JATIMTIMES - Dorongan Universitas Islam Malang (Unisma) untuk mempercepat transformasi global kini memasuki fase yang lebih konkret. Disela agenda internasional di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, belum lama ini, kampus yang punya slogan baru "Unisma Terbang Melesat" tersebut, memfinalisasi rencana kemitraan strategis dengan Seameo Voctech, dimana ini segera diformalkan melalui penandatanganan nota kesepahaman.
Pertemuan yang mempertemukan delegasi Unisma dengan pimpinan Seameo Voctech itu menjadi titik penting dalam merumuskan arah kolaborasi. Unisma diterima langsung oleh Deputy Director for Administration Pg. Haji Mohamad Sufri Bin Pg. Ali serta Deputy Director for Professional Affairs Dr. Paryono yang juga dikenal sebagai spesialis Technical and Vocational Education and Training (TVET). Dari forum ini, kedua pihak menyepakati kerangka awal kerja sama sekaligus peta jalan implementasi program.

Seameo Voctech sendiri merupakan pusat regional di bawah Southeast Asian Ministers of Education Organization yang berfokus pada pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi di kawasan Asia Tenggara. Lembaga yang berbasis di Brunei Darussalam ini memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui inovasi TVET, riset terapan, serta pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri regional.
Baca Juga : FHTB 2026 Resmi Dibuka, Sisa Makanan akan Didaur Ulang Jadi Pupuk dan Pakan Ternak
Kemitraan yang dijajaki bersama Unisma mengusung tema “Inclusive TVET for a Green and Digital Future”. Tema ini menegaskan pentingnya pendidikan vokasi yang inklusif, adaptif terhadap transformasi digital, sekaligus responsif terhadap isu keberlanjutan dan ekonomi hijau.
Unisma menempatkan kerja sama ini bukan sekadar perluasan jejaring internasional. Kampus ini berupaya membangun ekosistem pendidikan yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi masa depan. Pendekatan yang diusung mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan pengembangan teknologi mutakhir, termasuk dalam isu etika kecerdasan buatan.
Wakil Rektor I Unisma, dr. Hj. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D., menegaskan bahwa arah kolaborasi ini mencerminkan perubahan orientasi institusi. “Kami tidak ingin sekadar mengikuti perkembangan AI, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk arah pengembangannya dengan landasan etika dan keberlanjutan,” ujarnya.
Fokus kerja sama diarahkan pada penguatan TVET, pengembangan Artificial Intelligence dan Information and Communication Technology, serta peningkatan kapasitas dosen melalui lecturer training. Program-program tersebut akan dikemas dalam bentuk kursus singkat, sertifikasi internasional, hingga pengalaman langsung di industri melalui skema industry immersion bersama mitra regional.
Dalam pengembangannya, Fakultas Teknik Unisma diproyeksikan menjadi pusat unggulan dalam teknologi terapan berbasis AI, sistem cerdas, dan solusi digital. Langkah ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan industri dengan inovasi akademik yang relevan.

Wakil Rektor III Unisma, Dr. H. Muhammad Yunus, M.Pd., menekankan implikasi kerja sama ini terhadap kesiapan lulusan. “Ke depan, lulusan harus memiliki kompetensi digital, pengalaman global, serta kemampuan beradaptasi dalam ekonomi hijau. Kolaborasi ini membuka ruang nyata bagi mahasiswa untuk masuk ke ekosistem tersebut,” katanya.
Baca Juga : Ternyata Ada Nabi dan Sahabat yang Pernah Menunda Haji Selama Empat Tahun
Pada tahap awal, kedua pihak merancang sejumlah program strategis seperti joint research di bidang AI terapan, mobilitas akademik lintas negara, serta inkubasi inovasi digital yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Inisiatif ini dinilai penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan pendidikan vokasi berbasis teknologi di Asia Tenggara.
Selain itu, kolaborasi ini juga dirancang sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals, khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, inovasi, dan respons terhadap perubahan iklim melalui penguatan keterampilan hijau dalam pendidikan vokasi.
Dengan pendekatan inclusive TVET, Unisma memposisikan pendidikan sebagai instrumen strategis dalam menyiapkan tenaga kerja masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif secara digital dan memiliki kesadaran terhadap keberlanjutan.