JATIMTIMES - Sesuai dengan keputusan Gubernur Jawa Timur Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX akan dilaksanakan pada 2025 di Malang Raya. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jatim pun sudah mulai melakukan koordinasi awal dengan tiga calon tuan rumah untuk berbagai persiapan pelaksanaan tersebut.
Menurut Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil, rencana Porprov Jatim IX akan digelar sekitar Juli 2025. Pihaknya sudah mulai memilah posisi venue sesuai dengan kebutuhan daerah dan secara proporsional ada keseimbangan.
“Jangan terlalu banyak ada satu kota/kabupaten,” jelasnya.
Baca Juga : Sampaikan Salam Duka Atas Meninggalnya Lisa Rumbewas, Jokowi: Indonesia Kehilangan Putri Terbaik Bangsa
Pada tahapan berikutnya KONI Jatim akan melakukan peninjauan kelayakan venue yang akan digunakan utamanya terkait dengan jumlah dan akses menuju lokasi. Menurut Nabil sampai saat ini KONI Jatim belum menetapkan jumlah cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan dalam Porprov Jatim IX 2025 mendatang. Tetapi kemungkinan sekitar 50 cabor seperti Porprov Jatim sebelumnya.
“Cabor baru yang dilombakan tergantung permintaan kabupaten/kota untuk mengusulkan mau diikutkan atau tidak, yang lain-lain juga seperti itu tentang kesiapan,” imbuh dia.
Tetapi sebenarnya KONI Jatim menginginkan tidak berdiri sendiri antara Cabor yang di Porprov dengan yang dipertandingan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) sehingga ada kesinambungan.
” Sehingga tidak menutup kemungkinan kita bisa merekrut prestasi-prestasi yang ada di Porprov untuk dimasukan dalam Puslatda,” tambah Nabil.
Baca Juga : Wisata Pantai Midodaren Tulungagung, Punya Segudang Fasilitas Olahraga Siap Manjakan Pengunjung
Selanjutnya dia menambahkan sejauh ini belum banyak atlet berprestasi dalam Porprov yang otomatis masuk Puslatda Jatim karena standarnya berbeda. Tetapi dengan adanya Porprov Jatim sudah ada data bibit-bibit potensial yang bisa ditingkatkan prestasinya.
Agar persaingan, mutu dan kualitas peserta yang mengikuti Porprov Jatim semakin meningkat, Nabil sudah memberikan semangat dan dorongan kepada pemerintah dan KONI Kabupaten/Kota agar sejak awal menyiapkan cabor atau nomor unggulan dan sering-sering melakukan kunjungan untuk monitoring dan memotivasi para atlet dan pelatih.
“Saran saya yang lain kalau memungkinkan diadakan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab),” pungkas Nabil.