JATIMTIMES - Dalam filosofi Feng Shui, kondisi rumah dipercaya memiliki pengaruh terhadap aliran energi atau chi yang mengalir di dalamnya. Meski tidak didukung bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan langsung dengan rezeki, banyak orang masih menerapkan prinsip Feng Shui untuk menciptakan hunian yang terasa lebih nyaman, rapi, dan penuh energi positif.
Salah satu ajaran Feng Shui menyebutkan bahwa barang-barang yang rusak, menumpuk, atau sudah tidak lagi digunakan dapat memunculkan energi stagnan. Kondisi ini dipercaya menghambat datangnya peluang baru, termasuk yang berkaitan dengan pekerjaan, usaha, hingga keuangan.
Baca Juga : Ramalan Zodiak Hari Ini, 29 Juni 2026: Libra hingga Pisces, Ada Peluang Rezeki dan Kejutan dalam Percintaan
Lantas, barang apa saja yang disebut sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk di rumah? Dilansir dari literatur Feng Shui klasik, berikut ulasannya.
1. Mainan Lama yang Sudah Tidak Digunakan
Mainan yang sudah lama tersimpan tanpa pernah digunakan lagi dipercaya menyimpan simbol masa lalu yang belum dilepaskan. Dalam Feng Shui, benda-benda seperti ini dianggap menciptakan energi yang tertahan sehingga dapat menghambat seseorang untuk berkembang dan menyambut kesempatan baru.
Apabila sudah tidak memiliki nilai sentimental, mainan tersebut disarankan untuk didonasikan atau didaur ulang.
2. Sepatu yang Menumpuk dan Tidak Pernah Dipakai
Sepatu melambangkan perjalanan hidup serta arah yang ditempuh seseorang. Karena itu, lemari yang dipenuhi sepatu yang tidak lagi dipakai dipercaya dapat menghambat aliran energi positif.
Selain membuat rumah lebih sesak, menyingkirkan sepatu yang sudah tidak digunakan juga dapat membantu menciptakan ruang yang lebih rapi dan nyaman.
3. Pakaian Robek atau Rusak
Pakaian yang sobek, pudar, kehilangan kancing, atau rusak diyakini memancarkan energi pengabaian. Dalam pandangan Feng Shui, kondisi tersebut secara simbolis dapat memengaruhi rasa percaya diri sekaligus mencerminkan kurangnya perhatian terhadap diri sendiri.
Bila pakaian sudah tidak layak diperbaiki atau dipakai, sebaiknya segera disingkirkan agar lemari tetap tertata.
4. Dompet yang Sudah Usang
Dompet bukan sekadar tempat menyimpan uang, tetapi juga dianggap sebagai simbol kelimpahan. Oleh karena itu, dompet yang robek, kusut, atau rusak dipercaya kurang baik dalam filosofi Feng Shui.
Menjaga dompet tetap bersih, rapi, dan dalam kondisi baik diyakini menjadi simbol penghargaan terhadap rezeki yang dimiliki.
5. Peralatan Elektronik Rusak
Televisi, kipas angin, blender, atau perangkat elektronik lain yang sudah rusak dan dibiarkan menumpuk disebut dapat menciptakan energi yang stagnan.
Baca Juga : Tak Ingin Atlet jadi Korban, DPRD Kota Malang Desak Status Velodrome Segera Diperjelas
Selain mengurangi kerapian rumah, barang elektronik yang tidak lagi berfungsi juga dinilai merepresentasikan ketidakproduktifan sehingga sebaiknya segera diperbaiki, didaur ulang, atau dibuang sesuai prosedur.
6. Pot dan Vas yang Dibiarkan Kosong
Dalam Feng Shui, pot atau vas melambangkan wadah kehidupan dan pertumbuhan. Jika dibiarkan kosong dalam waktu lama, benda tersebut dipercaya mencerminkan kurangnya perkembangan.
Agar menghadirkan energi yang lebih positif, pot atau vas dapat diisi tanaman hidup, bunga segar, atau dekorasi yang memberi kesan hidup.
7. Tanaman Layu atau Mati
Tanaman identik dengan pertumbuhan, kesegaran, dan vitalitas. Sebaliknya, tanaman yang layu atau mati dipercaya membawa simbol energi yang melemah.
Karena itu, tanaman yang sudah tidak sehat sebaiknya segera dirawat. Jika tidak dapat diselamatkan, menggantinya dengan tanaman baru dianggap lebih baik untuk menjaga suasana rumah tetap segar.
Perlu dipahami bahwa Feng Shui merupakan filosofi tradisional yang tidak memiliki bukti ilmiah mengenai kaitannya dengan datang atau tidaknya rezeki. Namun, menjaga rumah tetap bersih, rapi, dan bebas dari barang-barang yang tidak diperlukan memang dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman.
Hunian yang tertata juga dinilai membantu meningkatkan fokus, produktivitas, serta memberikan suasana yang lebih mendukung dalam menjalani aktivitas sehari-hari maupun mengelola keuangan.