JATIMTIMES - Aktivitas pariwisata di Jawa Timur menunjukkan tren positif pada Mei 2026. Meski kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui Bandara Juanda meningkat tipis dibanding bulan sebelumnya, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) justru mencatat pertumbuhan yang lebih signifikan, dari sisi asal atau tujuan perjalanan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk Juanda pada Mei 2026 mencapai 31.466 kunjungan. Angka tersebut naik 0,41 persen dibanding April 2026 yang tercatat sebanyak 31.339 kunjungan.
Baca Juga : Tahun Ajaran 2026/2027, MTsN 2 Kota Malang Matangkan Strategi Pengembangan Kelas Unggulan
Namun, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah wisman masih mengalami penurunan sebesar 5,82 persen atau berkurang 1.943 kunjungan dari 33.409 wisatawan pada Mei 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati.mengatakan, peningkatan secara bulanan menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata, meski pemulihan kunjungan wisatawan asing masih perlu terus didorong.
lPada Mei 2026 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk Juanda tercatat sebanyak 31.466 kunjungan atau meningkat 0,41 persen dibandingkan April 2026. Meski demikian, secara tahunan masih terjadi penurunan sebesar 5,82 persen dibandingkan Mei tahun lalu,” kata Herum.
Berdasarkan asal negara, wisatawan asal Tiongkok masih menjadi penyumbang kunjungan terbesar ke Jawa Timur dengan 9.593 kunjungan atau sekitar 30,49 persen dari total wisman yang masuk melalui Bandara Juanda. Posisi berikutnya ditempati wisatawan asal Malaysia sebanyak 9.116 kunjungan, disusul Singapura dengan 3.211 kunjungan.
Menariknya, wisatawan asal Singapura mencatat pertumbuhan bulanan paling tinggi. Jumlah kunjungan dari negara tersebut melonjak 56,48 persen dibanding April 2026 atau bertambah 1.159 kunjungan.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan Mei 2025, wisatawan asal Thailand mencatat kenaikan tertinggi secara tahunan, yakni 63,69 persen atau bertambah 435 kunjungan.
Di sisi lain, mobilitas wisatawan nusantara di Jawa Timur juga mengalami peningkatan. BPS mencatat jumlah perjalanan wisata yang dilakukan warga Jawa Timur mencapai 16,71 juta perjalanan pada Mei 2026 atau naik 13,46 persen dibanding bulan sebelumnya.
Kota Surabaya menjadi daerah asal perjalanan wisata terbesar dengan 2,74 juta perjalanan, setara 16,39 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara asal Jawa Timur. Posisi kedua ditempati Kabupaten Sidoarjo dengan 1,95 juta perjalanan.
Baca Juga : Terjadi 181 Gempa Bumi di Awal Juli, Sebagian Turut Dirasakan di Sejumlah Wilayah di Jatim
“Perjalanan wisatawan nusantara asal Jawa Timur pada Mei 2026 meningkat cukup signifikan dibandingkan April. Hal ini menunjukkan mobilitas masyarakat untuk berwisata terus tumbuh,” tambah Herum.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, peningkatan tertinggi perjalanan wisata berdasarkan daerah asal terjadi di Kota Madiun, yang tumbuh 32,66 persen.
Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nusantara dengan tujuan ke Jawa Timur juga mengalami kenaikan. Pada Mei 2026 tercatat 17,14 juta perjalanan, meningkat 11,32 persen dibanding April 2026 dan naik 0,95 persen dibandingkan Mei 2025.
Kota Surabaya kembali menjadi destinasi utama dengan 2,14 juta perjalanan, atau sekitar 12,49 persen dari total perjalanan wisata ke Jawa Timur. Kabupaten Malang berada di posisi kedua dengan 1,21 juta perjalanan, menunjukkan kedua daerah tersebut masih menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik.
Herum berharap tren peningkatan mobilitas wisatawan, domestik maupun mancanegara, bisa terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya seiring semakin membaiknya aktivitas pariwisata dan meningkatnya daya tarik destinasi di Jawa Timur.
“Kami berharap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun pergerakan wisatawan nusantara terus meningkat pada bulan-bulan mendatang sehingga mampu memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah,” harapnya.