free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Ekonomi

Harga Bapokting di Kota Batu Diprediksi Terus Naik Jelang Lebaran, Ini Penjelasan Diskumperindag

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Dede Nana

28 - Feb - 2026, 16:16

Loading Placeholder
Sidak Bapokting di Kota Batu yang dilakukan Pemkot Batu beberapa waktu lalu sebelum momen pergantian tahun. Sejumlah komoditas penting di pasaran tengah mengalami kenaikan harga yang diprediksi masih terjadi hingga momen Lebaran mendatang karena ada faktor kendala produksi.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Masyarakat Kota Batu nampaknya harus mulai memperketat ikat pinggang. Harga komoditas beberapa bahan pokok penting (Bapokting) masih menunjukkan kenaikan di bulan puasa karena faktor kendala produksi. Diprediksi, hal ini terjadi dalam waktu dekat hingga menjelang momen Lebaran nanti.

Kenaikan harga ini dinilai bukan tanpa sebab. Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu, Nurbianto Puji, menjelaskan adanya anomali cuaca. Bulan Januari yang seharusnya basah oleh hujan justru cenderung kering, sehingga mengganggu kapasitas produksi petani di sentra-sentra penghasil.

Baca Juga : Bersih-Bersih BUMD, Pansus DPRD Jatim Bandingkan Kinerja dengan Provinsi Lain

"Hambatan produksi terjadi karena cuaca. Banyak yang gagal panen di sentra penghasil, sehingga daerah-daerah kini saling berebut pasokan. Otomatis barang jadi langka dan harga naik," ungkap Nurbianto, belum lama ini.

Dikatakannya, selain cabai, kelompok komoditas beragam jenis bawang juga menunjukkan tren serupa pada pekan pertama bulan puasa. Sedangkan komoditas daging, fluktuasinya diperparah dengan naiknya harga jagung yang berdampak domino pada sektor peternakan. Mahalnya pakan jagung membuat harga daging ayam sempat menyentuh angka Rp 40 ribu, yang diikuti oleh kenaikan harga telur ayam ras.

Situasi ini diprediksi akan terus merangkak naik seiring mendekatnya momen Lebaran. Pria yang akrab disapa Kentor itu menyebutkan bahwa fenomena ini lumrah terjadi karena adanya peningkatan konsumsi masyarakat, namun tahun ini terasa lebih masif karena kendala produksi di tingkat hulu.

Pihak Diskumperindag bersama Satgas Pangan telah melakukan tracing ke sejumlah distributor dan retailer. Meski kenaikan di tingkat distributor belum menyentuh angka 10 persen secara keseluruhan, namun di level end user atau masyarakat, harganya sudah melonjak cukup signifikan.

Baca Juga : Hilang Kendali, Mobil XForce Hantam Pikap hingga Terguling di Jalan Ir Soekarno Kota Batu

Kentor menyebut, Diskumperindag terus memantau pergerakan harga agar tidak terjadi inflasi yang terlalu tinggi. Pengawasan terhadap stok di gudang-gudang distributor pun diperketat guna memastikan tidak ada pihak yang sengaja menahan barang untuk mencari keuntungan pribadi.

"Kita tidak bisa memaksakan harga paling murah, karena Batu sendiri bukan sentra penghasil utama untuk semua komoditas. Contohnya jagung, kalau di sentra saja sudah mahal, sampai di sini pasti lebih mahal karena ada biaya logistik," tambahnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi

--- Iklan Sponsor ---