JATIMTIMES - Belasan anak muda Indonesia yang mayoritas berasal dari Jatim menunjukkan kemampuan bakat mereka dalam sebuah film berjudul Battle In Thailand Season 2.
Mereka para pemeran di dalamnya adalah para atlet yang dalam keseharian berlatih di sejumlah klub dan juga sering mewakili daerahnya dalam ajang PON.
Baca Juga : Redmi 13C 8/256: Smartphone dengan Kapasitas Besar dan Performa yang Pas
Film dokumenter ini kembali berlanjut setelah Battle In Thailand Season 1 tayang di sejumlah bioskop di Surabaya. Kini Battle In Thailand Season 2 tayang dengan bekerja sama dengan CGV.
Para pemerannya yang rata-rata masih duduk di bangku kelas SMA ini menggelar konferensi pers di salah satu bioskop di Kota Surabaya, Minggu (16/2). Sekaligus juga saat itu digelar nobar perdana filem Battle In Thailand Season 2.
Produser film Battle In Thailand Season 2, Lifei Jomtiankaew menyampaikan pada kali ini lebih seru. Karena lebih mengedepankan laga atau berkelahinya.
"Serunya di season dua ini banyak bertarung. Di season pertama tak banyak bertarung," ujarnya.
Bahkan menurut dia bukan hanya bertarung biasa saja. Tapi juga menggunakan alat seperti golok, toya, pedang dan juga triple stik.
"Ini film atlet dan jarang banget atlet main film. Jadi kita bawa ke dunia entertaintment," tuturnya.
Dan tambahannya Lifei yang juga atlet Kick Boxing ini ikut main di dalamnya. "Saya tampil sebagai musuh mereka," imbuhnya.
Baca Juga : Jadi Tuan Rumah, KONI Kota Batu Target 10 Besar Porprov Jatim 2025
Sebelumnya pada season pertama, film ini mengusung atlet dari berbagai cabang olahraga, seperti karate, gulat, muay thai (beladiri Thailand yang semakin populer di Indonesia) hingga kyokushin.
Film ini diharapkan mampu memotivasi dan menginspirasi generasi muda untuk mengejar passion dan bakat mereka dengan serius.
Film ini bukan sekadar hiburan biasa, melainkan sebuah kisah penuh motivasi para pemuda yang memiliki kecintaan terhadap dunia olahraga.
Meski sibuk syuting, para pemain tetap berhasil menjaga keseimbangan antara pendidikan dan latihan. Lionel salah satu siswa bercerita bahwa ia tetap mengutamakan sekolah di pagi hari, menyelesaikan tugas di sore hari, dan berlatih di malam hari.