JATIMTIMES - Pemerintah Kota Madiun menggelar bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bertajuk “1001 Malam Fest” untuk memeriahkan libur panjang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Pahlawan Street Center (PSC) tersebut berlangsung mulai 26 Mei hingga 1 Juni 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disnaker KUKM) Kota Madiun itu menghadirkan puluhan pelaku UMKM lokal dengan beragam produk unggulan, mulai dari kuliner, fesyen hingga produk kreatif. Selain menjadi sarana promosi, bazar tersebut diharapkan mampu meningkatkan transaksi dan perputaran ekonomi masyarakat selama masa libur panjang.
Baca Juga : Sejarah dan Makna Hari Raya Waisak, Mengenang Tiga Peristiwa Suci Kehidupan Sang Buddha
Pembukaan acara dilakukan langsung oleh Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, yang menandai dimulainya rangkaian kegiatan UMKM dengan tema nuansa Timur Tengah atau Arabian Night. Kawasan PSC pun dihiasi berbagai dekorasi khas Timur Tengah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Dalam keterangannya, Bagus Panuntun menyebut pemerintah sengaja memanfaatkan momentum libur panjang untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat menarik masyarakat sekaligus mendukung pelaku usaha lokal.
“Kita membuka bazar UMKM dengan tema 1001 Malam Fest selama libur panjang Iduladha sampai Senin tanggal 1 Juni mendatang,” ujar Bagus Panuntun.
Menurutnya, Pemkot Madiun telah menyiapkan tujuh agenda kegiatan yang menjadi wadah promosi bagi para pelaku UMKM binaan. Seluruh tenant yang mengikuti kegiatan tersebut juga mendapatkan fasilitas secara gratis dari pemerintah.
“Kita ada tujuh event untuk memfasilitasi UMKM. Nanti dipilih mana yang sesuai dengan tema,” katanya.
Bagus menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha yang terlibat telah melalui proses kurasi sehingga kualitas produk yang dipasarkan tetap terjaga dan layak dikonsumsi masyarakat.
Baca Juga : Rencana Tower BTS di SDN Kotalama, Pemkot Malang Ngaku Belum Terima Pengajuan Izin
“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas makanan maupun produk yang dijual di bazar ini,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkot Madiun juga menerapkan sistem Point of Sale (POS) dalam setiap transaksi selama kegiatan berlangsung. Sistem tersebut digunakan untuk memantau volume transaksi sekaligus mengukur pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan dari kegiatan UMKM tersebut.
“Data transaksi nantinya akan menjadi indikator untuk memantau perkembangan pertumbuhan ekonomi di Kota Madiun,” tambah Bagus Panuntun.
Melalui penyelenggaraan “1001 Malam Fest”, Pemerintah Kota Madiun berharap sektor UMKM semakin berkembang, kunjungan masyarakat ke kawasan PSC meningkat, serta perputaran ekonomi daerah dapat terus tumbuh selama momentum libur Iduladha.