free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Ekonomi

Manfaatkan Moment Ramadan, LPS Sasar Komunitas di Malang Edukasi Keuangan dan Kerawanan Penipunan

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

27 - Feb - 2026, 20:31

Loading Placeholder
Kepala OJK Malang Farid Faletehan saat memberikan materi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Sejumlah komunitas di Kota Malang turut ambil bagian dalam gelaran edukasi yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jumat (2/27/2026). Kegiatan ini menjadi momentum sosialisasi instrumen pembayaran, investasi, hingga literasi bahaya penipuan digital yang kian marak.

Kepala LPS Surabaya, Bambang Samsul Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan kali pertama pihaknya menggandeng komunitas yang sangat variatif sebagai sasaran edukasi.

Baca Juga : Dinas Cipta Karya Dukung Program Gentengisasi Presiden Prabowo di Kabupaten Malang

“Ini memang baru pertama kali kita mengumpulkan komunitas yang sangat variatif, ada reptil, ada musang, dan lain-lain. Karena memang komunitas ini adalah sasaran sosialisasi dan edukasi kita, khususnya mengenai instrumen-instrumen pembayaran maupun investasi,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, terdapat tiga pembicara utama. Perwakilan LPS menyampaikan materi terkait penjaminan simpanan dan resolusi bank. Selanjutnya, OJK memaparkan pentingnya literasi investasi dan manfaat berinvestasi secara aman.

Sementara satu materi lainnya juga mengulas bagaimana mengoptimalisasi media sosial agar komunitas mampu mengembangkan jejaring dan aktivitasnya secara positif.

“Kami juga ingin memberikan value added kepada komunitas-komunitas yang hadir hari ini,” tambah Bambang.

Kepala LPS Surabaya, Bambang Syamsul Hidayat.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Sementara itu, Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan, termasuk kampanye Gerakan Ramadan Keuangan Syariah (Gerak Syariah).

“Pertama mengenalkan OJK, fungsi dan tugasnya. Kemudian ada materi keuangan syariah karena kebetulan ini bulan Ramadan dan kami sedang Gerak Syariah. Kami juga menjelaskan mengenai investasi, termasuk investasi syariah,” jelasnya.

Namun, Farid menekankan bahwa isu yang tak kalah penting adalah maraknya penipuan keuangan yang menyasar berbagai kalangan. Berdasarkan data tahun 2025, sekitar 21 persen pengaduan yang masuk ke OJK berkaitan dengan kasus penipuan.

Ia mengingatkan bahwa penipuan tidak mengenal latar belakang korban. “Jangan merasa kita tidak tersentuh. Penipuan bisa masuk ke semua level, semua tingkatan, baik yang berpendidikan maupun tidak,” tegasnya.

Baca Juga : Polisi Berpeci dan Bersorban Saat Demo BEM UI di Mabes Polri Jadi Sorotan, Ini Tuntutannya

Beberapa modus yang kini marak antara lain penyebaran link palsu, termasuk link undangan yang jika diklik dapat memberi akses kepada pelaku untuk masuk ke sistem perangkat korban.

Selain itu, penipuan melalui telepon juga kerap terjadi dengan modus mengaku sebagai petugas Ditjen Pajak, Dukcapil, perbankan, bahkan OJK.
Masyarakat diminta untuk selalu melakukan verifikasi ke call center resmi lembaga terkait apabila menerima panggilan mencurigakan.

Tak hanya itu, website palsu dengan tampilan menyerupai situs resmi seperti layanan pajak atau mobile banking juga menjadi ancaman. OJK menegaskan bahwa aplikasi resmi tidak pernah meminta PIN maupun kode OTP kepada nasabah.

Jika sudah terlanjur menjadi korban, masyarakat diminta segera melapor melalui laman pengaduan resmi OJK di iasc.konsumenojk.go.id agar akun pelaku dapat segera diblokir sebelum dana berpindah atau hilang.

Melalui pendekatan langsung ke komunitas, LPS dan OJK berharap literasi keuangan masyarakat semakin meningkat, sekaligus membangun kewaspadaan kolektif terhadap berbagai modus kejahatan finansial di era digital.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi

--- Iklan Sponsor ---