free web hit counter
Promo Tokopedia
Jatim Times Network
Beranda
Arema

Iwan Budianto Buka Suara Soal Penampilan Arema FC di Piala Presiden: Jangan Langsung Di-judge

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

27 - Jul - 2026, 09:37

Loading Placeholder
CEO Arema FC, Iwan Budianto (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Penampilan Arema FC pada laga perdana Piala Presiden 2026 belum sepenuhnya memuaskan harapan Aremania. Namun, hasil tersebut dipastikan belum mencerminkan kekuatan sesungguhnya Singo Edan karena tim masih berada dalam fase pembentukan menuju kompetisi resmi musim 2026/2027.

CEO Arema FC Iwan Budianto menegaskan, sejak awal Piala Presiden memang dijadikan bagian dari proses penyelarasan tim. Karena itu, ia meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan kualitas tim hanya dari satu pertandingan pramusim.

Baca Juga : Head to Head Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026: Garuda Unggul Telak, Catatan 80 Gol Bikin Percaya Diri

"Ini bukan awal musim, tetapi masih pre-season. Jadi jangan berekspektasi terlalu berlebihan. Sejak awal, juga sudah sampaikan bahwa turnamen ini menjadi bagian dari program penyelarasan tim. 

Saya ingat, kata Pak Inal (General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi), juara tentu menjadi bonus, tetapi yang utama adalah membentuk tim yang siap menghadapi kompetisi," ujar Iwan Budianto.

Menurut pria yang akrab disapa IB tersebut, kondisi kebugaran pemain masih menjadi pekerjaan rumah terbesar. Waktu persiapan yang singkat membuat level kebugaran setiap pemain berbeda sehingga berdampak terhadap performa kolektif di atas lapangan.

"Hampir sebagian besar pemain belum berada pada level fitness yang optimal. Ada yang mungkin baru 40 sampai 50 persen, ada yang 60, 70, atau 80 persen. Itu tergantung kapan mereka mulai latihan dan masa istirahat setelah libur. Kondisi itu pasti memengaruhi performa tim," katanya.

Selain faktor fisik, Arema FC juga masih berupaya membangun kekompakan skuad yang dihuni sejumlah wajah baru. IB menyebut pelatih Marcos Santos sengaja memberikan kesempatan bermain kepada pemain anyar agar proses adaptasi berjalan lebih cepat sekaligus menemukan komposisi terbaik.

"Kenapa pemain baru dicoba di babak kedua? Karena memang mungkin level fit dan chemistry-nya juga belum terbentuk (optimal). Mereka masih dalam tahap saling memahami satu sama lain. Understanding each other itu sangat penting dalam permainan tim seperti sepak bola. Jadi kita tunggu saja, insya Allah nanti akan segera membaik," ujarnya.

Piala Presiden 2026 juga menjadi momentum bagi tim pelatih dan manajemen untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Jika diperlukan, Arema FC masih membuka peluang menambah kekuatan sebelum kompetisi resmi bergulir.

"Kalau melihat musim lalu, setelah Piala Presiden kita melakukan evaluasi lalu merekrut pemain Betinho ya. Artinya, pre-season memang dibuat untuk melihat apakah masih perlu mengubah struktur tim atau ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi," jelasnya.

Baca Juga : Pendaftaran TKA SMA/SMK 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Ini 3 Langkah Daftar dan Jadwal Lengkapnya

Terkait munculnya berbagai penilaian terhadap kinerja pelatih Marcos Santos, IB memastikan tidak ada alasan untuk mengambil keputusan secara tergesa-gesa hanya berdasarkan hasil turnamen pramusim. Evaluasi, menurutnya, akan dilakukan terhadap keseluruhan tim, bukan hanya individu tertentu.

"Evaluasi pasti ada, tetapi terhadap keseluruhan, bukan kepada person. Tidak secepat itu. Masa hanya gara-gara turnamen pramusim langsung mengevaluasi, apalagi sampai memberhentikan pelatih," kata IB.

Ia juga mengingatkan bahwa proses pembentukan skuad Arema FC baru berjalan sekitar dua pekan sebelum Piala Presiden dimulai. Bahkan, beberapa pemain asing baru bergabung sekitar sepekan sebelum pertandingan perdana sehingga membutuhkan waktu untuk menyatu dengan permainan tim.

"Tim ini baru berkumpul sekitar dua minggu. Ada pemain lokal yang lebih dulu bergabung, tetapi beberapa pemain asing bahkan baru datang sekitar seminggu lalu. Lalu mereka langsung dimainkan sebagai sebuah tim dan kemudian langsung di-judge. Tentu itu tidak adil," tuturnya.

Di sisi lain, IB menilai lawan yang dihadapi Arema FC pada laga pembuka bukanlah tim yang mudah ditaklukkan. Bermain di markas lawan dengan dukungan penuh suporter menjadi tantangan tersendiri bagi Singo Edan yang masih dalam tahap meracik kekuatan.

"Jangan lupa, lawan kita juara tiga kali berturut-turut kompetisi. Bermain di kandang sendiri, di depan pendukungnya sendiri, bukan hal yang mudah. Jadi mari kita lebih sabar menunggu racikan pelatih. Saya yakin seiring waktu tim ini akan semakin baik," pungkas IB.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Arema

Artikel terkait di Arema

--- Iklan Sponsor ---