free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Kemarau Diprediksi Hingga Akhir Oktober, Monitoring Karhutla Gencar Dilakukan

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

04 - Sep - 2024, 19:23

Loading Placeholder
Karhutla di kawasan Gunung Panderman. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Panas ekstrem di siang hari dan suhu dingin pada malam hari masih akan berlangsung cukup lama di Kota Batu. Sebab musim kemarau masih akan berlangsung hingga bulan akhir bulan Oktober mendatang.

Ya, musim kemarau di Kota Batu masih akan berlangsung hingga akhir bulan Oktober. Sedangkan musim penghujan diprakirakan akan terjadi pada awal bulan November:

Baca Juga : Pilgub Jatim Dominan Lihat Figur, Ancaman Kuat Incumbent dari Risma

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Agung Sedayu, Rabu (4/9/2024). “Untuk musim kemarau diprediksi hingga akhir Oktober,” kata Agung.

Karena itu, pihaknya masih mewaspadai kebakaran hutan dan lahan saat puncak kemarau di Kota Batu. Melihat pada tahun-tahun sebelum kebakaran hutan dan lahan sering terjadi di lereng Gunung Arjuno wilayah Kecamatan Bumiaji dan lereng Gunung Panderman wilayah Kecamatan Batu. 

Sehingga beragam upaya dilakukan agar kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi di Kota Batu. Upaya yang dilakukan dengan melakukan monitoring dan Pemantauan Kawasan Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan di beberapa kawasan.

Lalu memasang rambu jalur evakuasi dan rambu titik kumpul di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Serta melakukan koordinasi dengan lintas sektor, yakni Perhutani, Tahura dan sebagainya.

“Pemasangan rambu- rambu ini bertujuan untuk memberikan panduan kepada masyarakat ataupun wisatawan yang terancam bencana melakukan evakuasi dan menuju ke tempat yang aman,” terang Agung.

Baca Juga : Resmi, Ari Rahmanto Dilantik sebagai Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Magetan

Agung pun mengimbau kepada masyarakat untuk waspada saat beraktivitas di lahan pertanian maupun hutan saat musim kemarau. Pastikan tidak menyalakan bara api. Jika menyala bara api pastikan meninggalkan lokasi dalam kondisi padam atau mati.

“Kami mengimbau masyarakat supaya tidak membuka lahan dengan dibakar, membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan dan pastikan bekas api unggun mati sempurna sebelum ditinggalkan,” imbau Agung.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---