gresik Episode 3 bertajuk "Red Zone Gresik: Industrialisasi Menggeser Kota Santri" yang digelar Local Media Network (LMN) di D'Jiwana Caffe, Kecamatan Dukun, Selasa (28/7/2026) malam. Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur ulama, pemerintah, dan tokoh masyarakat.

Baca Juga : Nila Yani Dorong UMKM Kuliner Gresik Naik Kelas dengan Kekuatan Visual di Medsos

Ketua Bidang Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Kabupaten Gresik, Nur Faqih, mengatakan tantangan terbesar industrialisasi bukan sekadar berdirinya pabrik, melainkan perubahan sosial yang muncul seiring masuknya investasi dan arus pendatang dari berbagai daerah.

"Ketika wilayah utara mulai dipadati pendatang, maka akan muncul budaya-budaya baru yang sebelumnya tidak pernah kita temui. Ini sesuatu yang tidak bisa dihindari dan harus dipersiapkan sejak sekarang," ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Gresik, khususnya wilayah Pantura, perlu memperkuat nilai Islam rahmatan lil alamin, toleransi, serta kemampuan beradaptasi dengan keberagaman tanpa meninggalkan identitas religius yang telah lama mengakar.

Nur Faqih juga menyoroti tantangan generasi muda di era digital. Penggunaan media sosial dan kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif harus diimbangi dengan budaya literasi dan kemampuan berpikir kritis.

"Kalau otak tidak dibiasakan berpikir dan hanya menerima informasi secara instan, maka kemampuan analisis dan kepekaan sosial bisa menurun. Karena itu pendidikan, pesantren, sekolah, dan keluarga harus bersama-sama membimbing generasi muda," terangnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kecamatan Dukun, Agus Ahmad Musfis Salam atau Gus Salam, menilai pesantren telah mulai beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pembukaan sekolah vokasi dan pendidikan keterampilan.

"Pesantren sudah mulai menjawab tantangan zaman. Banyak yang membuka sekolah vokasi dan pendidikan keterampilan agar para santri memiliki bekal yang cukup ketika memasuki dunia kerja tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan," katanya.

Menurut Gus Salam, industrialisasi juga memunculkan tantangan baru, mulai dari perubahan pola pendidikan, berkurangnya pengawasan orang tua akibat jam kerja yang panjang, hingga persoalan moral di tengah masyarakat. Karena itu, pesantren harus tetap menjadi benteng pembinaan karakter generasi muda.

Kepala Satpol PP Kabupaten Gresik, Agustin Halomoan Sinaga, menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban di tengah pertumbuhan kawasan industri bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga : Resmi Pimpin Polresta Malang Kota, Kombes Danang Siap Lanjutkan Program Pelayanan

"Yang paling mengetahui kondisi wilayah adalah masyarakat sendiri. Karena itu, peran RT, RW, kepala dusun, kepala desa, dan tokoh masyarakat sangat penting dalam menjaga ketertiban lingkungan," ujarnya.

Sinaga mengatakan Satpol PP mendorong penguatan pengawasan berbasis masyarakat melalui pengaktifan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Ia juga mengungkapkan bahwa perkembangan kawasan industri turut memicu munculnya berbagai persoalan sosial, seperti peredaran minuman keras, prostitusi terselubung, hingga aktivitas ekonomi ilegal. Selain itu, sejumlah operasi gabungan juga menemukan sebagian besar pekerja di beberapa tempat hiburan berasal dari luar Kabupaten Gresik.

"Satpol PP tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan media. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Gresik," tegasnya.

Sinaga menambahkan, pengungkapan kasus gudang narkotika dan gudang rokok ilegal dalam beberapa waktu terakhir menjadi bukti pentingnya peran masyarakat dalam memberikan informasi kepada aparat.

Diskusi tersebut menyimpulkan bahwa industrialisasi dan identitas Gresik sebagai Kota Santri tidak harus dipertentangkan. Kolaborasi antara pemerintah, pesantren, tokoh agama, masyarakat, media, dan dunia usaha menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan seiring dengan terjaganya nilai-nilai religius yang menjadi jati diri Kabupaten Gresik.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Syaifuddin Anam

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---