JATIMTIMES - Tradisi Idul Adha di lingkungan MIN 2 Kota Malang tahun ini kembali dikemas melalui rangkaian kegiatan bertajuk Gema Dzulhijjah. Tak sekadar penyembelihan hewan kurban, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi para siswa untuk memahami arti pengorbanan, keikhlasan, hingga perjuangan meraih masa depan.
Kepala MIN 2 Kota Malang Nanang Sukmawan mengatakan, Gema Dzulhijjah menjadi agenda rutin madrasah setiap tahun. Kegiatan itu meliputi manasik haji, penghimpunan hewan kurban, penyembelihan, hingga pembagian daging kepada masyarakat.
Baca Juga : Idul Adha di Tengah Tekanan Ekonomi, Kemenag Kota Malang Tekankan ASN Harus Banyak Berbagi
“Kami dari MIN 2 Kota Malang, inilah agenda rutin untuk giat Gema Dzulhijjah. Di tahun ini rangkainnya adalah manasik haji, kemudian penghimpunan hewan kurban, pemotongan hewan kurban, dan pembagian daging kurban,” ujar Nanang.
Menurut Nanang, nilai utama yang ingin ditanamkan kepada siswa adalah keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menjalankan perintah Allah SWT. Nilai itu kemudian diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari anak-anak sebagai bentuk pengorbanan untuk mencapai cita-cita.
“Dan di era sekarang ini, kita ingin pembelajaran pada anak-anak bahwa berkorban apa pun untuk meraih kesuksesan, apalagi seorang pelajar, ini perlu dilatih sejak dini,” katanya.
Ia menjelaskan, semangat berkorban yang diajarkan tidak selalu berbentuk materi. Anak-anak diajak memahami pentingnya mengorbankan waktu bermain demi belajar, lebih fokus mengikuti pelajaran, hingga belajar menyisihkan uang saku untuk latihan berkurban.
“Makna-makna sederhana ini yang kita tanamkan kepada anak-anak,” imbuhnya.
Nanang berharap pengalaman mengikuti kegiatan kurban di madrasah dapat menjadi bekal mental bagi siswa dalam menghadapi masa depan. Menurutnya, karakter disiplin, empati, dan semangat berbagi perlu dipupuk sejak usia dini.
https://risetcdn.jatimtimes.com/images/2026/05/28/e3ca7f89541e.jpg
Sementara itu, Ketua Pelaksana Gema Dzulhijjah MIN 2 Kota Malang M Gharib menjelaskan, kegiatan tahun ini dibagi dalam dua agenda besar. Pertama adalah manasik haji yang telah dilaksanakan pada Senin (25/5/2026) lalu dan diikuti siswa kelas 3 hingga kelas 5.
“Kegiatan ini temanya adalah Gema Dzulhijjah. Dalam kegiatan Gema Dzulhijjah ini ada dua kegiatan besar. Yang pertama adalah manasik haji yang dilaksanakan pada tanggal 25, hari Senin kemarin,” jelasnya.
Melalui manasik haji, pihak madrasah ingin mengenalkan dasar-dasar ilmu haji sekaligus menanamkan impian kepada anak-anak agar kelak memiliki keinginan untuk menunaikan ibadah haji.
Baca Juga : Aksi Green Kurban, DPC PDIP Magetan Bagikan Daging Pakai Besek dan Daun Jati
“Minimal kami sudah meletakkan semangat anak-anak, misalnya nanti kalau mereka sudah dewasa, kalau sudah bekerja, ingin menabung untuk haji,” ungkap Gharib.
Agenda kedua yakni penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan pada H+1 Iduladha. Tahun ini, MIN 2 Kota Malang berhasil menghimpun empat ekor sapi dan lima ekor kambing.
Empat sapi tersebut berasal dari berbagai sumber. Satu sapi merupakan hasil patungan guru dan karyawan madrasah yang dikumpulkan melalui sistem tabungan rutin setiap bulan. Satu sapi lainnya berasal dari patungan wali murid. Sedangkan dua sapi merupakan hasil sedekah dan latihan kurban para siswa.
Tak hanya sapi, lima ekor kambing juga berasal dari partisipasi sejumlah kelas di MIN 2 Kota Malang. Menurut Gharib, jumlah hewan kurban tahun ini relatif stabil dibanding tahun sebelumnya, meski komposisinya berubah.
“Kalau kemarin tiga ekor sapi tapi kambingnya banyak. Nah, untuk ini dibelikan dua ekor sapi langsung,” katanya.
Daging kurban nantinya diprioritaskan untuk keluarga siswa kurang mampu, masyarakat sekitar madrasah, hingga lingkungan guru dan karyawan. Nanang menyebut, pembagian itu menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus rasa terima kasih kepada warga sekitar yang selama ini hidup berdampingan dengan madrasah.
“Karena kami sadari MIN 2 Malang berada di tengah kampung, sehingga kami kesehariannya interaksi dengan mereka,” pungkasnya.