Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Viral KA Pasundan di Stasiun Surabaya Gubeng Dilempar oleh OTK, Beberapa Jendela Pecah

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

31 - May - 2024, 16:49

Placeholder
Penampakan jendela KA Pasundan yang pecah usai dilempar oleh OTK. (Foto screenshot)

JATIMTIMES - Media sosial X dihebohkan dengan video KA Pasundan di Stasiun Surabaya Gubeng yang diserang orang tak dikenal. Akibatnya, beberapa kaca jendela KA Pasundan pecah. 

Peristiwa penyerangan pada KA Pasundan itu diketahui dari unggahan akun X @jalur5_. Diketahui jika peristiwa itu terjadi pada Kamis (30/5/2024) tepatnya pada pukul 23.54 WIB. 

Baca Juga : Arti Matahari Cincin, Fenomena Alam Langka yang Terjadi di Langit Pamekasan

"Kamis (30/5), telah terjadi pelemparan batu massal ke KA Pasundan 240 (Bandung-Surabaya Gubeng) oleh sekelompok orang tak dikenal saat sedang dilangsir pasca berdinas. Aksi pelemparan tersebut terjadi saat KA Pasundan melintas di JPL 5, KM 3+7/8, antara Stasiun Gubeng - Stasiun Surabaya Kota di Jalan Ambengan, Surabaya, pukul 23.54 WIB. Akibatnya, beberapa jendela di 7 kereta ekonomi beserta kereta makan pecah." Tulis cuitan tersebut, dikutip Jumat (31/5/2024). 

Dalam video yang dibagikan, tampak kaca gerbong 1-2 kelas ekonomi KA Pasundan pecah.

Sementara dalam video lain, tampak sekelompok orang menggeruduk Stasiun Gubeng di pintu kedatangan sambil mengeluarkan kata-kata makian.

Diduga jika kelompok orang tersebut merupakan oknum suporter sepakbola. Dalam momen itu, salah seorang suporter bahkan melontarkan kata umpatan kepada pihak lain yang diduga suporter Persib Bandung, Viking.

“Sepertinya ini oknum suporter Surabaya yang mengadang rombongan suporter Persib Bandung yang sedang away ke madura untuk menghadiri final Liga 1. walau hubungan suporter Persib dan Surabaya selama ini terjalin erat, beberapa waktu terakhir tensi di antara keduanya sdg memanas,” cuit akun @mrkenjoo di kolom komentar unggahan @jalur5_.

Penjelasan Daop 8 Surabaya 

Melansir Kompas. Com, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya Luqman Arif buka suara perihal beredarnya video KA Pasundan diserang dan dirusak oleh oknum Bonek.

Ia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi ketika KA Pasundan melintas di JPL 5 Km 3+7/8 antara Stasiun Gubeng-Stasiun Surabaya Kota di Jalan Ambengan, Surabaya, Jawa Timur pada Kamis pukul 23.54 WIB. 

"Kejadian ini mengakibatkan kerusakan berupa kaca pecah di tujuh sarana kereta ekonomi KA Pasundan,” ujar Luqman, Jumat (31/5/2024). 

Baca Juga : Peringati HUT Ke-731 Surabaya, Setwan DPRD Gelar Peragaan Busana Jawa di Zebra Cross

Ia menyampaikan, Daop 8 mengecam tindakan vandalisme yang dilakukan oleh oknum suporter terhadap KA Pasundan.

Daop 8 telah membawa kasus pengrusakan KA Pasundan oleh yang diduga dilakukan oleh oknum suporter tersebut ke kepolisian setempat.

“KAI Daop 8 Surabaya akan berkoordinasi dengan kepolisian setempat, untuk segera menangkap para pelaku,” tambahnya.

2 penumpang terluka 

Luqman menjelaskan, ketika penyerangan KA Pasundan terjadi, tidak ada pertandingan sepak bola. Akibat kejadian tersebut, dua penumpang KA Pasundan mengalami luka ringan dan sudah diobati saat itu juga. 

Untuk mengantisipasi kejadian terulang, Daop 8 akan meningkatkan penjagaan di stasiun maupun jalur KA dengan melibatkan kewilayahan TNI dan Polri, dan peran masyarakat. 

“Serta akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan vandalisme terhadap kereta api," pungkas Luqman.


Topik

Peristiwa Stasiun Gubeng Surabaya stasiun Surabaya



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya