JATIMTIMES - Lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Kediten, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Penyebabnya, koperasi tersebut dibangun di kawasan perbukitan yang dinilai cukup jauh dari pusat permukiman warga dan berada di jalur menuju Gunung Prau.
Menanggapi polemik tersebut, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI bersama Mabes TNI turun langsung meninjau lokasi pembangunan KDKMP pada Jumat. Peninjauan dipimpin Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan BPKP Setia Pria Husada bersama jajaran Mabes TNI.
Baca Juga : Regional Launching New Honda Vario Evo 160, MPM Honda Jatim Hadirkan Workshop, Test Ride dan Promo Menarik
Dari hasil pengecekan di lapangan, BPKP menyatakan lokasi pembangunan koperasi merupakan bagian dari rencana pengembangan kawasan desa yang telah disusun untuk jangka panjang.
"Kami hadir langsung ke lapangan karena pengawasan harus melihat fakta secara menyeluruh, tidak hanya berdasarkan foto atau potongan informasi yang beredar," kata Setia Pria Husada, dikutip Antara, Sabtu (4/7/2026).
"Setelah melihat kondisi riil, kami menemukan bahwa lokasi ini merupakan bagian dari perencanaan pengembangan kawasan desa yang memiliki orientasi jangka panjang dan mempertimbangkan potensi ekonomi yang ada," lanjutnya.
BPKP menjelaskan KDKMP tidak dibangun sebagai fasilitas yang berdiri sendiri. Pemerintah Desa Kediten telah merancang kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas baru yang mengintegrasikan pelayanan pemerintahan, kegiatan ekonomi masyarakat, hingga pengembangan sektor pariwisata.
Dalam rencana tersebut, di sekitar lokasi koperasi akan dibangun pusat pemerintahan dan administrasi desa yang baru. Sementara area di seberangnya disiapkan menjadi bumi perkemahan yang diproyeksikan sebagai gerbang pendakian menuju Gunung Prau, salah satu destinasi wisata alam yang terus berkembang di Jawa Tengah.
"Prinsip utama pengawasan adalah memastikan setiap pembangunan memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat serta didukung oleh perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu kami melihat langsung keterkaitan lokasi ini dengan arah pengembangan desa ke depan," ujarnya.
Baca Juga : Tahun Ajaran 2026/2027, MTsN 2 Kota Malang Matangkan Strategi Pengembangan Kelas Unggulan
Selain aspek tata ruang, BPKP juga melihat kawasan Plantungan memiliki potensi ekonomi yang dapat menjadi penopang usaha koperasi. Wilayah tersebut dikenal sebagai sentra komoditas kopi, jagung, sayuran, hingga peternakan yang selama ini menjadi sumber penghasilan masyarakat.
Sementara itu, Komandan Kodim 0715/Kendal Letkol Inf Ade Shohali mengatakan penentuan lokasi KDKMP telah melalui proses musyawarah bersama pemerintah desa.
"Lokasi ini dipilih berdasarkan hasil musyawarah dan perencanaan desa. Ke depan kawasan ini akan berkembang menjadi pusat aktivitas baru masyarakat, mulai dari pelayanan pemerintahan, pengembangan ekonomi desa, hingga pariwisata," katanya.
Menurut Ade, pembangunan bumi perkemahan dan jalur pendakian Gunung Prau di kawasan tersebut diperkirakan akan memunculkan aktivitas ekonomi baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat melalui koperasi.