free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Olahraga

Aturan Baru Piala Dunia 2026: FIFA Siapkan Reset Kartu Kuning, Pemain Bintang Bisa Selamat

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

29 - Apr - 2026, 09:10

Loading Placeholder
Logo Piala Dunia 2026. (Foto: Wikipedia)

JATIMTIMES - FIFA dikabarkan tengah menyiapkan perubahan besar terkait aturan kartu kuning menjelang Piala Dunia FIFA 2026. Regulasi baru ini disebut dapat menjadi kabar baik bagi seluruh peserta karena berpotensi mengurangi risiko pemain inti absen akibat akumulasi kartu saat memasuki fase gugur.

Kabar tersebut mencuat seiring semakin dekatnya persiapan turnamen edisi 2026 yang akan menjadi salah satu Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah. Selain jumlah peserta yang bertambah, format kompetisi juga berubah sehingga FIFA dinilai perlu menyesuaikan sejumlah aturan agar turnamen tetap kompetitif dan adil.

Baca Juga : MAN Kota Batu Borong Juara FLS3N 2026, Sabet 3 Podium Pertama untuk Wakili Daerah ke Tingkat Provinsi

Menurut laporan The Athletic, perubahan sistem kartu kuning kini sedang dibahas serius oleh FIFA. Jika resmi diterapkan, kebijakan ini dapat memengaruhi strategi setiap negara peserta sejak babak penyisihan grup hingga semifinal.

Piala Dunia FIFA 2026 akan digelar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini juga akan diikuti 48 tim nasional, meningkat dari sebelumnya 32 peserta.

Dengan bertambahnya jumlah tim, otomatis jumlah pertandingan juga meningkat. Tim yang mampu melangkah jauh berpotensi memainkan lebih banyak laga dibanding edisi sebelumnya. Situasi inilah yang disebut menjadi salah satu alasan FIFA mengevaluasi aturan akumulasi kartu kuning.

Dalam format baru, akan ada babak 32 besar sebelum masuk ke 16 besar, perempat final, semifinal, hingga final. Artinya, pemain harus melewati lebih banyak pertandingan untuk menjadi juara.

Aturan Lama Dinilai Merugikan Tim Besar

Selama ini, pemain yang menerima dua kartu kuning dalam fase tertentu harus menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan. Sistem tersebut kerap menuai kritik karena sering membuat pemain penting absen di laga penentuan.

Banyak tim merasa dirugikan ketika pemain andalan harus menepi hanya karena akumulasi kartu dari pertandingan sebelumnya. Dalam turnamen seketat Piala Dunia, kehilangan satu pemain inti bisa berdampak besar terhadap hasil akhir.

Tak sedikit pelatih akhirnya terpaksa melakukan rotasi atau menarik pemain lebih awal demi menghindari risiko kartu tambahan.

FIFA Siapkan Sistem Reset Kartu Kuning

Dalam wacana terbaru, FIFA disebut akan menerapkan mekanisme reset kartu kuning setelah fase grup berakhir. Artinya, kartu kuning yang diterima pemain di babak penyisihan tidak lagi terbawa ke fase knockout.

Jika sistem ini berlaku, pemain yang mendapat satu kartu kuning di fase grup tetap bisa tampil di babak 32 besar tanpa ancaman skorsing otomatis. Kebijakan tersebut dinilai memberi ruang lebih adil bagi tim untuk menurunkan skuad terbaik.

Bukan hanya itu. FIFA juga disebut mempertimbangkan pengaturan ulang akumulasi di fase berikutnya sehingga hukuman larangan bermain tidak terlalu cepat dijatuhkan.

Salah satu dampak terbesar dari aturan baru ini adalah peluang pemain-pemain bintang tampil lebih konsisten hingga fase akhir. Dalam skema yang dibahas, pemain bisa saja menerima beberapa kartu kuning hingga semifinal tanpa otomatis absen.

Baca Juga : Truk Bermuatan Pasir Ringsek Ditabrak KA Dhoho di Blitar

Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi peserta yang ingin menjaga kekuatan penuh saat laga besar. Penonton juga diuntungkan karena dapat menyaksikan para pemain terbaik tampil di pertandingan penting.

Jika sebelumnya banyak bintang absen karena akumulasi kartu, situasi serupa kemungkinan bisa diminimalkan pada Piala Dunia 2026.

Perubahan aturan kartu kuning diprediksi akan mengubah pendekatan banyak pelatih. Mereka tidak lagi terlalu khawatir memainkan pemain agresif atau bertahan keras selama masih dalam batas wajar.

Rotasi pemain juga bisa lebih fleksibel karena ancaman skorsing tidak datang terlalu cepat. Tim dapat fokus mengejar kemenangan tanpa dihantui kehilangan pemain kunci di babak selanjutnya.

Meski begitu, disiplin tetap menjadi faktor penting karena kartu merah dan pelanggaran berat tetap akan dikenai sanksi tegas.

Selain aturan kartu kuning, FIFA juga disebut sedang mengevaluasi beberapa kebijakan lain, termasuk penggunaan VAR atau video assistant referee.

Teknologi VAR diperkirakan akan mendapat penyesuaian demi meningkatkan transparansi keputusan wasit dan mempercepat jalannya pertandingan. FIFA ingin memastikan turnamen 2026 berjalan modern, adil, dan menarik untuk disaksikan.

Jika resmi disahkan, revisi aturan kartu kuning ini berpotensi menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah modern Piala Dunia. Sistem baru dianggap lebih relevan dengan format turnamen yang semakin panjang dan kompetitif.

Kini publik tinggal menunggu keputusan resmi dari FIFA dalam beberapa bulan ke depan. Jika benar diterapkan, maka Piala Dunia FIFA 2026 akan hadir dengan wajah baru yang lebih segar dan penuh kejutan.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

Olahraga

Artikel terkait di Olahraga

--- Iklan Sponsor ---