JATIMTIMES - Pasca dua laporan politik uang diterima Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang, dugaan serupa kembali mencuat. Namun kali ini terjadi di Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Minggu (11/2/2024) dan baru diketahui laporannya pada Rabu (14/2/2024). Diduga ada pembagian amplop berisi uang Rp50 ribu, juga sembako beserta stiker calon legislatif (Caleg) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Dari informasi yang dihimpun, kejadian itu dilaporkan ke Panwascam Kecaman Pakisaji. Melalui surat laporan, diterangkan bahwa ada warga yang menerima pembagian sejumlah uang dalam amplop disertai stiker caleg dari tingkatan Kabupaten Malang, Provinsi Jatim dan Caleg DPR RI.
Baca Juga : Antrean Mengular, Ratusan Warga Serbu Beras Murah di Pasar Kepanjen
Laporan disampaikan melalui surat dengan pelapor Edy Sayuti. Saat dihubungi, Edy mengkonfirmasi adanya laporan yang dibuatnya. Dikatakan, bahwa dirinya mengetahui informasi itu dan bertemu dengan warga yang menerima amplop.
"Ada dugaan praktik politik uang yang dilaporkan ke Panwascam. Itu ditemukan di rumah warga," ujar Edy, Kamis pagi (15/2/2024).
Amplop tersebut, oleh Edy diminta untuk dijadikan bukti laporan. Dikatakan juga, bukti berupa video dan foto terkait amplop berisi uang juga dilampirkan. Bukti lain yang juga disebutkan yakni sembako berisi minyak goreng dan gula. Terlapor dalam dokumentasi surat yang diterima didapati nama Ali Ahmad salah satu Caleg PKB untuk DPR RI.
Sedangkan terlapor kedua yakni Khomsatun yang diketahui Caleg DPRD Jatim. Dalam surat itu tertera bahwa laporan diterima Panwascam pukul 22.00, Selasa.
Edy berujar, kronologis dari kejadian Minggu malam bermula dari adanya amplop yang diterima salah seorang warga. Uang itu didapat dari seorang oknum yang belum diketahui apakah merupakan partisipan atau relawan pendukung salah satu peserta pemilu.
Baca Juga : Remaja Main Kano di Pantai Sijile TN Baluran Ditemukan Meninggal Tenggelam
"Satu amplop yang diberikan ke satu orang, kalau yang lain belum tahu pasti total berapa. Lalu sembako. Gak tahu dari mana, saat ketemu saya saya minta," ucap pria yang mengaku Anggota Panwaslu desa itu.
Sementara itu, Kordiv Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Abdul Allam Amrullah membenarkan telah mengetahui informasi tersebut. Video dugaan politik uang itu juga sempat terunggah di media sosial Tiktok dengan menunjukkan beberapa bukti dan narasi yang serupa dengan laporan yang dibuat oleh Edy.
Allam mengaku pihak Bawaslu masih menunggu laporan tersebut disampaikan Panwascam agar dapat ditindaklanjuti. "Bawaslu belum menerima (surat laporan, red). Itu kayaknya ke Panwas Pakisaji. Masih proses laporan di kecamatan," singkat Allam.