JATIMTIMES - BMKG Juanda merilis peringatan kewaspadaan potensi hujan lebat hingga bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Timur. Peringatan tersebut diunggah oleh akun Instagram resmi BMKG Juanda yang berlaku hingga Minggu (28/4).
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Sidoarjo, Taufiq Hermawan mengatakan sebagian besar wilayah Jawa Timur masih dalam masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
Baca Juga : 23 April, Hujan di Wilayah Jawa Timur Diprediksi Masih Merata, Didominasi Siang hingga Sore
"Selain itu, terdapat gangguan gelombang Ekuatorial Rossby dan MJO yang mendukung terbentuknya awan-awan konvektif yang masif di wilayah Jawa Timur," jelas Taufiq, dikutip keterangan resmi BMKG Juanda, Selasa (16/4).
Adapun melansir laman resmi BMKG, Gelombang Equatorial Rossby atau Rossby Ekuator adalah suatu fenomena yang terjadi di fluida (atmosfer/lautan) yang berotasi secara berpasangan dan bergerak ke arah barat di sekitar kawasan ekuator. Gelombang Rossby juga dikenal dengan istilah gelombang planet.
Rossby Ekuator menyebabkan cuaca buruk pada wilayah yang dilaluinya. Gelombang Rossby ini membawa massa udara yang bersifat basah sehingga sebuah wilayah sering dilanda kondisi hujan atau mendung. Selain itu, Gelombang Rossby Ekuator juga dapat menimbulkan hujan dengan intensitas lebat.
Sedangkan menurut situs BMKG Maritim, Madden Julian Oscillation (MJO) merupakan aktivitas intra seasonal yang terjadi di wilayah tropis. MJO ini dapat dikenali berupa adanya pergerakan aktivitas konveksi yang bergerak ke arah timur dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik yang biasanya muncul setiap 30 sampai 40 hari.
Fenomena MJO ini sangat berdampak terhadap kondisi anomali curah hujan di wilayah yang dilaluinya. Seperti pada periode 22-28 April, fenomena MJO diprediksi melintasi wilayah Jawa Timur.
Berikut ini beberapa wilayah di Jawa Timur yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem hingga Minggu (28/4), akibat fenomena Rossby Ekuator dan MJO.
● Kabupaten Bangkalan
● Kabupaten Banyuwangi
● Kota Batu
● Kabupaten Bojonegoro
● Kabupaten Bondowoso
● Kabupaten Gresik
● Kabupaten Jombang
● Kota Kediri
● Kabupaten Malang
● Kabupaten Lamongan
● Kabupaten Lumajang
● Kota Madiun
● Kabupaten Madiun
● Kabupaten Magetan
● Kota Malang
● Kota Mojokerto
● Kabupaten Nganjuk
● Kabupaten Ngawi
● Kabupaten Pacitan
● Kota Pasuruan
● Kota Probolinggo
● Kabupaten Sampang
● Kabupaten Sidoarjo
● Kabupaten Situbondo
● Kota Surabaya
● Kabupaten Trenggalek
● Kabupaten Tuban
● Kabupaten Tulungagung
● Kabupaten Kediri
● Kabupaten Mojokerto
● Kabupaten Probolinggo
● Kabupaten Blitar
● Kabupaten Pasuruan
● Kabupaten Jember
● Kabupaten Ponorogo
● Kabupaten Sumenep
● Kota Blitar
● Kabupaten Pamekasan.
Demikian beberapa wilayah di Jawa Timur yang berpotensi alami cuaca ekstrem hingga berdampak pada bencana hidrometeorologi (hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es) pada periode 22-28 April 2024.
Taufiq pun mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Yakni berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama sepekan ke depan.
Baca Juga : Disabilitas Belum Banyak Terjaring Sistem Keuangan, Bank Jatim Fasilitasi Pembukaan Rekening
"Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang," imbaunya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI melalui website https //stamet-juanda bmkg.go.id/radar.
Diharapkan masyarakat juga terus mengupdate informasi peringatan dini 3 harian, serta peringatan dini 2 - 3 jam ke depan yang selalu dibagikan melalui website https://stamet-juanda.bmkg.go.id dan media sosial @infobmkgjuanda, saluran telepon 24 jam (031) 8668989 dan WhatsApp: 0895800300011.