free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Hukum dan Kriminalitas

Marak Penipuan Jemaah Haji, Modus Update Data Berujung Rekening Terkuras

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

23 - Apr - 2026, 08:04

Loading Placeholder
Potret jemaah haji Indonesia. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Fenomena penipuan yang menyasar calon jemaah haji kembali mencuat. Dalam beberapa hari terakhir, laporan kasus terus bermunculan, dengan modus sederhana namun kerugiannya besar.

Dilansir dari akun resmi Kemenhaj, pelaku umumnya menghubungi korban melalui telepon dan mengaku sebagai petugas dari kementerian terkait urusan haji. Pelaku kemudian meminta korban melakukan pembaruan data pribadi dengan berbagai alasan administratif.

Baca Juga : Pasca Penantian Panjang SK TORA, Warga Tlekung Kini Sulap Lahan Hutan Jadi Wisata Edukasi Giri Murti

Sekilas terdengar meyakinkan, apalagi bagi calon jemaah yang memang sedang bersiap berangkat. Namun di balik itu, ada jebakan yang bisa berujung pada pembobolan rekening. Modus yang digunakan tergolong klasik, tetapi masih efektif. Pelaku menelepon korban, lalu memperkenalkan diri sebagai pihak dari instansi resmi seperti kementerian agama atau lembaga haji.

Setelah itu, korban diarahkan untuk memberikan data pribadi, mulai dari nomor identitas, hingga kode keamanan seperti PIN atau OTP. Tak jarang, pelaku juga mengirimkan tautan atau aplikasi yang diminta untuk diunduh korban dengan dalih verifikasi data. Padahal, di situlah titik awal kejahatan terjadi.

“Dan jangan pernah sekali-kali mengirimkan data pribadi, baik foto KTP atau bahkan nomor PIN atau OTP kepada si penelpon atau kepada siapapun,” demikian peringatan Kemenhaj. 

“Dan jangan klik link atau aplikasi dari nomor asing.” imbuh keterangannya. 

Menurut keterangan Kemenhaj, dalam beberapa hari terakhir, sekitar 10 hingga 20 calon jemaah haji di Sukabumi dilaporkan telah menerima telepon dengan modus serupa. Pihak kantor setempat pun langsung memberikan peringatan kepada masyarakat bahwa hal tersebut merupakan bentuk penipuan.

Korban diminta untuk tidak mudah percaya terhadap pihak yang menghubungi secara sepihak, apalagi jika meminta data sensitif. Dampak dari penipuan ini tidak main-main. Di Bekasi, bahkan sudah ada korban yang mengalami kerugian hingga Rp600 juta setelah mengikuti instruksi pelaku.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Kamis Kliwon 23 April 2026: Hari Baik Bepergian

Masyarakat diminta untuk selalu waspada. Jika menerima telepon mencurigakan, langkah terbaik yang bis dilakukan adalah tidak langsung percaya. Sebaliknya, calon jemaah disarankan untuk melakukan verifikasi langsung ke kantor resmi terkait agar mendapatkan informasi yang valid.

“Kalau ragu, lebih baik datang langsung ke kantor Kementerian Haji dan Umroh terdekat biar dapat info yang valid.” tandas Kemenhaj. 

Selain itu, penting untuk selalu menjaga kerahasiaan data pribadi dan tidak sembarangan membagikannya kepada pihak yang tidak jelas. Semoga informasi ini membantu. 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

Hukum dan Kriminalitas

Artikel terkait di Hukum dan Kriminalitas

--- Iklan Sponsor ---