Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Ini Penjelasan Ilmiah Soal Fenomena Aurora Tidak Terjadi di Indonesia

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

15 - May - 2024, 08:19

Placeholder
Aurora Borealis yang terjadi di Australia. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Fenomena Aurora Borealis atau cahaya utara sempat terlihat di langit wilayah Eropa selama akhir pekan lalu. Hal ini disebabkan meningkatnya aktivitas matahari sehingga menciptakan cahaya indah di langit Eropa.

Keindahan aurora ini begitu memukau dengan cahaya berwarna merah kehijauan. Jutaan orang di belahan bumi utara, termasuk wilayah Eropa dan Amerika Serikat turut menyaksikan keindahan fenomena alam itu.

Baca Juga : Arti Kata Ngabrut, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Medsos

Dengan keindahan itu, banyak masyarakat Indonesia yang bertanya-tanya mengapa di Indonesia tidak terjadi fenomena tersebut. 

Apa itu Aurora?

Sebelumnya, penting untuk mengetahui fenomena aurora terlebih dahulu. Dikutip dari buku Aurora: Fenomena Alam yang Menakjubkan oleh Eka Handayani, aurora adalah fenomena alam berupa cahaya warna-warni, antara lain hijau, merah, kuning atau putih yang sangat terang di langit.

Sementara itu, mengutip laman Space, aurora merupakan fenomena yang terjadi ketika partikel bermuatan berenergi tinggi dari matahari menabrak atmosfer atas bumi dengan kecepatan mencapai 72 juta km per jam. Energi tersebut memengaruhi elektron di dalam partikel ke tingkat yang lebih tinggi.

Namun, untungnya medan magnet bumi melindungi dari dampaknya yang keras. Setelah elektron kembali normal, keluarlah foton dengan warna-warna yang tergantung atomnya. Misalnya, nitrogen menghasilkan warna biru, sedangkan oksigen menghasilkan warna hijau dan merah.

Mengapa Fenomena Aurora Tidak Terjadi di Indonesia?

Seperti diketahui bahwa fenomena aurora muncul karena adanya interaksi yang berkaitan dengan medan magnet Bumi. Wilayah dengan lintang tinggi (belahan utara dan selatan Bumi) diperkirakan mengalami dampak paling besar terjadinya Aurora.

Meskipun partikel-partikel tersebut ada di atmosfer, kemungkinan untuk melihat aurora di Indonesia sangatlah kecil. Di dekat khatulistiwa, garis medan magnet hampir sejajar dengan permukaan bumi, yang berarti aurora cenderung terkonsentrasi di dekat wilayah kutub.

Baca Juga : Dosen Ini Temukan Khasiat Kamandi Saebo, Tanaman Endemik dari Pulau Madura 

Mengingat letak geografis Indonesia berada di garis khatulistiwa sehingga fenomena aurora tidak dapat terlihat. Itulah sebabnya aurora tampak seperti pita cahaya yang bergerak sebagai respon terhadap medan magnet. 

Sebagai informasi, medan magnet bumi hanya ada di kutub utara dan kutub selatan. Aurora di kutub utara dijuluki Aurora Borealis, sedangkan di kutub selatan disebut dengan Aurora Australis.

Lokasi Terjadinya Aurora Borealis

Mengutip laman Best Served UK, lokasi ideal untuk mengamati aurora borealis adalah di tempat yang minim polusi cahaya, memiliki langit yang cerah, dan bebas dari curah hujan. Cahayanya hanya terlihat di daerah lintang utara ketika gelap sehingga bulan September-April merupakan waktu yang tepat untuk menyaksikannya.

Adapun tempat yang akan mendapatkan suguhan pemandangan aurora borealis terbaik tahun ini adalah negara-negara di belahan Bumi bagian utara. Misalnya, Norwegia, Swedia, Finlandia, Greenland, Islandia, Kanada, dan Amerika Serikat.


Topik

Serba Serbi aurora borealis aurora di indonesia



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri