JATIMTIMES - Kasatker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi Jawa Timur (Jatim) Deny Purwa Indarsa menyebut, longsor di Jalur Lintas Selatan (JLS) diperkirakan terjadi di 10 titik. Terparah, longsor terjadi di Kelok Sembilan, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.
"Kalau tadi saya hitung, ada sekitar 10 titik. Jadi yang delapan titik itu longsoran di lereng bawah. Kemudian yang dua titik lainnya longsoran dari lereng atas," ujar Deny kepada JatimTIMES.
Baca Juga : Pangeran Mangkunegara Kartasura: Legitimasi, Perlawanan, dan Tragedi dalam Pusaran Politik Mataram
Dari analisis sementara, disampaikan Deny, dari 10 longsor hanya tiga titik yang masuk kategori parah. Kondisi terparah terjadi di Kelok Sembilan yang sampai mengakibatkan akses jalan terputus.
"Kalau longsor yang lereng atas, tidak terlalu besar. Kemudian yang lereng bawah pun yang besar cuma tiga dengan ini (Kelok Sembilan). Kalau yang sisanya itu sudah retak-retak, tapi yang paling parah ini (Kelok Sembilan)," bebernya.
Sebagaimana diberitakan, hujan terjadi sejak Selasa (10/12/2024) hingga Rabu (11/12/2024). Hujan kemudian mulai mengakibatkan longsor pada Rabu (11/12/2024) dini hari.
Berdasarkan penanganan awal Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur - Bali, longsor terjadi di delapan titik pada ruas jalan pembangunan Bts. Blitar-Sp. 5 Purwodadi, Kabupaten Malang. Terparah, longsor terjadi di jalan JLS Kelok Sembilan, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.
Sehari kemudian, sejumlah pihak dan pejabat pemerintahan terkait termasuk Bupati Malang HM. Sanusi melakukan peninjauan ke lokasi longsor pada JLS. Dalam serangkaian agenda tersebut, sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim juga turut melakukan peninjauan.
Hasilnya, sebagaimana disampaikan Deny, secara pengamatan dalam serangkaian peninjauan sementara titik longsor bertambah menjadi 10 titik. Namun, hasil peninjauan tersebut masih harus menunggu ahli yang membidangi. Sehingga jumlah titik longsor belum bisa dipastikan secara pasti.
Baca Juga : Sejumlah Titik di Kota Malang Diprediksi Macet saat Nataru
"Sementara ini kami fokusnya tetap di sini (Kelok Sembilan), karena yang longsor di bawah pun masih ada sisa satu lajur. Jadi masih bisa dilalui kendaraan, cuma ini saja yang benar-benar terputus. Maka kami konsentrasinya ke sini dulu," ucap Deny.
Sesaat setelah terjadi bencana longsor, sejumlah penanganan darurat telah dilakukan. Yakni meliputi pemasangan rambu-rambu pengamanan, penggunaan sandbag, hingga pemasangan terpal untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Selain itu, arus lalu lintas di area terdampak longsor juga telah ditutup sementara waktu demi keselamatan pengguna jalan. "Kami juga sudah berpesan kepada teman-teman (penyedia jasa) untuk ditambah patok-patok sama garis pembatas," pungkas Deny.