JATIMTIMES - Tiga bersaudara Co-Founder Sungai Watch, yakni Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib, terus menggaungkan kampanye pelestarian sungai melalui aksi “River Run” dengan berlari dari Bali menuju Jakarta sejauh kurang lebih 1.200 kilometer, Minggu (19/4/2026). Mereka singgah di Pendopo Lokatantra, Kabupaten Lamongan dan disambut langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.
Dalam kegiatan tersebut, Gary menjelaskan bahwa misi utama River Run bukan sekadar lari jarak jauh, melainkan mengidentifikasi titik-titik sungai paling tercemar di Pulau Jawa serta membangun kolaborasi lintas daerah untuk penanganannya.
Baca Juga : Laka Maut: Satu Nyawa Melayang di Jalan Nasional Banyuwangi-Jember
“Kami ingin tahu sungai mana yang paling membutuhkan perhatian. Harapannya, data dan temuan ini bisa kami sampaikan hingga ke tingkat pusat, termasuk ke Istana Negara,” ujarnya.
Selama perjalanan, tim telah melintasi sejumlah wilayah di Jawa Timur, seperti Banyuwangi, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, Gresik, hingga Lamongan. Dari hasil pemantauan sementara, kondisi sungai di Lamongan dinilai relatif lebih bersih dibandingkan beberapa titik di Sidoarjo dan Surabaya bagian utara.
Sungai Watch sendiri telah berdiri selama enam tahun dan dikenal dengan inovasi pemasangan “trash barrier”, yakni jaring apung untuk menahan sampah agar tidak mengalir ke laut. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah hingga 30 kategori, seperti plastik kresek, botol PET, hingga kaleng, sebelum diolah kembali menjadi produk daur ulang.
Saat ini, yayasan tersebut didukung sekitar 170 staf yang bekerja setiap hari di berbagai sungai di Bali. Ke depan, mereka menargetkan ekspansi ke wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan membuka cabang baru.
Di Lamongan, kegiatan River Run juga melibatkan komunitas pelari lokal serta dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup setempat. Sebelumnya di Surabaya, aksi serupa berhasil menggerakkan lebih dari 100 peserta dalam kegiatan lari sambil kampanye lingkungan.
Selain aksi lapangan, Sungai Watch juga menggalang dana melalui program fundraiser, di mana setiap donasi satu dolar dikonversikan sebagai upaya pengangkatan satu kilogram sampah dari sungai.
“Kami ingin membangun ekosistem kolaborasi, bukan hanya membersihkan, tapi juga mengajak masyarakat, komunitas, dan pemerintah untuk terlibat langsung menjaga sungai,” katanya.
Baca Juga : Ramai Dihujat di TikTok, Dukungan ke Gubernur Malut Justru Lebih Kuat
Bupati Yuhronur Efendi menyambut positif kedatangan tim Sungai Watch dalam rangkaian kampanye “River Run” yang singgah di Lamongan, menurutnya kehadiran Sungai Watch menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan lingkungan yang telah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Lamongan, seperti program Lamongan Asri serta “Lamongan Resik Megilan”.
“Kami sangat senang atas kedatangan Sungai Watch di Lamongan. Ini sejalan dengan gerakan yang sudah kami luncurkan, yakni Lamongan Asri dan Lamongan Resik Megilan,” jelasnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi akan dijadikan sebagai langkah awal untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai komunitas di Lamongan.
“Momentum ini akan kami replikasi bersama komunitas lain. Tidak hanya komunitas lari, tetapi juga komunitas sepeda, motor, hingga kelompok masyarakat lainnya untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya sungai,” tuturnya.
Rencananya, tim akan melanjutkan kegiatan bersih sungai di beberapa titik di Lamongan, termasuk kawasan Babat, sebelum melanjutkan perjalanan menuju kota berikutnya dalam misi River Run menuju Jakarta.