free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Pengunjung yang Turun dari Mobil di Taman Safari Resmi Diblacklist!

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

19 - Feb - 2025, 18:14

Loading Placeholder
Kolase foto momen pengunjung Taman Safari Indonesia Bogor turun di area yang dilarang turun. (Foto: Instagram @radendim)

JATIMTIMES - Sebuah video viral yang memperlihatkan sekelompok pengunjung nekat keluar dari mobil di area satwa liar Taman Safari Bogor tengah viral hingga trending di Google. 

Menanggapi hal ini, pihak Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor mengambil tindakan tegas dengan memasukkan keluarga tersebut ke dalam daftar hitam atau blacklist. 

Baca Juga : Profil Brian Yuliarto, Mendiktisaintek Baru Pengganti Satryo Soemantri

Manager Marcom TSI Bogor, Danang Wibowo, mengungkapkan bahwa keluarga yang melanggar aturan tersebut berasal dari Sukabumi. Ia menegaskan bahwa pihaknya sudah memberikan sanksi tegas berupa larangan berkunjung kembali ke Taman Safari. 

"Kita sudah memblacklist pengunjung tersebut untuk berkunjung lagi ke Taman Safari, satu keluarga itu satu mobil, sekitar tujuh orang," ujar Danang, dikutip dari Tribunnews, Rabu (19/2/2025). 

Meski insiden ini terjadi di area satwa flamingo, yang jauh dari habitat hewan buas, aturan tetap harus ditaati demi keamanan dan kenyamanan bersama. 

"Saya mau meluruskan bahwa video viral itu seolah-olah pengunjung turun di area karnivor, padahal kenyataannya mereka berada di area flamingo, yang masih di bagian paling depan, sekitar dua kilometer dari area singa. Jadi, lokasi kejadian sangat jauh dari hewan buas," jelasnya. 

Menurut Danang, alasan pengunjung keluar dari kendaraan diduga karena ingin berfoto lebih dekat dengan flamingo. Namun, ia menegaskan bahwa interaksi langsung dengan satwa tidak diperbolehkan di area tersebut. 

"Sebenernya yang kita jual itu makanannya wortel dan lain-lain, sedangkan flamingo tidak makan itu. Kemungkinan mereka turun karena ingin berfoto dengan flamingonya," katanya. 

Untuk wisatawan yang ingin berinteraksi dengan satwa secara lebih aman, Taman Safari telah menyediakan area khusus, yaitu Baby Zoo. Di tempat ini, pengunjung dapat berinteraksi dengan satwa dalam pengawasan petugas. 

Senior VP Marketing TSI, Alexander Zulkarnain, menegaskan bahwa tindakan pengunjung tersebut sangat berbahaya dan tidak bisa dibiarkan

"Kami sudah mengetahui pelat nomor kendaraan mereka dan memutuskan untuk tidak membiarkan mereka kembali ke Taman Safari," ujar Alexander. 

Baca Juga : Korban PHK Kini Dapat 60 Persen Gaji Selama Enam Bulan

Keputusan ini diambil sebagai bagian dari komitmen TSI untuk menjaga keselamatan pengunjung serta melindungi satwa dari potensi gangguan. 

Sebagai langkah pencegahan, Taman Safari juga berencana meningkatkan pengawasan dan edukasi bagi para pengunjung agar kejadian serupa tidak terulang. Mereka kembali mengingatkan bahwa aturan harus dipatuhi demi keselamatan bersama. 

Sebelumnya, video aksi berbahaya ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram @radendim dan langsung menjadi viral. Dalam rekaman tersebut, terlihat sebuah mobil berpelat F memasuki kawasan satwa liar. Video selanjutnya memperlihatkan sejumlah orang turun dari kendaraan meskipun sudah ada papan peringatan yang jelas bertuliskan "Dilarang Keluar dari Mobil." 

Dua wanita dan empat anak-anak tampak santai keluar dari mobil, bahkan melangkahi pagar pembatas tanaman hingga mendekati kandang flamingo.
"Reaksi masuk kebun binatang. Me: hanya melihat dari mobil," tulis akun @radendim dalam keterangan videonya. 

Tak hanya itu, pemilik akun juga memberikan peringatan kepada warganet. "Bukan untuk ditiru. Siapa pun kamu tetap harus mengikuti peraturan yang ada, apalagi di kebun binatang. Peraturan dibuat untuk dipatuhi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, bukan malah dilanggar yah teman-teman," tulisnya. 

Aksi ini pun langsung mendapat kecaman dari warganet yang menganggap tindakan mereka sangat ceroboh dan membahayakan diri sendiri. 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---