free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Ekonomi

Konsultan Ungkap Sebab Banyak Kafe di Kota Malang Tumbang

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

20 - Sep - 2024, 19:12

Loading Placeholder
Ilustrasi (pixabay)

JATIMTIMES - Bisnis kafe di Kota Malang mengalami perkembangan pesat dalam beberapa dekade terakhir. Meski begitu, tak dipungkiri banyak juga pelaku usaha kafe yang tumbang atau gulung tikar karena persaingan yang ketat. Hal ini dibenarkan Fariz Chamim Udien selaku Owner Eqiyu, Lembaga Kursus Barista yang ada di Kota Malang.

Dijelaskannya, bahwa ada beberapa penyebab banyaknya kafe di Kota Malang gulung tikar. Ketidakpahaman terhadap karakter diri maupun karakter bisnis sebelum menjalankan usaha, menjadikan salah satunya. Artinya, banyak dari mereka yang terlalu menggebu dengan ekspektasi yang tinggi tanpa memikirkan kondisi pasar ataupun tidak memahami manajemen risiko dengan baik. 

Baca Juga : Tingkat Kerawanan Pilkada Kota Malang Beda dengan Pileg atau Pilpres

"Banyak mereka nggak paham investasi, nggak paham bisnis. Buka ekspektasi tinggi, terbawa omongan orang, nanti tiga bulan balik modal, keuntungan dua kali lipat, namun setelah berjalan malah nggak sesuai ekspektasi, akhirnya mundur," katanya.

Meskipun dalam hal ini mundur atau memilih gulung tikar, bukan berarti merugi. Artinya, pilihan ini diambil lantaran lebih berpikir bahwa waktu yang ada atau mungkin modal yang tersisa prospek untuk bisnis yang lainnya.

"Memang sekarang banyak ditemukan, satu tempat itu kadang ganti brand sampai tiga kali. Banyak yang tutup, ada tiga yang buka dua yang tutup. Ya itu, ada yang mundur tapi bukan berarti rugi, mereka lebih memilih untuk memanfaatkannya pada bisnis yang lain," ujarnya.

Kemudian, banyak juga mereka yang tidak memahami konsep bisnis dan juga manajemen. Dalam hal ini, ketika mereka membuka usaha, masih berpatokan pada ekspektasi yang terlalu tinggi dan bahkan, ada juga yang memang menjadi follower pada satu momen ramainya pasar tanpa manajemen resiko yang baik.

Dilanjutkannya, bahwa ekspektasi bisnis yang dipegang oleh mereka yang membuka usaha kafe ini, terkadang tidak diimbangi dengan sebuah inovasi cemerlang yang membuat usahanya maju.

"Banyak mereka, seperti yang di kawasan Sudimoro, buka tutup. Ya karena jualannya sama semua, menunya sama. Banyak mereka yang tidak memikirkan inovasi. Menambah value pada jualan mereka," katanya.

Lebih dari itu, dalam hal manajerial juga tak mumpuni. Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mereka buat ala kadarnya, baik dari sisi administrasi, keuangan maupun dalam rekrutmen pegawai, menghitung penyusutan, cost operasional.

"Nah, waktu semua ini datang, mereka malah stress.  Bisnis FnB ini dianggap bisnis sepele, padahal bisnis ini adalah bisnis yang ruwet dan capek, meskipun pasar bagus dan bertumbuh," paparnya.

Terkait permodalan ataupun kalah persaingan dengan brand ternama, bukan menjadi faktor yang memang banyak mempengaruhi tumbangnya usaha kafe di Kota Malang. Kembali lagi, bahwa added value, kreativitas menjadi satu gal penting yang memang benar-benar harus dipikirkan.

Baca Juga : Harga Emas Antam Hari Ini 20 September 2024, Naik Rp 13 Ribu 

"Sekarang ini yang paling penting adalah kreativitas. Banyak yang salah juga akan hal ini. Hanya yang beranggapan bisnis ini tentang modal tentang privilege dan lainnya. Bisnis ini tentang kreativitas, branding ataupun tagline," terang Farid.

Maka dari itu, tips sukses dalam berusaha menurutnya ada beberapa hal, yang pertama harus mengenali karakter diri, mempunyai mimpi, mempunyai ilmu dan realisasi, attitude dan jaringan.

"Dan ini harus benar-benar dijalankan. Kenali diri, wajib punya mimpi, pelajari ilmu dan jalankan, jaga attitude dan perluas relasi," pungkasnya.

 

 

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi

--- Iklan Sponsor ---