JATIMTIMES - Muncul banner berisi kalimat bernada provokatif dalam aksi damai dukungan program makan bergizi gratis (MBG) yang digelar pada Sabtu (20/6/2026).
Banner tersebut berisi kalimat 'Usir Mahasewa yang Mengaku Mahasiswa dari Bumi Arema' dengan menggunakan #gerakandukungprabowo.
Baca Juga : Munas II Aremania Utas di Hotel Selecta Diikuti 10 Calon Presidium Baru
Hal itu dinilai mencederai semangat energi positif yang digaungkan dalam aksi damai tersebut. "Justru saya datang ke sini saya bawa energi yang positif, gitu loh," ujar Ketua DPC Gerindra Kota Malang, Moreno Soeprapto saat ditemui usai aksi.
Meski bertajuk aksi damai, aksi tersebut memang dinilai sarat sebagai aksi tandingan. Pasalnya, aksi damai itu digelar di tengah maraknya gelombang penolakan program MBG di berbagai daerah.
Bahkan sampai saat ini, aksi penolakan tersebut masih terus disuarakan oleh kalangan mahasiswa di Jakarta. Sedangkan di Kota Malang, penghentian program MBG juga menjadi salah satu tuntutan yang disuarakan oleh mahasiswa saat menggelar aksi pada Senin (15/6/2026) dan Rabu (17/6/2026).
Di sisi lain, meskipun dibalut dalam aksi damai, kegiatan tersebut ditangkap sebagai sebuah kekhawatiran yang berlebihan bagi para pelaku mitra SPPG sebagai pelaksana program MBG. "Aksi tandingan ini sangat tidak perlu, ini kekhawatiran yang berlebihan," jelas Pemerhati Kebijakan Publik, Coqi Basil.
Baca Juga : Banyak Gelombang Penolakan, Gerindra Ngotot MBG Jadi Kebutuhan Mayor di Sektor Pendidikan
Menurutnya, jika memang pelaksanaan MBG menuai banyak kritik dan penolakan, yang seharusnya dilakukan adalah evaluasi bagi seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan MBG. "Yang dilakukan seharusnya melakukan evaluasi diri, bukan aksi tandingan," pungkasnya.