free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Kuliner

TradiSea Rooms & Resto: Ketika Sebuah Meja Makan Menjadi Cara Pulang

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Dede Nana

13 - May - 2026, 16:10

Loading Placeholder
Menu TradiSea Rooms & Resto berlatar Bupati Situbondo bersama forkopimda saat persemian, Rabu (13/5/2026). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES

JATIMTIMES – Siang itu, aroma rempah bercampur angin pesisir menyambut setiap orang yang melangkah ke sudut pojok Alun-alun Situbondo. Di tengah riuh kendaraan dan wajah kota yang terus bergerak, sebuah bangunan lama berdiri dengan napas baru. 

Kayu-kayu daur ulang tersusun hangat, lampu temaram memantul di dinding bernuansa modern tropis, sementara sajian laut segar mulai dihidangkan satu per satu di atas meja makan. Namanya TradiSea Rooms & Resto.

Baca Juga : Dapur MBG Masuk Lapas, Juru Masaknya Warga Binaan? 

Restoran sekaligus penginapan yang resmi diluncurkan pada Rabu (13/5/2026) itu bukan sekadar tempat menikmati makanan atau bermalam. TradiSea datang membawa gagasan yang lebih dalam, tentang keberlanjutan, tentang kedekatan manusia dengan alam, dan tentang cara pulang ke tanah kelahiran melalui sebuah usaha.

Owner TradiSea, Febriati Nadira, menyebut konsep yang diusung adalah from farm to table. Sebuah filosofi yang menghubungkan makanan dengan asal-usulnya—dari tangan petani, nelayan, hingga peternak lokal Situbondo sebelum akhirnya tersaji di meja pengunjung.

"Konsepnya sustainability sebenarnya, jadi benchmark-nya untuk bisnis yang mengedepankan keberlanjutan," ujar Febriati Nadira.

Bagi Nadira, makanan bukan hanya urusan rasa. Ada cerita panjang di balik setiap bahan pangan yang diolah. Ada petani yang menanam, ada nelayan yang melaut sebelum subuh, ada peternak yang menjaga kualitas hasil ternaknya. Semua proses itu, menurutnya, layak dihargai dan dihadirkan kembali dalam pengalaman kuliner yang lebih personal.

Karena itu, TradiSea tidak hanya membeli bahan baku lalu mengolahnya. Mereka mulai membangun rantai usaha dari hulu. Salah satunya melalui pengembangan peternakan ayam cage free bersama anak-anak muda di Situbondo.

"Kita lagi mengembangkan peternakan ayam yang cage free, yang tidak di kandang," katanya.

Semangat ramah lingkungan juga terasa sejak pertama kali memasuki bangunan TradiSea. Tempat itu dulunya merupakan bangunan lama yang kemudian direvitalisasi tanpa menghilangkan karakter aslinya. Kayu-kayu bekas dipoles ulang, pintu lama dipertahankan, lalu dipadukan dengan desain modern yang sederhana namun hangat.

"Ini bangunan lama, kita recycle dengan sentuhan modern. Semua kayu-kayu ini kita pakai kayu recycle termasuk pintu, tapi ada sentuhan modernnya," jelas Nadira.

Bahkan detail kecil seperti perlengkapan kamar pun dipilih dengan pertimbangan keberlanjutan. Sabun mandi yang digunakan, misalnya, dirancang agar tetap aman bagi lingkungan.

"Bahkan sampai sabun mandi nanti yang di kamar-kamar itu semuanya pH-nya baik dan ramah terhadap lingkungan," tambahnya.

Namun lebih dari sekadar bisnis hijau, TradiSea juga menjadi cerita tentang seseorang yang memutuskan kembali ke kampung halaman. Nadira mengaku memilih Situbondo bukan semata melihat peluang pasar, tetapi karena ada ikatan emosional yang tak pernah benar-benar pergi.

"Karena saya lahir di sini. Ini kontribusi saya dan keluarga untuk tanah kelahiran. Jadi waktunya pulang," ucapnya pelan.

Di matanya, Situbondo menyimpan potensi besar sebagai kota pesisir di jalur Pantura. Arus kendaraan yang tak pernah benar-benar sepi, ditambah rencana pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, diyakini akan membuka peluang baru bagi sektor wisata dan ekonomi kreatif.

"Market-nya ada, demand ada, tapi supply-nya masih belum banyak. Sebagai kota pesisir jalur Pantura itu sudah potensi tersendiri," katanya.

Baca Juga : Gandeng Danone, BGN Diduga Langgar Aturan Soal Promosi Susu Formula

Di tengah tren industri kuliner yang serba cepat dan seragam, TradiSea justru memilih berjalan lebih pelan. Mereka mencoba menghadirkan ruang yang membuat orang betah duduk lebih lama, menikmati makanan sambil mendengar cerita tentang asal bahan yang disajikan.

Konsep bisnis berbasis ESG (environmental, social, governance) yang mereka usung pun dinilai menjadi peluang tersendiri di tengah meningkatnya kesadaran wisatawan terhadap isu keberlanjutan.

"Bisnis ini bisnis yang green, yang ESG. Mudah-mudahan jadi pilihan tidak hanya buat warga lokal dan Indonesia, tapi juga warga mancanegara," tutur Nadira.

Peresmian TradiSea juga mendapat sambutan hangat dari Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Menurutnya, kehadiran tempat baru di kawasan Alun-alun menjadi tanda bahwa wajah kota mulai bergerak dan hidup.

"Bangga sekali, akhirnya kawasan alun-alun tidak ada yang mati," ujar Rio usai meresmikan TradiSea.

Mas Rio, sapaan akrabnya, menilai TradiSea bukan hanya tempat makan dan menginap, tetapi juga bagian dari upaya memperkenalkan identitas baru Situbondo kepada wisatawan.

"Memang ini wajah Situbondo. Kita support ketika ada ide tentang TradiSea ini karena bagian dari upaya memperkenalkan Situbondo," katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah Nadira yang memilih pulang dan membangun daerah asalnya melalui investasi yang membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Terima kasih kepada Mbak Ira yang sudah mau investasi di kampung halaman. Seperti tadi, waktunya pulang," ujarnya.

Kini, dari sudut kecil di pojok Alun-alun Situbondo, TradiSea mencoba menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar tempat singgah. Ada cerita tentang keberlanjutan, tentang merawat lingkungan, tentang menghidupkan ekonomi lokal, dan tentang seseorang yang memilih pulang untuk membangun tanah kelahirannya.

Sebab terkadang, sebuah meja makan bukan hanya tempat menikmati hidangan. Ia juga bisa menjadi ruang untuk merawat kenangan, mempertemukan cerita, dan menghidupkan harapan baru bagi sebuah kota di pesisir utara Jawa.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Dede Nana

Kuliner

Artikel terkait di Kuliner

--- Iklan Sponsor ---