free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Serba Serbi

Kalender Jawa Minggu Legi 19 April 2026: Hidupnya Penuh Ujian

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

19 - Apr - 2026, 06:32

Loading Placeholder
Ilustrasi berhasil melewati rintangan hidup. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Minggu (19 April 2026) bertepatan dengan pasaran Legi dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 2 Sela 1959 Tahun Dal dan berada dalam Wuku Wukir. Weton hari ini adalah Minggu Legi dengan jumlah neptu 10 (Minggu = 5, Legi = 5).

Dalam tradisi Jawa, weton masih dipercaya sebagai salah satu cara membaca karakter, peruntungan, hingga kecocokan jodoh. Tak sedikit yang menjadikannya acuan dalam menentukan hari baik, termasuk untuk memulai usaha, bepergian, hingga urusan rumah tangga.

Baca Juga : Hadiri Halalbihalal, Bupati Sanusi Apresiasi Eksistensi Komunitas Offroad dan Trail yang Miliki Jiwa Sosial Tinggi

Orang yang lahir pada weton Minggu Legi dikenal memiliki karakter unik. Keinginannya banyak, tetapi cenderung tertutup dalam mengungkapkan perasaan. Di balik sikapnya yang tenang, namun mampu menyelesaikan persoalan rumit. 

Kemampuan berpikirnya yang kritis membuatnya sering diandalkan dalam situasi sulit. Namun, sisi lain dari weton ini menunjukkan perjalanan hidup yang tidak selalu mulus.

Menurut primbon, Pangarasan Minggu Legi adalah Aras Pepet. Maknanya, hidup kerap diwarnai keprihatinan, serba kekurangan, dan apa yang diharapkan sering tidak mudah tercapai. Kondisi ini membuat pribadi Minggu Legi terbiasa kuat menghadapi tekanan hidup.

Sementara itu, Pancasuda weton ini adalah Sumur Sinaba. Filosofinya menggambarkan sosok yang menjadi sumber ilmu dan pengetahuan. Wawasan luas membuatnya sering dicari untuk dimintai nasihat. Perannya dalam keluarga juga cukup penting sebagai pelindung dan penyeimbang.

Hari ini berada dalam naungan Wuku Wukir yang dilambangkan dengan Bathara Mahayêkti. Wuku ini dikenal memiliki karakter rendah hati meski kerap menunjukkan pencapaian atau kekayaan di hadapan orang lain.

Simbol dalam Wuku Wukir cukup beragam. Gedhong di depan mencerminkan kecenderungan memperlihatkan hasil kerja atau kemapanan. Pohon nagasari melambangkan daya tarik dan tutur kata yang enak didengar, sehingga mudah disukai atasan maupun lingkungan sekitar.

Selain itu, burung manyar menjadi simbol ketangguhan dan kemampuan bersaing. Dalam posisi apa pun, karakter Wuku Wukir cenderung memiliki jiwa pemimpin dan mampu mengatur keadaan.

Baca Juga : Pemkab Malang: 2026 Tidak Ada Rencana PHK PPPK termasuk Paruh Waktu

Gambaran lain diibaratkan seperti gunung. Dari kejauhan tampak indah, namun ketika didekati terlihat terjal dan banyak tantangan. Hal ini menggambarkan kehidupan yang tampak mudah dari luar, tetapi sebenarnya penuh perjuangan dari dalam.

Ada pula simbol bahaya yang perlu diwaspadai, yakni potensi mengalami perlakuan tidak menyenangkan atau dianiaya. Dalam perhitungan arah, kala berada di Tenggara. Selama tujuh hari ke depan, arah tersebut sebaiknya dihindari untuk urusan penting.

Untuk aktivitas harian, Minggu Legi di Wuku Wukir dinilai cukup baik, terutama dalam bidang pertanian. Hari ini cocok dimanfaatkan untuk kegiatan pascapanen, seperti menyimpan hasil pertanian, termasuk padi, agar lebih awet dan membawa keberuntungan.

Dalam urusan karier, weton Minggu Legi (neptu 10) cenderung cocok pada pekerjaan yang melibatkan interaksi sosial. Profesi seperti guru, tenaga kesehatan, pemasaran, hingga wirausaha dinilai selaras dengan karakter komunikatif dan energinya.

Sementara dalam hal jodoh, kecocokan biasanya ditemukan dengan pasangan yang memiliki neptu 10 atau 15. Beberapa weton yang dinilai seimbang antara lain Jumat Kliwon, Sabtu Legi, dan Minggu Pahing. 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Serba Serbi

Artikel terkait di Serba Serbi

--- Iklan Sponsor ---