free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Ekonomi

Pesanan Bunga Potong Kota Batu Naik 100 Persen Jelang Valentine

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Dede Nana

13 - Feb - 2026, 13:48

Loading Placeholder
Ilustrasi. Salah satu florist di Desa Gunungsari Kota Batu sibuk menangani tingginya permintaan jelang momentum Valentine.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Perayaan Valentine yang jatuh pada 14 Februari membawa angin segar bagi para petani dan pelaku usaha florist di Kota Batu. Pada momen yang biasa disebut hari kasih sayang itu, sentra bunga di kawasan Bumiaji menunjukkan adanya lonjakan pesanan bunga potong hingga dua kali lipat atau mencapai 100 persen dibandingkan hari biasa.

Momen ini menjadi musim panen tahunan bagi para penggiat florikultura. Handoko salah satunya. Pemilik Yudhan Florist di Desa Gunungsari tersebut mengakui kesibukannya meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga : Ketika Dunia Islam Memimpin Revolusi Kertas dan Literasi Dunia

Jika pada hari normal ia melayani sekitar 1.000 tangkai mawar, kini pesanan membengkak hingga 2.000 tangkai dalam sekali order. Sebagian besar pasokan mawar berbagai warna ini dikirim untuk memenuhi kebutuhan pasar di Bali hingga kota-kota besar di Pulau Jawa.

Namun, tingginya permintaan ini dibarengi dengan tantangan cuaca ekstrem. Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Batu membuat proses mekarnya mawar sedikit terhambat, sehingga stok di tingkat petani cenderung langka.

Kondisi tersebut juga yang memicu fluktuasi harga di pasaran. Harga mawar yang biasanya dipatok Rp 1.000 kini meroket menjadi Rp 3.000 per tangkai. Menurut Handoko, kenaikan harga ini merupakan langkah menyesuaikan biaya operasional yang membengkak selama musim penghujan.

.

Meski harga melonjak tiga kali lipat, para pelanggan tetap memburu mawar karena kebutuhan mendesak untuk perayaan Valentine. Tren kenaikan harga ini diprediksi hanya akan bertahan singkat dan kembali stabil setelah tanggal 14 Februari.

Kondisi serupa juga dirasakan oleh Samsul Hadi, pengelola florist di Desa Tulungrejo. Meski tidak fokus pada mawar, permintaan komoditas pendukung seperti dedaunan hias dan bunga hortensia miliknya ikut naik signifikan, dari 10 koli menjadi 20 koli. Berbeda dengan mawar, Samsul memilih menjaga harga tetap stabil, seperti daun silver dollar yang tetap dibanderol Rp 40 ribu per ikat.

"Kalau tanaman hias yang diambil bagian daunnya relatif lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dibanding bunga," ungkap Samsul.

Baca Juga : Alun-alun Kota Malang Terus Dipercantik, DLH Fokus Tingkatkan Infrastruktur Dasar

Pada musim hujan, tanaman cenderung lebih cepat menghasilkan tunas muda atau trubus. Walaupun cuaca kurang bersahabat, para petani di Bumiaji tetap mensyukuri momentum Valentine yang menjadi salah satu penyokong ekonomi utama selain musim hajatan dan akhir tahun.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi

--- Iklan Sponsor ---