JATIMTIMES - DPD Partai Golkar Situbondo tidak hanya fokus melakukan penguatan struktur organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan. Partai berlambang pohon beringin itu juga melaksanakan program Golkar Situbondo Bersholawat di setiap kecamatan sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan.
Program tersebut ditegaskan kembali saat pelaksanaan rangkaian Musyawarah Desa (Musdes) dan Musyawarah Kelurahan (Muskel) yang menjadi agenda konsolidasi organisasi di seluruh Kabupaten Situbondo. Melalui program itu, Golkar ingin menghadirkan ruang silaturahmi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Baca Juga : Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput, Golkar Situbondo Gelar Musdes dan Muskel Serentak di 17 Kecamatan
Ketua DPD Partai Golkar Situbondo, Yani Wijaya Baihaqi, mengatakan bahwa kegiatan bersholawat dipilih karena selaras dengan karakter masyarakat Situbondo yang dikenal religius. Menurutnya, pendekatan budaya dan keagamaan menjadi salah satu cara efektif membangun komunikasi antara partai politik dan masyarakat.
"Tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat Situbondo memiliki kultur keagamaan yang sangat kuat. Karena itu kami ingin membumikan majelis sholawat pada seluruh Kecamatan di Kabupaten Situbondo. Ini menjadi komitmen Partai Golkar untuk semakin melebur dengan masyarakat," ujar pria yang akrab disapa Bang Yani, Minggu (12/7/2026) dalam kegiatan Musdes di DPD Partai Golkar Kabupaten Situbondo
Bang Yani menjelaskan, program Golkar Situbondo Bersholawat tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Setiap pimpinan kecamatan diwajibkan membentuk majelis sholawat dan dirancang sebagai wadah mempererat ukhuwah, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, sekaligus menghadirkan suasana religius di tengah masyarakat.
Ia menilai, Situbondo yang selama ini dikenal sebagai Kota Santri dan Bumi Sholawat memiliki kekuatan sosial yang lahir dari tradisi keagamaan. Karena itu, Partai Golkar ingin mengambil bagian dalam menjaga dan merawat tradisi tersebut melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Bang Yani, politik tidak hanya berbicara mengenai perebutan kekuasaan atau kontestasi elektoral. Lebih dari itu, politik juga harus mampu hadir di tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai kebersamaan, persatuan, dan kemaslahatan.
Melalui Golkar Situbondo Bersholawat, DPD Golkar berharap seluruh jajaran pengurus, mulai tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga kelurahan, dapat berkolaborasi dengan para ulama, habaib, tokoh agama di wilayah masing-masing.
Program tersebut juga diharapkan menjadi media mempererat hubungan antara kader Partai Golkar dengan masyarakat tanpa sekat politik. Dengan demikian, keberadaan partai dapat dirasakan melalui kegiatan yang bernilai sosial dan spiritual.
Bang Yani menegaskan, penguatan struktur organisasi dan pelaksanaan program keagamaan akan berjalan beriringan. Menurutnya, organisasi yang solid harus diimbangi dengan kehadiran nyata di tengah masyarakat.
Baca Juga : Dukung Gaya Hidup Sehat, Bupati Magetan Lepas Ribuan Peserta Fun Run IBI Magetan
"Harapan kami, Golkar tidak hanya dikenal sebagai partai politik, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang ikut menjaga tradisi keagamaan, mempererat persaudaraan, dan memberikan manfaat bagi warga Situbondo," tegas Bang Yani.
Sementara itu, Bendahara DPD Partai Golkar Situbondo, Siswo Pranoto, menegaskan bahwa program Golkar Situbondo Bersholawat merupakan bagian dari gerakan organisasi yang akan dijalankan secara berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan insidental.
Menurut Siswo, seluruh jajaran Pengurus Kecamatan (PK), pengurus desa, hingga kelurahan akan didorong aktif membangun sinergi dengan para ulama, kiai, habaib, dan tokoh agama di wilayah masing-masing agar kegiatan tersebut benar-benar menjadi milik masyarakat.
"Golkar Situbondo Bersholawat kami rancang sebagai gerakan yang hidup di tengah masyarakat. Kami ingin kader Golkar hadir tidak hanya ketika ada agenda politik, tetapi juga dalam kegiatan keagamaan dan sosial yang membawa manfaat bagi warga. Dengan begitu, hubungan antara partai dan masyarakat akan terbangun secara alami melalui ukhuwah dan kebersamaan," ujar Siswo Pranoto.
Ia menambahkan, pelaksanaan program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi internal partai. Menurutnya, organisasi yang solid harus memiliki aktivitas yang menyentuh kebutuhan masyarakat sehingga keberadaan kader Golkar dapat dirasakan secara nyata di setiap desa dan kelurahan di Kabupaten Situbondo.