JATIMTIMES - Tantangan pasar di era modern menuntut startup meningkatkan kapasitasnya. Salah satunya yang diikuti lima startup lokal pada program inkubasi dari Kementerian Koperasi dan UKM. Mereka mengikuti serangkaian tahapan, di antaranya Demo Day di Hotel Horison, Kota Batu, Jumat (23/7/2024).
Asisten Deputi Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Christina Agustin mengungkapkan, pihaknya menyoroti peran penting startup dalam memajukan ekonomi global.
Baca Juga : 5 Rekomendasi Pelembab Budget Friendly Buat Vitacid
"Startup memiliki potensi besar untuk menjadi mesin penggerak ekonomi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Anak muda memiliki daya kreativitas dan semangat berinovasi yang luar biasa," ujar Christina.
Namun diyakininya, masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi oleh startup. Antara lain, persaingan yang ketat, kurangnya tenaga kerja dan banyak masalah lainnya.
"Melalui startup, mereka dapat mengubah ide-ide mereka menjadi solusi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian," kata dia.
Berdasarkan data yang dipaparkannya, hingga Januari 2024, di Indonesia terdapat 2.562 startup dengan predikat negara dengan startup terbanyak ke-6 di dunia. Jumlah tersebut menandakan bahwa Indonesia. memiliki pasar domestik yang besar dan potensi pertumbuhan yang tinggi. Fasilitasi inkubasi diberikan Kementerian Koperasi dan UKM memberikan fasilitasi inkubasi melalui program Peningkatan Kapasitas Startup. Salah satunya adalah Demo Day.
Dalam Demo Day Startup dinilai oleh juri. Di antaranya CEO Ngalup Collaborative Network, Andina Paramitha dan Founder Beon Intermedia, Farid Rahman. Keduanya memberikan penilaian terhadap lima startup yang terlibat, antara lain Methabarata, Arta Grow Persada, Bambusa Education, Angphotorion dan Fish King.
CEO Ngalup Collaborative Network, Andina Paramitha mengungkapkan, startup yang berkompetisi sangat potensial dan penuh inovasi.
Namun, masih ada yang perlu memperkuat cerita dibalik produknya. Dikatakan pula startup perlu memperkuat kolaborasi dengan stakeholder mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis.
Baca Juga : Profil Ella Gross, Member Pertama MEOVV yang Disebut Jennie Blackpink Junior
"Beberapa startup harus memperkuat model bisnisnya agar lebih fokus. Semua startup yang berkompetisi keren, idenya bagus semua," kata Andin, sapaannya.
Founder Beon Intermedia, Farid Rahman menambahkan, beberapa startup justru sudah memiliki traksi dan produknya sudah diterima oleh pasar. Artinya, produk mereka sudah valid dan baik daei segi ide. Namun, Farid menyoroti beberapa startup yang justru harus memikirikan bisnisnya untuk jangka panjang.
"Startup itu harus jelas scalability-nya. Tujuannya harus jelas, possible atau tidak dibesarkan. Sehingga, harus lebih fleksibel dalam mengikuti perkembangan," papar dia.
Menurutnya, sselain menyelesaikan masalah, startup juga harus mampu memberikan social impact bagi masyarakat. Ia menyebut, startup perlu memberikan dampak sosial yang positif karena juga memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi kepada masyarakat.
Sebagai informasi, kegiatan ini bekerjasama dengan lembaga-lembaga inkubator terpilih dari berbagai daerah. Di Malang, yang menjadi lembaga inkubator adalah Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi Universitas Brawijaya (DIKST UB). Terkait dengan program ini, DIKST UB terpilih untuk menginkubasi 20 startup.