JATIMTIMES - Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mulai memperbaiki fasilitas olahraga yang akan digunakan sebagai venue pada Porprov IX Jatim 2025 mendatang. Hal itu untuk menunjang suksesnya ajang olahraga bergengsi Jawa Timur dua tahunan tersebut.
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah mulai melakukan perbaikan pada sejumlah venue. Salah satu yang sudah diperbaiki adalah GOR Ken Arok di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Baca Juga : Jangkau 4,7 Juta Anak, Sub PIN Polio Jatim Capai 105,93 Persen
“Ini sekarang kami berusaha mulai venue kami perbaiki seperti di GOR Ken Arok. Kemudian kami akan bangun dua lapangan voli pantai, panjat tebing. Dan sekarang kami sedang melakukan pemeliharaan lapangan tenis,” kata Baihaqi.
Meski begitu, nantinya KONI Jawa Timur (Jatim) akan melakukan penilaian terhadap sejumlah venue. Karena ada sejumlah venue pertandingan yang memang harus memenuhi persyaratan.
“Venue sementara kurang lebih 30 dari 54 cabor, sisanya di Kabupaten Malang dan Kota Batu. Tapi itu belum pasti juga, karena yang melakukan verifikasi kelayakan adalah dari KONI Jatim,” ungkap Baihaqi.
Perbaikan sejumlah venue itu sendiri lanjut Baihaqi, untuk menunjang atlet agar meraih prestasi maksimal pada ajang dua tahunan. Karena pihaknya ingin sukses mulai sarana dan prasarana, penyelenggaraan hingga prestasi.
“Karena pada saatnya nanti KONI Jatim melakukan penilaian, kami akan siap secara sarana dan prasarana. Dan nanti rencananya akan ditambah saat di PAK,” tukas Baihaqi.
Baca Juga : Pengumuman Resmi: Ini Hasil Final Perolehan Kursi DPRD Jatim dari Dapil VII dan VIII
Sebelumnya, Disporapar Kota Malang telah mendatangkan Dispora Kabupaten Sidoarjo yang sebagai tuan rumah Porprov VIII Jatim 2023 lalu. Dalam hal ini, pihaknya belajar untuk menjadi tuan rumah yang baik dalam penyelenggaraan.
Sebagai informasi, kontingen Kota Malang pada Porprov VIII Jatim 2023 lalu duduk di posisi ketiga klasemen akhir. Kontingen yang dipimpin oleh Djoni Sudjatmoko dkk ini berhasil membawa 74 emas, 53 perak dan 80 perunggu.
Meski secara peringkat turun, tapi perolehan medali Kota Malang sangatlah meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya mendapatkan 70 emas.