free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Hiburan, Seni dan Budaya

Retas Batas: Menyapa Mata Air, Meneguhkan Komitmen untuk Alam

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

24 - Feb - 2025, 17:16

Loading Placeholder
Gelaran Retas Batas. (Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Sekitar 250 seniman, budayawan, aktivis lingkungan, dan komunitas dari berbagai daerah, termasuk Malang, Batu, Bali, Jakarta, Surabaya, Purwokerto, dan Yogyakarta, berkumpul di Situs Petirtaan Ngawonggo dalam gelaran Retas Batas: Menyapa Mata Air. Kegiatan yang digelar pada Minggu (23/2/2025) ini menjadi momentum refleksi dan aksi kolektif dalam merespons krisis lingkungan melalui seni dan budaya.

Sejak pertama kali digelar pada tahun 2020 lalu, Retas Batas telah mampu berkembang menjadi ruang pertemuan bagi para pegiat seni dan lingkungan yang peduli terhadap perubahan iklim. Setelah edisi pertamanya, jaringan ini meluas, menghubungkan komunitas pesisir melalui Arka Kinari dan komunitas pegunungan melalui Omah Maos.

Baca Juga : Disleksia

Tahun ini, Retas Batas mengajak komunitas dari kedua wilayah tersebut untuk kembali ke sumber air, merenungkan hubungan antara segara dan gunung serta menyelaraskan semangat berkarya demi keberlanjutan ekosistem.

"Kami percaya bahwa seni dan budaya memiliki kekuatan untuk menghubungkan berbagai lapisan masyarakat, merangsang percakapan, dan mendorong aksi nyata," ujar Ketua Lintas Batas, Seto Hari Wibowo.

Seto mengatakan, melalui berbagai program yang dirancang, pihaknya mencoba untuk menavigasi persoalan lingkungan. Terlebih, dengan menyajikannya melalui perspektif yang lebih luas dan kreatif. 

"Salah satu proyek utama kami saat ini adalah Segara Gunung, yang menjembatani hubungan antara laut dan pegunungan, mengajak kita semua untuk memahami keterhubungan ekosistem melalui seni dan eksperimen sosial," terang Seto.

Sejumlah agenda pun dikemas dalam serangkaian kegiatan. Mulai dari refleksi hingga kolaborasi seni. Acara dimulai pukul 13.00 dengan Upacara & Doa Bersama, momen hening yang mengajak seluruh peserta untuk merenungkan kembali hubungan manusia dengan alam. 

Setelahnya, pintu dibuka bagi para peserta untuk saling mengenal dan berjejaring dalam suasana yang lebih santai.Pukul 16.00 hingga 18.00, sesi diskusi bertajuk Nyrawung digelar. 

Pada kegiatan ini, sejumlah unsur dari lintas disiplin berdialog tentang bagaimana seni dan budaya dapat menjadi alat perubahan sosial dan lingkungan. Memasuki malam, Retas Batas berubah menjadi panggung kolaborasi lintas komunitas dan seniman. 

Dimulai dengan penampilan Bejo Sandi pada pukul 19.00. Acara berlanjut dengan perkenalan komunitas Lintas Batas, kemudian suguhan musik dari Yasin, Abink, dan Joko Tebon.

Baca Juga : Lindungi Siswi dari Risiko Kanker, MTsN 2 Kota Malang Lakukan Imunisasi HPV

Komunitas Tirta Therra turut memperkenalkan inisiatif mereka sebelum Omenarie naik ke panggung. Setelah itu, komunitas Shelterville berbagi cerita sebelum menghadirkan pertunjukan Tulak Bala, kolaborasi antara Omenarie, Abink, dan Nova Ruth.

Malam semakin syahdu dengan Konser Bercerita dari Nova Filastine tentang perjalanan mereka bersama Kapal Arka Kinari , disusul perkenalan komunitas Ngawonggo dan penampilan eksploratif dari Kadapat, Agha Praditya, dan Otniel Tasman.

Acara ditutup menjelang tengah malam, dengan semangat yang terus menyala untuk terus berkarya dan beraksi demi lingkungan. Acara tersebut diyakini lebih dari sekadar sebuah festival seni. 

Retas Batas adalah ruang refleksi, dialog, dan aksi nyata bagi komunitas yang peduli terhadap keberlanjutan ekosistem. Dengan semangat keterhubungan antara segara dan gunung. Acara ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kolektif dalam merawat kebudayaan dan alam.

"Kami terbuka untuk kolaborasi, eksplorasi, dan tentu saja, berbagi perjalanan ini bersama kawan-kawan semua," pungkas Seto.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

--- Iklan Sponsor ---