Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Aplikasi KPU Sirekap Trending di Platform X, Penggelembungan Suara Jadi Penyebab

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

18 - Feb - 2024, 11:31

Placeholder
Sirekap trending X. (Foto screenshot)

JATIMTIMES - Aplikasi sistem informasi rekapitulasi (Sirekap) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi trending di platform X. Warganet menilai aplikasi tersebut berpeluang menjadi celah kecurangan. 

Hingga pukul 10.22 WIB postingan mengenai Sirekap telah diposting sebanyak lebih dari 53,7 ribu kali. Sejumlah warganet mempertanyakan mengenai keandalan dan keamanan sistem ini. 

Baca Juga : Paramedis Urkes Polres Batu Cek Kesehatan Petugas Pemilu hingga Distribusikan Vitamin

Aplikasi Sirekap adalah sistem perhitungan baru yang digunakan KPU. Sistem ini menggantikan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng). Informasi yang beredar menyebut bahwa aplikasi ini tidak menyajikan data sedetail aplikasi Situng. 

Sebagai informasi, cara kerja Sirekap menggunakan metode gabungan Optical Character Recognition (OCR) dan Optical Mark Recognition (OMR). Keduanya berdasarkan pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Sistem tersebut bisa mengenali pola dan tulisan tangan pada formulir kertas fisik. Lalu, sistem akan mengubahnya menjadi data numerik secara digital.

Data-data dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang direkam oleh aplikasi Sirekap kemudian dikirimkan untuk melakukan penghitungan suara.

Dalam postingannya, netizen kerap mengunggah video yang menarasikan adanya indikasi kecurangan pada aplikasi milik KPU itu.

Salah satunya seperti akun X @Budiady5. Dimana dalam video tersebut dijelaskan jika para team AMIN tengah memonitori hasil Sirekap di ruang IT.

“Team AMIN terus memonitor hasil Sirekap KPU di ruang IT, mereka bekerja keras, dan bantu do'anya?,” tulis keterangan video.

Lalu perekam meminta ditunjukkan indikasi kecurangan dengan penggelembungan suara yang diduga menjadi indikasi kecurangan suara terhadap paslon 02.

“Untuk 01, 87, 02 894 dan 03 8 suara. Sementara di C1 untuk paslon 01 nilai aslinya 87, bener. Paslon 02 94 paslon 03 8,”ungkap Tetty Diansari SH., MH.

“Nah yang 94 ini terinputnya 800, tinggi sekali. Tidak sesuai dengan form C1,” sambungnya.

Baca Juga : Real Count KPU Pilpres 08.00 WIB, Prabowo-Gibran Tetap Unggul Raih Hampir 50 Juta Suara

Atas adanya indikasi kecurangan itulah netizen bersama-sama mengawal perhitungan Pemilu 2024.

Sementara itu, KPU sebelumnya telah meminta maaf dan mengakui terjadi sejumlah kekeliruan konversi hasil penghitungan suara di TPS ke dalam Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari mengaku, sistem tersebut dapat mengenali kekeliruan konversi itu, meski tak menjelaskan berdasarkan apa mesin tersebut mengenali kesalahan tersebut.

Menurutnya, sejauh ini, tingkat kesalahan konversi cuma 0,64 persen.

"Ada 2.325 TPS yang ditemukan antara konversinya berbeda (dari) yang sudah diunggah 358.775 TPS," ujar dia dalam jumpa pers, Kamis (15/2/2024).

"Bukan persentasenya yang ingin kami sampaikan, tetapi Sirekap mengenali kalau ada salah hitung atau salah konversi atau sistem kurang tepat membaca," lanjutnya.

Ia mengaku KPU belum memeriksa detail selisih suara yang diperoleh masing-masing capres-cawapres antara yang terkonversi di Sirekap dengan suara aslinya di formulir C-Hasil plano di TPS.

Menurutnya, dari 2.325 TPS yang terjadi kesalahan, kekeliruan konversi suara tidak cuma terjadi untuk pemilu presiden (pilpres), melainkan juga pemilu legislatif (pileg). Kesalahan-kesalahan itu disebut akan dikoreksi oleh KPU.


Topik

Peristiwa Pemilu pemilu 2024 real count kpu hasil penghitungan suara sirekap



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni