free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pendidikan

Pisah Kenang MIN 1 Kota Malang, Lulusan Diajak Menggapai Cita-cita Tanpa Meninggalkan Al-Qur'an

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

15 - Jun - 2026, 16:49

Loading Placeholder
Pisah Kenang dan Imtihan siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang Tahun Ajaran 2025/2026 di Gedung Graha Cakrawala UM, Senin, (15/6/2026) (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Suasana haru dan penuh rasa syukur mewarnai kegiatan Pisah Kenang dan Imtihan siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang Tahun Ajaran 2025/2026 di Gedung Graha Cakrawala UM, Senin (15/6/2026). Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan pendidikan dasar ratusan siswa yang telah menempuh proses pembelajaran selama enam tahun di madrasah unggulan tersebut.

Dalam kegiatan yang dihadiri orang tua, guru, komite madrasah, serta jajaran Kementerian Agama itu, berbagai capaian akademik dan nonakademik MIN 1 Kota Malang turut dipaparkan sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus kebanggaan atas hasil pendidikan yang telah dijalankan.

4

Kepala MIN 1 Kota Malang, Hj. Siti Aisah, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan dasar mereka. Ia juga memberikan penghargaan tinggi kepada para orang tua yang mendampingi putra-putrinya, terutama saat masa pandemi Covid-19 yang menjadi bagian dari perjalanan enam tahun angkatan tersebut.

Baca Juga : 7 Doa dan Amalan Awal Tahun Muharram, Dibaca dari Setelah Asar 

“Enam tahun lalu bapak ibu menitipkan amanah yang sangat berharga kepada kami. Pada tahun yang sama pandemi datang sehingga anak-anak harus belajar bersama laptop dan handphone dari rumah. Saat itu bapak ibu menjadi guru sejati yang mendampingi putra-putrinya belajar setiap hari. Karena itu kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh wali murid,” ujar Siti Aisah.

1

Ia menegaskan bahwa keberhasilan para siswa merupakan hasil sinergi antara madrasah, orang tua, komite, serta dukungan Kementerian Agama. Menurutnya, selama enam tahun para siswa tidak hanya dibimbing dalam bidang akademik, tetapi juga dibentuk karakter dan spiritualitasnya melalui nilai-nilai Islam.

Pada kesempatan tersebut, MIN 1 Kota Malang juga memaparkan sederet prestasi yang diraih sepanjang tahun ajaran 2025/2026. Madrasah ini tercatat sebagai Juara Umum HIMSO, penyumbang medali emas terbanyak dalam Olimpiade Madrasah Indonesia, sekolah terbaik pada International Kangaroo Mathematics Contest, Madrasah Literasi tingkat nasional, serta Madrasah Adiwiyata.

Dari sisi prestasi siswa, MIN 1 Kota Malang membukukan 554 prestasi tingkat kabupaten/kota, 301 prestasi tingkat provinsi, 669 prestasi tingkat nasional, dan 400 prestasi tingkat internasional. Total capaian yang berhasil diraih sepanjang Juli 2025 hingga Mei 2026 mencapai 1.924 prestasi.

Capaian akademik siswa juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Nilai tertinggi Tes Kemampuan Akademik (TKA) mencapai 196,67 dan diraih oleh tiga siswa. Nilai sempurna 100 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia diraih empat siswa, demikian pula nilai 100 untuk mata pelajaran Matematika diraih empat siswa.

Rata-rata TKA Bahasa Indonesia siswa MIN 1 Kota Malang mencapai 84, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 60,14 dan rata-rata Provinsi Jawa Timur sebesar 62,74. Untuk Matematika, rata-rata siswa MIN 1 Kota Malang mencapai 71, melampaui rata-rata nasional 43,41 dan rata-rata provinsi 46,77.

2

Ketua Komite MIN 1 Kota Malang, Prof. Dr. Rifa Hidayah, M.Si., Psikolog, menilai keberhasilan para siswa tidak lepas dari kolaborasi antara keluarga dan madrasah. Ia menyampaikan terima kasih kepada para guru yang telah mendampingi siswa selama enam tahun terakhir.

“Keberhasilan ini tentu juga ada orang hebat yang mendampingi, yaitu ayah bunda dan para guru semuanya. Kami mewakili komite madrasah mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru yang telah tulus mencerdaskan dan mendidik putra-putri kami,” katanya.

Rifa juga mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua terhadap anak di era digital. Berdasarkan hasil survei yang ia sampaikan, lebih dari 71,3 persen anak telah memiliki gawai pribadi dan sebagian besar menggunakannya secara berlebihan.

“Penggunaan gadget yang berlebihan dapat memengaruhi perilaku, emosi, kemampuan sosial, bahkan prestasi belajar anak. Karena itu kebiasaan baik yang telah ditanamkan madrasah harus terus dilanjutkan di rumah,” ujarnya.

3

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, Achmad Shampton, S.HI., M.Ag., mengajak seluruh pihak untuk melihat keberhasilan pendidikan bukan hanya dari banyaknya prestasi yang diraih, tetapi juga dari proses pembentukan karakter siswa.

Menurutnya, madrasah memiliki tanggung jawab untuk menjadikan siswa yang sudah baik menjadi lebih baik lagi melalui pembiasaan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Berbuat baik itu mudah, tetapi selalu berbuat baik adalah sesuatu yang tidak mudah. Karena itu pembangunan karakter tidak boleh berhenti pada teori, tetapi harus diwujudkan dalam kebiasaan dan pendampingan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Baca Juga : Presiden RI ke-5 Megawati Resmikan Revitalisasi Istana Gebang, Perkuat Blitar sebagai Kota Bung Karno

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan di MIN 1 Kota Malang.

“Saya mengucapkan selamat untuk anak-anak MIN 1 Kota Malang yang hari ini bertasyakur dilepas. Semoga ilmu yang didapat menjadi pondasi untuk mewujudkan mimpi-mimpi besar mereka di masa depan,” katanya.

6

Dukungan terhadap pendidikan karakter juga disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I. Dalam pesannya, ia menekankan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua dan guru.

Menurutnya, salah satu tugas utama orang tua adalah menjaga fitrah anak, mengajarkan agama, membentuk akhlak, melatih pengendalian diri, memberikan nafkah yang halal, serta senantiasa mendoakan putra-putrinya.

“Kalau anak ingin jujur, maka orang tuanya jangan berbohong. Kalau anak ingin berakhlak baik, maka guru dan orang tua harus memberikan keteladanan. Anak-anak lebih banyak belajar dari contoh dibandingkan nasihat,” ujarnya.

Sruji Bahtiar juga mengingatkan pentingnya menjaga asupan yang halal serta membangun budaya doa dalam keluarga agar tumbuh generasi yang saleh, berakhlakul karimah, dan mandiri.

Menutup sambutannya, Siti Aisah berpesan kepada para lulusan agar tetap menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup saat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Gantungkan cita-citamu setinggi langit, tetapi tetaplah membumi dengan Al-Qur'an di dadamu. Jangan pernah meninggalkan salat, jadilah generasi Qurani, hormati orang tua dan guru di mana pun kalian berada,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa meski para siswa telah meninggalkan bangku MIN 1 Kota Malang, madrasah akan selalu menjadi rumah yang terbuka bagi mereka. “Selamat jalan anak-anakku. Kejarlah cita-cita dan harapanmu. Terbanglah tinggi, namun jangan pernah lupa untuk tetap membumi dengan Al-Qur'an di dalam dadamu,” pungkasnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---