JATIMTIMES - Ratusan warga yang menghadiri acara peringatan Maulid Nabi di Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, dilarikan ke rumah sakit akibat diduga mengalami keracunan makanan, Selasa (1/10) malam. Mereka dilarikan ke beberapa rumah sakit, seperti RS Kabupaten Kediri dan RS HVA Toelungredjo.
Insiden ini diduga dipicu oleh konsumsi makanan dan minuman yang telah kedaluwarsa, seperti yang diungkapkan oleh seorang warganet, Syaifuddin, melalui akun X pribadinya, @syaii_fudin. Ia menyebutkan bahwa beberapa makanan ringan yang dibagikan kepada para jemaah memiliki tanggal kedaluwarsa yang telah dihapus atau disobek.
Baca Juga : Hari Batik, Akun TikTok UGM Malah Unggah Mahasiswanya Pakai Crop Top
"Bingkisan snack terdiri dari botol minuman dan beberapa snack ringan. Saat menerima bingkisan, kami sudah mencium bau asam seperti fermentasi, tapi saat itu kami tidak curiga," tulis Syaifuddin.
"Namun setelah mencoba minuman tersebut, baunya sangat kecut, seperti yogurt basi. Saya tidak jadi meminumnya karena tidak suka dengan bau seperti itu," imbuhnya.
Keadaan semakin buruk ketika, pada pukul 21.00 WIB, panitia mengumumkan agar para jemaah tidak mengonsumsi snack yang telah dibagikan dan segera membuangnya. Mereka juga diminta untuk segera menuju ke belakang panggung jika mengalami gejala seperti pusing, mual, atau muntah.
"Saya melihat banyak anak-anak yang merasa mual dan pusing, bahkan ada seorang nenek yang digendong dengan kondisi mulut berbusa," lanjutnya.
"Setelah itu, saya segera pulang karena acara langsung dibatalkan," tambahnya.
Kecurigaan langsung tertuju pada pemasok snack yakni UD Tiga Putra Grosir yang diduga memberikan makanan kedaluwarsa. Pemilik toko pun dilaporkan telah meminta maaf atas kejadian tersebut, namun netizen ramai-ramai memberikan rating rendah pada toko tersebut di platform Google Maps.
Baca Juga : Jawab Semrawutnya Infrastruktur Kota Kediri, Pasangan Vinanda-Gus Qowim Siapkan Program D’CITO
Kapolres Kediri AKBP Bimo Aryanto bersama jajaran melakukan inspeksi mendadak di gudang UD Tiga Putra Grosir yang berlokasi di Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Rabu (2/10/2024).
Dari hasil pengecekan tersebut, ditemukan sejumlah makanan yang telah melewati masa kedaluwarsa. Diduga, pemilik usaha mengganti tanggal kedaluwarsa pada kemasan dengan yang baru, sehingga makanan tersebut tetap bisa diedarkan ke masyarakat.
Apa Bahaya Konsumsi Makanan Kedaluwarsa?
Menurut dr. Theresia Yunita dari KlikDokter, mengonsumsi makanan kedaluwarsa dapat menimbulkan sejumlah dampak buruk bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Kekurangan Nutrisi
Makanan yang sudah melewati masa kedaluwarsanya akan kehilangan sebagian besar nutrisinya. Meski jumlah yang dikonsumsi cukup, gizi yang diserap tubuh mungkin tidak optimal.
2. Keracunan Makanan
Gejala keracunan seperti muntah atau diare sering terjadi setelah mengonsumsi makanan kedaluwarsa. Infeksi saluran pencernaan bisa terjadi dan memerlukan penanganan medis jika kondisinya parah.
3. Infeksi Pencernaan
Makanan basi dapat mengandung bakteri dan jamur dalam jumlah berbahaya. Gejalanya termasuk mual, muntah, nyeri perut, demam, pusing, dan diare.
4. Dehidrasi
Jika muntah dan diare berlangsung berkepanjangan, tubuh bisa kehilangan banyak cairan, yang berujung pada dehidrasi. Ini berbahaya jika tidak segera ditangani.
5. Sembelit
Keracunan makanan juga dapat menyebabkan sembelit, di samping gejala lain seperti kelelahan, nyeri otot, dan sakit kepala.
6. Bahaya bagi Ibu Hamil
Ibu hamil perlu ekstra hati-hati karena konsumsi makanan kedaluwarsa bisa membahayakan janin. Makanan berprotein tinggi seperti telur, daging, dan susu sangat mudah terkontaminasi bakteri jika sudah kedaluwarsa.
Agar terhindar dari keracunan makanan, penting untuk selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum mengonsumsinya. Jangan biarkan makanan berada di suhu kamar lebih dari dua jam, dan segera simpan sisa makanan di dalam wadah tertutup. Ini penting untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan menjaga kebersihan dapur.
Insiden ini menjadi pengingat penting akan risiko makanan kedaluwarsa. Jangan abaikan gejala keracunan makanan, dan segera cari bantuan medis jika kondisi memburuk.