JATIMTIMES - Dalam waktu dekat, umat Islam akan kembali bertemu dengan salah satu malam istimewa di bulan Sya’ban, yakni malam Nisfu Sya’ban 1447 H yang jatuh pada Senin malam menuju Selasa, 2 Februari 2026. Malam pertengahan Sya’ban ini dikenal memiliki berbagai keutamaan, sehingga kaum muslimin dianjurkan untuk mengisinya dengan amalan-amalan kebaikan.
Khutbah Jumat kali ini mengajak umat muslim agar tidak melewatkan kesempatan berharga ini. Dengan menghidupkan malam Nisfu Sya’ban melalui ibadah dan doa, kita berharap Allah ta’ala melimpahkan rahmat-Nya, mengampuni dosa-dosa, serta menutupi segala kekhilafan yang pernah kita lakukan.
Baca Juga : Hutang Puasa 2 Kali Ramadan Belum Dibayar? Ini Cara Menggantinya Menurut Syariat Islam
Khutbah I
اَلْحَمْدُ ِللهِ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِك. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِك. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُه. خَيْرَ نَبِيٍّ أَرْسَلَهْ. أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيرْاً وَنَذِيْراً. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَاماً دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.أَمَّا بَعْدُ فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ، وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Pada kesempatan yang penuh kemuliaan ini, khatib mengajak seluruh jemaah untuk terus menjaga dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benarnya takwa.
Ketakwaan itu diwujudkan dengan menjauhi segala larangan-Nya sejauh mungkin, serta melaksanakan perintah-perintah-Nya sesuai kemampuan kita. Dengan cara itulah kita dapat berproses menjadi hamba Allah yang terbaik, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat al-Hujurat ayat 13:
اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ
Artinya: Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dan menjadi bulan pengantar menuju Ramadhan, yang kedatangannya sangat dinanti oleh kaum muslimin. Bulan ini memiliki banyak keutamaan, sehingga Rasulullah saw memperbanyak ibadah puasa sunnah di dalamnya.
Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut:
عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ رضي الله عنها، عَنْ صِيَامِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي شَعْبَانَ، فَقَالَتْ: كَانَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ، مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
Artinya: Dari Abu Salamah bin Abdurrahman, ia berkata, “Aku bertanya kepada Aisyah tentang puasa Rasulullah saw di bulan Sya’ban.” Aisyah menjawab, “Beliau berpuasa sampai kami mengira beliau tidak akan berbuka, dan beliau berbuka sampai kami mengira beliau tidak akan berpuasa. Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan aku tidak melihat beliau lebih banyak berpuasa pada bulan lain selain di bulan Sya’ban.” (HR al-Bukhari dan Muslim)
Selain itu, jemaah sekalian, pada bulan Sya’ban juga terdapat satu malam yang istimewa, yaitu malam ketika amal perbuatan kaum muslimin diangkat dan dihadapkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Pada malam tersebut, umat Islam biasa memohon ampunan kepada Allah, baik dengan berdoa secara pribadi maupun berkumpul bersama di masjid.
Di Indonesia, umat Islam sering memperingati malam Nisfu Sya’ban dengan membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali secara berjemaah. Bacaan Yasin pertama diniatkan agar Allah memberikan umur panjang dalam ketaatan kepada-Nya, kemudian dilanjutkan dengan doa khusus Nisfu Sya’ban.
Setelah itu, Surat Yasin dibaca untuk kedua kalinya dengan niat memohon rezeki yang halal dan penuh keberkahan, lalu kembali ditutup dengan doa Nisfu Sya’ban.
Kemudian Surat Yasin dibaca untuk ketiga kalinya dengan niat agar iman senantiasa terjaga, serta berharap diwafatkan dalam keadaan beriman kepada Allah. Setelah itu, doa Nisfu Sya’ban kembali dibacakan sebagai penutup.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Apabila amalan yang khatib jelaskan tadi tidak dapat dilakukan bersama-sama di masjid, maka tidak mengapa jika dikerjakan sendiri di rumah. Yang terpenting adalah jangan sampai kita menyia-nyiakan malam yang penuh berkah tersebut.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang kemuliaan malam Nisfu Sya’ban:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: إِنَّ اللَّهَ يَطَّلِعُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِلْمُسْلِمِينَ أَجْمَعِينَ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ. (رواه ابن ماجه)
Baca Juga : Ramalan Zodiak 30 Januari 2026: Energi Positif Menguat, Rezeki 6 Zodiak Ini Bikin Hati Tenang
Artinya: Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah memandang hamba-hamba-Nya pada malam Nisfu Sya’ban dan mengampuni seluruh kaum muslimin, kecuali orang yang menyekutukan-Nya dan orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Menghidupkan malam Nisfu Sya’ban bukan hanya berkaitan dengan amal pribadi yang akan dipersembahkan kepada Allah ta’ala, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah umat Islam. Tradisi doa bersama pada malam Nisfu Sya’ban dapat mempererat persaudaraan dan memperkuat ukhuwah antarwarga.
Malam Nisfu Sya’ban mengajarkan kita untuk berkumpul dalam kebaikan, melaksanakan salat malam berjemaah, membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, memperbanyak wirid dan zikir, serta memohon ampunan secara bersama-sama. Suasana seperti ini dapat menumbuhkan solidaritas dan memperkuat hubungan antarumat Islam.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Di sisi lain, persiapan menyambut malam Nisfu Sya’ban sering kali disertai kegiatan gotong royong. Membersihkan masjid, merapikan lingkungan sekitar, hingga menyiapkan hidangan bersama apabila diperlukan, merupakan wujud semangat kebersamaan dan tanggung jawab kolektif.
Rasulullah saw bersabda:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: تَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Artinya: Dari Anas bin Malik, Rasulullah saw bersabda, “Tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan pelanggaran.” (HR al-Bukhari dan Muslim)
Kegiatan keagamaan pada malam Nisfu Sya’ban seperti doa bersama maupun kajian agama bukan hanya memperkuat ikatan spiritual, tetapi juga menumbuhkan kesadaran sosial tentang pentingnya saling membantu dan peduli terhadap sesama.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Selain memperbanyak ibadah, doa, dan memohon ampunan, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak sedekah dan menginfakkan sebagian harta kepada mereka yang membutuhkan.
Dalam kitab Madza fi Sya’ban disebutkan melalui riwayat Anas bin Malik bahwa ketika memasuki bulan Sya’ban, kaum muslimin dahulu memperbanyak membaca Al-Qur’an dan membagikan sebagian rezeki mereka kepada orang-orang miskin dan lemah.
Maka, menjelang malam Nisfu Sya’ban ini, marilah kita tingkatkan kualitas iman dan takwa. Jadikan malam ini sebagai kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
Semoga Allah SWT meridhai seluruh amal ibadah dan doa kita, memberikan ampunan, serta menjadikan kita umat yang dipenuhi rahmat dan keberkahan.
Khutbah ini ditutup dengan doa keselamatan dan keberkahan bagi seluruh kaum muslimin. Semoga Allah menerima amal ibadah kita pada malam Nisfu Sya’ban ini dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang memperoleh keberkahan di dunia dan akhirat. Amin ya Rabbal ‘alamin.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ