JATIMTIMES - Akses jalan nasional Tulungagung–Trenggalek di kawasan Jembatan Gondang I akhirnya resmi ditutup. Berdasarkan pantauan terbaru pada Kamis, 4 Juni 2026, Jembatan Gondang I akan menjalani perbaikan besar-besaran.
Seluruh struktur jembatan rencananya dibongkar total karena kondisi konstruksi dinilai membutuhkan penanganan serius. Proyek tersebut diperkirakan berlangsung hingga 11 Desember 2026 atau sekitar enam bulan masa pengerjaan.
Baca Juga : Bangunan di Jembatan Semeru Disorot, Pemilik Diminta Kooperatif Bongkar Mandiri
Selama proyek berlangsung, akses utama penghubung Tulungagung dan Trenggalek akan ditutup total. Arus kendaraan dari kedua arah nantinya dialihkan menuju sejumlah jalur alternatif yang sudah disiapkan oleh pihak kepolisian dan instansi terkait.
Satlantas Polres Tulungagung juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kepadatan kendaraan selama masa penutupan jembatan berlangsung. Pengguna jalan diimbau memperhatikan petunjuk arah dan mematuhi arahan petugas di lapangan agar perjalanan tetap aman dan lancar.
Untuk kendaraan besar seperti truk roda enam dari arah Trenggalek, jalur pengalihan akan melewati simpang empat Durenan menuju Bandung, kemudian diteruskan ke Pakel, Campurdarat, Boyolangu hingga simpang empat Tamanan.
Sementara itu, kendaraan roda dua dan roda empat masih dapat menggunakan jalur alternatif lain. Pengendara bisa melewati simpang tiga Gondang menuju Polsek Kalangbret maupun melalui jalur Balai Desa Bendungan yang terhubung ke Jalan Raya Mojoarum.
Estu (24), warga asal Desa Kendal, Gondang, Tulungagung, sebagai salah satu pengendara yang melintas juga menjelaskan jalur alternatif yang biasa dilintasi oleh kendaraan roda empat seperti mobil, kini dialihkan melalui simpang tiga Gondang ke arah Mojoarum.
"Kalau kendaraan besar atau truk, infonya diarahkan dari simpang empat Tamanan ke arah selatan menuju Campurdarat," ungkapnya saat dimintai keterangan pada Kamis sore, 4 Juni 2026.
Berdasarkan info dari laman resmi Humas Polri, penutupan jalan semula dijadwalkan dimulai pada Jumat, 29 Mei 2026 lalu. Namun karena adanya keterlambatan pengiriman alat berat untuk proyek perbaikan jembatan, jadwal tersebut diundur hingga Selasa siang (2/6), pukul 14.00 WIB.
Penundaan tersebut sempat membuat masyarakat yang biasa melintas di jalur utama Tulungagung–Trenggalek masih bisa menggunakan akses jalan tersebut untuk sementara waktu.
Meski demikian, warga kini diminta tetap bersiap menghadapi pengalihan arus lalu lintas karena proyek perbaikan jembatan dipastikan tetap berjalan dalam waktu dekat. Bahkan polisi akan memberikan sanksi tilang bagi bus dan truk yang nekat melintasi jembatan tersebut.
Baca Juga : Distribusikan Minyakita ke Pasar Pantauan, Disperindag Tulungagung Pastikan Stok Aman
KBO Lantas Satlantas Polres Tulungagung Iptu Ahmad Zainudin menjelaskan, pihak pelaksana pembangunan Jembatan Gondang I telah memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas penundaan jadwal penutupan jembatan.
“Penutupan total akses Jalan Nasional Tulungagung-Trenggalek yang sebelumnya direncanakan dimulai Jumat 29 Mei 2026 ditunda dan akan mulai dilaksanakan pada Selasa, 2 Juni 2026 pukul 14.00 WIB,” ujar Iptu Ahmad Zainudin.
Menurut dia, keterlambatan alat berat menjadi penyebab utama mundurnya jadwal penutupan jalan. Alat tersebut diperlukan untuk proses pembongkaran dan penggantian struktur jembatan secara menyeluruh.
Pihak kepolisian berharap masyarakat dapat menyesuaikan waktu dan rute perjalanan sejak awal agar tidak terjebak kepadatan kendaraan saat penutupan mulai diberlakukan. Selain itu, pengguna jalan juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena diperkirakan volume kendaraan di jalur alternatif akan mengalami peningkatan.
“Kami mengimbau masyarakat agar menyesuaikan rute perjalanan dan tetap berhati-hati selama masa rekayasa lalu lintas diberlakukan,” pungkas Ahmad Zainudin.
Penutupan Jembatan Gondang I diperkirakan akan berdampak cukup besar terhadap mobilitas warga maupun distribusi barang antarwilayah. Sebab, jalur tersebut selama ini menjadi akses utama penghubung Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek yang ramai dilalui kendaraan pribadi maupun kendaraan logistik.