JATIMTIMES - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) bersama dengan Pemkab Lamongan telah melakukan tiga kerja sama sekaligus. Yaitu penandatanganan MoU Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) antara Pemkab Lamongan dengan Bank Jatim Cabang Lamongan, penandatanganan Pakta Integritas Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Lamongan, serta penyerahan CSR berupa revitalisasi alun-alun kepada Pemkab Lamongan.
Bertempat di Ruang Serba Guna Pemkab Lamongan, kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur IT, Digital, dan Operasional Bank Jatim Zulhelfi Abidin, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, dan Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara.
Baca Juga : Pelaku Wisata dan Musisi di Kota Batu Buka Donasi, Ajak Ratusan Anak Yatim Buka Bersama dan Berwisata
Zulhelfi menjelaskan, Bank Jatim merupakan banknya masyarakat Jawa Timur yang tidak hanya fokus dalam meningkatkan bisnisnya, melainkan juga mengejar nilai yang bermanfaat kepada masyarakat.
”Seperti yang kita lakukan bersama saat ini, yaitu penyerahan CSR Bank Jatim Peduli berupa revitalisasi Alun – Alun Lamongan. Sudah menjadi kewajiban kami untuk selalu bersinergi membangun dan mendorong perekonomian daerah di Jawa Timur. Semoga apa yang kami lakukan ini bisa bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya, Jumat (7/3).
Adapun revitalisasi tersebut mencakup penambahan lampu pijar, kursi taman, playground, dan masih banyak lagi. “Kami harap dengan adanya revitalisasi Alun-Alun Lamongan ini dapat memperindah tampilan alun-alun sebagai ruang publik sekaligus wajah kota, menambah kenyamanan masyarakat, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Lamongan mengingat di sekitar alun-alun banyak pedagang kaki lima dan UMKM,” paparnya.
Kemudian terkait ETPD dan TP2DD, menurut Zulhelfi, digitalisasi pajak dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat. Maka dari itu, dalam kesempatan tersebut, Pemkab Lamongan bersama Bank Jatim juga melaksanakan high level meeting.
”Pemenuhan kebutuhan masyarakat menuntut Bank Jatim untuk terus berinovasi memberikan kemudahan layanan, seperti m-banking, penggunaan QRIS, dan termasuk ETPD. Tujuannya adalah untuk mewujudkan perluasan less cash society dan keuangan inklusif,” ungkapnya.
Baca Juga : Mas Ibin Setuju Stadion Soeprijadi Kota Blitar Jadi Homebase Arema dan Persik, Tapi Ada Syaratnya
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menerangkan, penggunaan ETPD akan memberikan kemudahan dalam administrasi. Sebab, validasi pajak, prosedur pelaporan, dan pembayaran dilakukan secara digital melalui QRIS, mobile banking, hingga virtual account.
Hal tersebut ditujukan sebagai upaya untuk mengubah transaksi pendapatan dan belanja pemerintah daerah dari cara tunai menjadi non tunai berbasis digital.