Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Viral, Bu Nyai Pesantren di Jember Curhat ke Deni Sumargo, Sebut Suaminya Penyuka Sejenis

Penulis : Moh. Ali Mahrus - Editor : Dede Nana

04 - May - 2024, 19:12

Placeholder
Tangkapan tampilan Ning In'am di akun youtube Vurhat Bang Deni Sumargo

JATIMTIMES - Warga Jember dihebohkan dengan tayangan podcast youtube di akun chanel Curhat Bang Deni Sumargo, yang diperkirakan di unggah atau upload pada Jumat (3/5/2024) kemarin.

Tayangan youtube tersebut menjadi perbincangan warga Jember dan viral. Hal ini dikarenakan dalam podcast tersebut menayangkan seorang perempuan yang mengaku istri dari seorang lora atau Gus, salah satu pondok pesantren (ponpes) di Jember.

Baca Juga : Bertemu Ketua DPC PPP Jember, Bacabup Nanang Ajak Majukan Jember Bersama

Dalam pengakuannya, perempuan yang mengaku diketahui Ning In'an Nafila menyampaikan, jika suami yang menikahinya pada tahun 2017 lalu, memiliki kelainan seksual yakni suka sesama jenis (penyuka laki-laki).

Dalam tayangan tersebut, Ning In'am menceritakan, tentang kelainan seksual suaminya tersebut diketahui saat usia pernikahannya baru berjalan 10 hari Menurut Ning In'am, terungkapnya adanya kelainan seksual suaminya yang juga seorang Lora atau Gus berawal dari saat dirinya menemukan dua akun medsos Facebook dan Michat di ponsel milik suaminya. Dua akun medsos itu memiliki nama dan foto profil palsu.

"Kita (Ning In'am dan suami) sama-sama dari keluarga pesantren. Awalnya saya tidak tahu (kelainan seksual dan perselingkuhan suaminya). Tapi kemudian saat saya membuka HP-nya itu ada dua akun Facebook dan Michat di HP milik suami saya. Di sana namanya palsu, juga menggunakan foto profil seorang alumni pondok pesantren suami," kata Ning IIn'am saat diwawancarai Denny Sumargo di Medsos Youtube.

Dari dua akun medsos itu, katanya, diketahui ada percakapan tentang transaksi open order (BO) untuk melakukan hubungan seksual. "Tapi bukan dengan perempuan, tapi dengan waria dan juga ada percakapan dengan perempuan yang sudah berumur. Saya kaget, masa saya bersaing dengan mereka. Juga ada chat (percakapan) dengan seorang waria yang saya ketahui itu mantannya," ujarnya.

Terkait pernikahan antara Ning IIn'an dengan suaminya berawal dari perjodohan atau ta'aruf. Dimana hal itu biasa dilakukan di kalangan pesantren. "Tapi saat saya tahu ini, ya saya kaget. Bahkan juga saya menyampaikan hal ini ke keluarga suami. Saya sampaikan ke abah dan umi mertua. Saat itu suami saya diminta untuk menghentikan perbuatannya, bahkan sampai mengucapkan sumpah dalam Islam Billahi, Waallahi, untuk meyakinkan. Tapi sampai saat ini itu masih terjadi," ujarnya.

Ditanya Denny Sumargo dalam podcastnya jika perilaku si pengasuh ponpes dan suami Ning In'an itu apakah sudah diketahui seluruh santri di ponpes asuhannya. "Katanya si kalau playboy sudah rahasia umum," ucap Ning In'am menjawab pertanyaan Denny Sumargo.

Lebih lanjut terkait pengakuan Ning In'am mengenai suaminya yang memiliki kelainan seksual itu dan memviralkan perilaku menyimpang yang dilakukan suaminya. Ning In'am menyampaikan cukup dirinya sendiri dan tiga anaknya yang jadi korban.

"Memang persoalan saya, tapi anak-anak kan kena dampak dari rusaknya rumah tangga ini. Anak pertama umur 6 tahun, tapi dia (sepertinya) paham. Waktu saya ajak pulang ke sana (rumah suaminya). Ia jawab 'mama tidak apa-apa ta pulang ke rumah? Nanti mama nangis lagi, Buya (panggilan ayah) kan suka selingkuh," ujarnya menirukan ucapan anaknya.

Baca Juga : Kasus Bidan Zainab di Prabumulih Viral hingga Trending X, Netizen Ungkap Kronologinya

Alasan Ning In'am lainnya adalah ingin memberikan sanksi sosial terhadap suaminya, yang mana sebagai seorang yang ditokohkan seharusnya memberi contoh baik, tapi justru sebaliknya.

"Alasan kedua saya ingin memberikan sanksi sosial kepada pelaku, kenapa? Dia kan sudah diagung-agungkan (sebagai anak turunan kiai). Dianggap Gus, Lora, atau pun (disebut) Raden. Orang nyium tangan dia dibolak-balik, tapi perbuatannya seperti itu. Kemudian yang ketiga, walaupun dijodohkan dengan keluarga pesantren cukup saya korbannya. Kakak saya juga dijodohkan, itu juga korban KDRT sampai pipis nanah, lambungnya luka karena diinjak," sambungnya menjelaskan.

Lebih lanjut dari kondisi yang dialami Ning In'am, saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon. Perempuan warga Kecamatan Tanggul, Jember ini mengaku belum melangkah ke ranah hukum terkait kondisi yang dialami.

"Karena dari viralnya podcast dan lewat medsos Facebook dan Tiktok yang saya lakukan, hanya untuk memberikan efek jera. Apalagi juga hal ini sudah diketahui suami saya," kata Ning In'am.

Dia berharap ada perubahan lebih baik dari suaminya yang berinisial K, yang merupakan salah satu pengasuh Ponpes A (inisial) di Jember itu. Namun demikian, jika apa yang dilakukan olehnya berujung sang suami melaporkan ke polisi. Ning In'am menegaskan akan melakukan lapor balik ke polisi.

"Sejauh ini saya ingin suami lebih baik. Tidak ada keinginan saya melaporkan ke polisi. Meskipun teman-teman saya dari perlindungan perempuan dan di Fatayat menyatakan jika apa yang saya alami adalah bentuk KDRT Psikis. Semoga semua menjadi lebih baik, dan Allah memberikan jalan terbaiknya. Untuk saya juga ketiga anak saya," pungkasnya. 


Topik

Peristiwa deni sumargo podcast deni sumargo ponpes di jember ning In'an nfila kelainan seksual



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Moh. Ali Mahrus

Editor

Dede Nana