Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Desa Tertinggi di Jawa Ini Rintisan Joko Sembung 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

10 - May - 2024, 07:52

Placeholder
Gerbang masuk Desa Sembungan. (Foto: web Putra Sikunir)

JATIMTIMES - Dianugerahi pemandangan yang indah, Desa Sembungan dikenal karena objek wisatanya. Desa ini bahkan dikenal sebagai sebuah pemukiman yang juga sering disebut sebagai negeri di atas awan. Desa tersebut juga menawarkan suasana alam yang sejuk, bersih dan bebas polusi. 

Melansir YouTube Jelajah Bumi, Desa Sembungan dinobatkan sebagai yang tertinggi di Pulau Jawa. Desa tersebut berada di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. 

Baca Juga : LSM Swiss dan IBFAN Ungkap Nestle Tambahkan Gula Pada Susu Bayi dan Sereal di Negara Berkembang

Konon penamaan Sembungan untuk desa ini karena dulunya di tempat ini ditumbuhi banyak pohon Sembung. Pohon Sembung sendiri merupakan sejenis tumbuhan herbal yang berhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. 

Tempat ini juga dinobatkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia (Kemenparekraf) RI sebagai desa tertinggi yang terletak di pulau Jawa. Desa yang juga kerap diselimuti oleh kabut dan suhu dingin ini terletak di atas ketinggian 300 meter di atas permukaan laut. Luas wilayah desa yang berjarak dari daratan tinggi Dieng ini mencapai 2,605 km persegi. 

Secara administratif, Desa Sembungan terdiri atas 2 RW dan 7 RT. Desa Sembungan mempunyai pintu gerbang ikonik yang bentuknya menyerupai bangunan Candi Mini dengan tulisan khas yang terdapat di bagian atas pintu gerbang yaitu "Welcome to Sembungan Village, Desa Tertinggi di Pulau Jawa".

Sebagai desa wisata yang terkenal akan keindahan alamnya, Desa Sembungan dikelilingi oleh 7 gunung. Mulai dari Gunung Merapi, Gunung Prau, Gunung Merbabu, Gunung Ungaran, Gunung Telomoyo dan Gunung Sindoro. 

Sembungan bukanlah desa biasa, tempat ini memiliki sejarah yang begitu menarik. Bahkan keberadaannya telah diabadikan oleh warga berkebangsaan Belanda sejak tahun 1911. Desa Sembungan pertama kali dibangun oleh Kyai Adam Sari yang merupakan keturunan dari Joko Tingkir, sekaligus saudara kandung Sunan Kalijaga. Penduduk Desa Sembungan percaya bahwa Kyai Adam Sari adalah Joko Sembung. 

Bahkan makam Kyai Adam Sari sendiri berlokasi di puncak Desa Sembungan yang hingga kini masih sering dikunjungi oleh wisatawan atau peziarah yang datang dari luar kota dan luar pulau Jawa.

Melansir laman resmi Pemerintah Desa Sembungan, kelahiran Desa Sembungan ini dilatarbelakangi karena adanya kebutuhan kebersamaan, kekompakan, perlindungan antar sesama anak keturunan ketiga keluarga yang saling berjauhan. 

Pada awal berdiri, kawasan Sembungan dihuni oleh sedikit sekali penduduk. Dengan akses yang sangat terbatas, pada penduduk Desa Sembungan membangun rumah dari kayu yang bagian atapnya menggunakan alang-alang atau rumput kering. 

Pada masa perintisan Desa sembungan, akses jalan juga sangat terbatas, dimana hanya ada jalan setapak yang menghubungkan Desa Sikunang di arah barat dan Desa Tieng di arah timur. Lambat laun seiring berjalannya waktu, Desa Sembungan semakin berkembang dengan pesat dan berhasil menjadi desa wisata yang terkenal di Pulau Jawa.

Saat ini penduduk yang menghuni Desa Sembungan ada sekitar 1406 jiwa. Dengan jumlah kepala keluarga mencapai 419. Mereka tinggal di rumah-rumah yang berdiri di antara pegunungan, telaga dan hamparan hijau perkebunan. 

Pesona Sembungan semakin lengkap dengan kehadiran kabut tipis dan udara segar yang senantiasa menyelimuti desa. Membuat tempat ini begitu sempurna bagi siapapun, yang membutuhkan ketenangan hidup, yang jauh dari hiruk pikuk dan sumpeknya perkotaan. 

Meski terletak di atas perbukitan, rumah-rumah di sini terlihat sangat modern dan rata-rata terbuat dari beton. Beberapa rumah bahkan dibuat bertingkat, yang menandakan kehidupan warga di Sembungan cukup makmur. 

Baca Juga : Apresiasi Kontes Bonsai Nasional di Kediri, Bos Rokok Tajimas Rogoh Kocek Puluhan Juta Rupiah

Desa Sembungan sangat terkenal dengan sektor pertaniannya, disamping sektor wisatanya. Sebagian besar mata pencaharian penduduk Desa Sembungan adalah bertani. Kentang adalah komoditas unggulan di Desa Sembungan. Tak heran, bila kentang yang dihasilkan desa ini disebut sebagai kentang dengan kualitas terbaik di Pulau Jawa. 

Sektor pariwisata juga turut mendongkrak perekonomian warga di desa ini. Beberapa dari mereka bahkan memiliki homestay ataupun penginapan yang disewakan kepada wisatawan. 

Ada beberapa fasilitas lain yang tersedia di desa kecil ini. Mulai dari sekolah, tempat anak-anak Sembungan mengenyam pendidikan, kantor desa, serta satu masjid besar dan 4 langgar. 

Desa Sembungan juga dikenal dengan budaya ramah tamah, sikap mudah bergaul, bersahabat, menawarkan suasana hangat dan senyum yang selalu terukir di setiap wajah penduduknya. Bahkan penduduk Desa Sembungan selalu berkata "monggo pinarak" kepada wisatawan, yang berarti "silakan mampir". 

Objek wisata yang terdapat Desa Sembungan sudah sejak lama dikenal oleh masyarakat Eropa, khususnya Belanda. Pada tahun 1911, masyarakat Eropa menyebut Desa Sembungan sebagai negeri di atas awan yang sangat mempesona. Dan sebagian besar keindahan dari Desa Sembungan ini, telah diabadikan ke dalam sejumlah tulisan berbentuk naskah pada beberapa negara Eropa, terutama Belanda. 

Terdapat banyak sekali objek wisata yang bisa dinikmati keindahannya. Mulai dari Telaga Cebong dengan air yang berkilau, Air Terjun Sikarim dan golden sunrise tercantik yang ada di Asia. 

Akses menuju Desa Sembungan bisa ditempuh dengan berbagai alternatif rute perjalanan. Pengunjung bisa berangkat dari Wonosobo melewati Jalan Raya Dieng, menuju Jalan Raya Telaga Warna atau Dieng Kulon dan ke Desa Sikunal. Jalur lainnya yang bisa dicoba yaitu dari Wonosobo menuju Desa Mlandi dan Air Terjun Sikarim. 

Berkunjung ke Desa Sembungan tentunya terasa ada yang kurang, jika tidak menikmati produk olahan makanan khas yang terkenal yaitu nasi jagung, kentang, kacang dieng, carica, terong gemar dan purwaceng. 

Wisatawan bisa mampir ke kios suvenir untuk membawa oleh-oleh khas dari Desa Sembungan. Daya tarik Desa Sembungan semakin membuat wisatawan terpukau lewat sejumlah atraksi wisata, kesenian Imo-Imo dan budaya ritual cukur rambut gimbal. 

Singkatnya, Sembungan merupakan negeri di atas awan yang mencerminkan betapa luar biasanya alam Indonesia. Sebuah lingkungan hidup yang jauh dari polusi, yang diidam-idamkan banyak orang.


Topik

Serba Serbi desa sembungan desa tertinggi di jawa joko sembung desa wisata



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana