free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Wisata

Desa Penari Banyuwangi Suguhkan Keindahan Alam dan Kekayaan Budaya

Penulis : Syaifuddin Anam - Editor : Nurlayla Ratri

11 - Jul - 2026, 10:18

Loading Placeholder
Tari Gandrung saat menyambut rombongan Gathering Pertamina EP Cepu, SKK Migas bersama awak media di kawasan Wisata Rowo Bayu, Sabtu 11 Juli 2026.

JATIMTIMES – Citra "Desa Penari" yang selama ini identik dengan kisah mistis di media sosial ternyata jauh berbeda dengan kondisi sebenarnya. Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, justru menyuguhkan panorama alam yang asri, udara sejuk, serta kekayaan budaya yang masih terjaga.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Yulia Herlina saat menyambut rombongan Gathering Pertamina EP Cepu, SKK Migas bersama awak media tiba di kawasan Wisata Rowo Bayu. Kedatangan para tamu disambut meriah dengan Tari Gandrung, tarian khas Banyuwangi yang menjadi simbol penghormatan kepada tamu.

Baca Juga : Plt Bupati Tulungagung Apresiasi Prestasi KTH Sumber Lestari sebagai Juara Lomba Tingkat Nasional

Bu Lilik sapaan akrabnya mengajak para tamu menikmati pesona alam sekaligus mengenal kehidupan masyarakat Desa Bayu yang dikenal luas sebagai lokasi yang menginspirasi kisah "Desa Penari".

"Atas nama masyarakat Desa Bayu, kami mengucapkan selamat datang. Selamat menikmati keindahan alam Bayu, Desa Penari," ujarnya.

Disebutkan, Desa Bayu berada di bawah lereng Gunung Raung dengan suhu udara yang sejuk, bahkan pada waktu-waktu tertentu dapat mencapai sekitar 16 derajat celsius. Kondisi alam tersebut menjadikan kawasan ini sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Banyuwangi.

Tak hanya menawarkan panorama alam, Desa Bayu juga dikenal sebagai desa yang berhasil menjaga kelestarian budaya lokal. Beragam etnis seperti Suku Osing, Suku Madura, dan Suku Jawa hidup berdampingan secara harmonis, menciptakan kehidupan sosial yang rukun di tengah lingkungan alam yang masih lestari.

"Sekitar 90 persen masyarakat Desa Bayu menggantungkan hidupnya pada sumber daya alam. Pelestarian lingkungan menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari," imbuh Bu Lilik sapaan akrabnya.

Salah satu upaya menjaga identitas budaya tersebut diwujudkan melalui program Saba Budaya, sebuah ruang bagi masyarakat maupun wisatawan untuk mengenal lebih dekat tradisi, budaya, dan kehidupan warga Desa Bayu yang hidup selaras dengan alam.

Lilik berharap kunjungan rombongan Pertamina EP Cepu, SKK Migas, dan awak media dapat semakin memperkenalkan potensi wisata serta budaya Desa Bayu kepada masyarakat luas.

Baca Juga : Wapres Gibran Dorong Penguatan Tata Kelola dan Produktivitas Sektor Perikanan saat Dialog dengan Nelayan Muncar

"Kehadiran teman-teman semua menjadi semangat bagi masyarakat Bayu untuk terus menjaga alam dan melestarikan budaya," imbuhnya.

Mengusung semangat "Bayu Menyapa, Alam Memeluk, Budaya Mengikat," Desa Bayu terus berupaya memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata yang menawarkan perpaduan keindahan alam, kearifan lokal, dan harmoni kehidupan masyarakat.

Nabil Salman, pemandu wisata mengatakan, di lokasi Rowo Bayu memiliki sejumlah tempat peninggalan yang sakral. Ada Petilasan Prabu Tawangalun, Sendang Bayu, Pura Rowo Bayu, Candi Puncak Agung Macan Putih dan masih ada lagi.

"Setiap situs memilik cerita sejarah masing-masing. Paling ramai pengunjungnya saat malam suro. Kalau wisatawan biasa ada tapi tidak banyak, ada yang sampai bermalam juga," ungkapnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Syaifuddin Anam

Editor

Nurlayla Ratri

Wisata

Artikel terkait di Wisata

--- Iklan Sponsor ---