JATIMTIMES- HMI cabang Kota Malang gelar Diskusi Partisipasi Politik Dalam Pilkada 2024 bertajuk Power of Youth. Yang dilaksanakan pada Jumat 06 September 2024, dengan mengundang Komisioner KPU RI Betty Epsilon Idroos,S.P,M.SI berserta puluhan peserta diskusi.
Kegiatan ini berlokasi di JL. Panderman No.1A, Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang dengan dihadiri puluhan peserta dari mahasiswa hingga anggota HMI.
Baca Juga : Desa Kemiren Banyuwangi Raih Penghargaan dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024
Ketua Umum HHI Cabang Kota Malang, Ghenta Pramana menjelaskan tujuan dari digelarnya diskusi ini untuk membentuk kaum muda agar lebih peka terhadap pemilihan daerah serta mengetahui tantangan dan harapan berjalannya pilkada .
Lebih lanjut, Ghenta Pramana memaparkan “bukan hanya melihat siapa yang diusung tapi harus menilai visi misi yang ada serta memantau agar tidak terjadi peretasan dalam sistem yang ada pada KPU agar Pilkada dapat berjalan baik “.
Menurut data terbaru dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), sekitar 50% dari total daftar pemilih tetap adalah pemilih muda, angka ini menunjukkan potensi yang besar dalam partisipasi Pilkada yang akan datang yang diharapkan dapat memberikan pengaruh besar terhadap penentuan arah politik daerah.
Betty Epsilon Idroos,S.P,M.SI menjelaskan bahwa pengaruh pemuda dalam pilkada ini diprediksi lebih dari 50% dari segi kuantitas dan kualitas terutama dari mahasiswa yang memiliki pemikiran kritis terhadap politik .
“Mahasiswa bukanlah pepesan kosong untuk memilih pemimpin tingkat daerah, mereka akan lebih mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan pilihan,“ imbuhnya.
Baca Juga : 6 Rekomendasi Channel YouTube untuk Belajar Materi Ujian CPNS 2024
Selain itu, Bitty menekankan dengan adanya diskusi ini diharapkan pemilih dapat datang secara sadar. Datang ke balik bilik suara dan memberikan suara dengan sudah mempertimbangkan bibit, bobot, serta visi dan misi yang ditawarkan kepada pemilih.
“Sehubung Pilkada akan dilaksanakan dalam waktu dekat perlu adanya pengecekan pada admistratif, pidana, serta tata usaha. Dengan itu diharapkan agar menghindari banyaknya angka pelanggaran yang terjadi selama Pilkada kedepan," tutupnya.
Kegiatan diskusi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman serta wawasan kepada mahasiswa maupun kaum muda terhadap Pemilu agar dapat terlaksana dengan baik.