JATIMTIMES - Presiden Prabowo Subianto memastikan seluruh barang bersubsidi dari pemerintah nantinya akan disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Kebijakan ini diambil agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak dan tidak disalahgunakan di lapangan.
Keputusan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026).
"Sudah-sudah saya ambil keputusan, semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih, harus, saya katakan ini harus. Barang subsidi, rakyat tidak boleh diperdagangkan. Supaya yang membutuhkan, dialah yang terima," kata Prabowo, dikutip YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/7/2026).
Melalui skema baru tersebut, Kopdes Merah Putih akan menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat, terutama barang dan layanan yang selama ini mendapat subsidi pemerintah.
Beberapa di antaranya meliputi:
1. Beras subsidi
Beras yang selama ini menjadi bagian dari program bantuan pemerintah akan didistribusikan melalui koperasi desa agar lebih tepat sasaran.
2. Minyak goreng bersubsidi
Pemerintah juga menyiapkan distribusi minyak goreng bersubsidi melalui Kopdes Merah Putih sehingga masyarakat dapat memperoleh harga sesuai ketentuan pemerintah.
3. Elpiji 3 kilogram
Gas melon menjadi salah satu komoditas subsidi yang akan disalurkan melalui koperasi desa. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi praktik penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).
4. Pupuk bersubsidi
Petani juga akan memperoleh akses pupuk bersubsidi melalui koperasi desa sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian.
Prabowo juga mengatakan Kopdes Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyaluran barang subsidi. Pemerintah juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung agar koperasi menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa.
"Kita akan buka apotek di desa, obat-obatnya obat generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota. Akan ada logistik desa, akan ada gudang, akan ada cold storage, ruang pendingin. Supaya hasil-hasil petani tidak akan rusak dan berbagai layanan ekonomi lainnya," ujarnya.
Baca Juga : Slow Jogging di Korsel Viral, Dokter Ungkap Manfaatnya untuk Pemula hingga Lansia
Selain toko kebutuhan pokok, koperasi juga akan memiliki layanan simpan pinjam dengan pembiayaan murah, gudang logistik, hingga apotek desa yang menyediakan obat generik dengan harga terjangkau.
Selain itu, pemerintah turut menyiapkan koperasi khusus bagi nelayan. Melalui koperasi tersebut, nelayan akan mendapatkan berbagai fasilitas penunjang usaha seperti pabrik es, gudang pendingin, hingga kapal penangkap ikan.
Prabowo menjelaskan seluruh bantuan tersebut bukan diberikan secara cuma-cuma, melainkan menggunakan mekanisme pembiayaan yang dicicil kembali dari hasil usaha para nelayan.
"Dan mereka bukan terima, mereka bukan terima hadiah, mereka cicil kembali dari hasil tangkapan ikan mereka. Mereka akan cicil semua uang yang kita. Jadi uang di desa nelayan, uang di desa-desa ini, koperasi adalah uang pinjaman yang akan dibayar kembali," katanya.
Menurut Prabowo, keberadaan Kopdes Merah Putih diperkirakan mampu menggerakkan perekonomian desa dalam skala besar. Pemerintah memproyeksikan perputaran uang di desa mencapai Rp223 triliun setiap tahun, sementara pendapatan petani, peternak, dan nelayan diperkirakan meningkat hingga Rp202 triliun.
"Kita proyeksikan KDKMP bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sebesar Rp223 triliun tiap tahun akan beredar di desa-desa. Tidak keluar akan beredar di desa-desa. Nanti akan ada pendapatan produsen yang juga meningkat sebesar Rp202 triliun di petani, peternak dan nelayan," pungkas Prabowo.