JATIMTIMES - Munas-Konbes PBNU 2026 mengangkat tema "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa". Lewat tema ini, forum diharapkan berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang bermanfaat serta membawa perubahan ke arah yang lebih baik, tidak hanya bagi warga NU dan pesantren, tapi juga seluruh masyarakat Indonesia.
"Menjaga marwah, memperkaya hikmat, semuanya dalam rangka ingin memberikan kemaslahatan, khususnya bagi bangsa," ujar Sekretaris Steering Committee Munas-Konbes PBNU 2026 Prof M Nuh, Sabtu (20/06/2026).
Baca Juga : BPN Situbondo Klarifikasi SHAT Curah Jeru, Biaya Wajar Hanya Rp 150 Ribu hingga Rp 300 Ribu
Forum Bukan Sekadar Tempat Berdebat
Prof M Nuh menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar tempat adu argumen, melainkan ruang untuk menyempurnakan berbagai pandangan demi melahirkan keputusan yang maslahat.
"Karena itu, media diharapkan aktif mengikuti setiap sidang komisi dan menyampaikan kepada publik apa yang menjadi perhatian dari Nahdlatul Ulama baik di lingkungan organisasinya sendiri maupun untuk bangsa dan kemanusiaan serta peradaban," tambahnya.
Hasil Kolaborasi PBNU, PWNU, dan Ponpes Al-Falah Ploso
Sementara itu, Ketua Organizing Committee Munas-Konbes PBNU 2026 Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, penyelenggaraan forum kali ini merupakan hasil kolaborasi antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), dan keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Ploso.
"Kolaborasi inilah yang kemudian kita bisa membuat satu perencanaan, dan kita laksanakan meskipun waktunya sangat pendek. Saya ingin berterima kasih kepada Ponpes Al-Falah Ploso yang telah bekerja keras, membentuk panitia yang cekatan, efektif. Sekaligus juga bekerja pada beberapa hari terakhir ini, 24 jam penuh," ujar Gus Ipul.
Perbedaan Munas dan Konbes
KH Amin Said Husni menambahkan, Munas dan Konbes adalah dua forum yang berbeda, tapi selalu digelar bersamaan. Munas diikuti utusan syuriah dari seluruh Indonesia dan membahas masalah keagamaan (diniyah), baik yang sifatnya faktual (waqi'iyah), tematik (maudhu'iyah), maupun terkait aturan (qanuniyah). Adapun Konbes diikuti unsur tanfidziyah dan berwenang membahas berbagai peraturan organisasi, termasuk yang berkaitan dengan AD/ART.
Baca Juga : Hadiri Semaan 56 Khataman, Gubernur Khofifah Apresiasi Antusiasme Warga Kota Blitar Mendoakan Bung Karno
"Kita punya 38 PWNU se-Indonesia sehingga Konbes itu diikuti oleh 38 provinsi masing-masing 3 orang. Demikian juga Munas itu diikuti oleh 38 kepengurusan syuriah masing-masing 3 orang sehingga utusan PWNU itu masing-masing adalah 6 orang, 3 untuk munas dan 3 untuk konbes," pungkasnya.
Lokasi dan Waktu Pelaksanaan
Munas dan Konbes PBNU 2026 akan berlangsung di dua wilayah. Pembukaan dan rapat-rapat pleno akan berlangsung pada 20-22 Juni 2026 di Ponpes Al-Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri. Sementara penutupan direncanakan digelar di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, pada 23 Juni 2026 mendatang.